Channel9.id – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan obat murah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan nasional.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).
“Kita akan mengusahakan obat-obatan kepada rakyat yang semurah-murahnya. Saya berharap dalam satu tahun ini kita sudah mulai bisa memberi obat generik dengan harga yang murah kepada rakyat,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya tata kelola layanan kesehatan yang bersih dan berintegritas agar manfaat pembangunan sektor kesehatan dapat dirasakan masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh penyelenggara layanan publik untuk menjaga akuntabilitas dalam menjalankan tugasnya.
“Saya juga berpesan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi pada pelayanan kepada rakyat,” imbuhnya.
Prabowo menjelaskan, pemerintah telah membangun 22 rumah sakit umum daerah (RSUD) pada 2025 dan menargetkan pembangunan 22 RSUD lainnya pada 2026.
Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan, renovasi, dan modernisasi 350 rumah sakit di seluruh kabupaten dalam tiga tahun mendatang serta memperbaiki 10.000 puskesmas di berbagai daerah.
Menurut Prabowo, penguatan fasilitas kesehatan diperlukan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan medis, terutama dalam kondisi darurat. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengurangi hambatan pelayanan kesehatan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
“Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan. Kalau melahirkan menuju rumah sakit memerlukan waktu yang lama. Hal ini harus kita atasi. Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujar Prabowo.
RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan salah satu lokasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Kesehatan yang dijalankan pemerintah. Rumah sakit ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan pesisir, sekaligus mendukung transformasi sistem rujukan nasional.
Rumah sakit yang telah berstatus Akreditasi Paripurna itu dibangun di atas lahan seluas 48.000 meter persegi. Pembangunannya didukung anggaran APBN 2025 sebesar Rp152,98 miliar dan telah mencapai 100 persen pada akhir Desember 2025.
Fasilitas yang tersedia di rumah sakit tersebut meliputi instalasi gawat darurat, ruang rawat jalan, kamar operasi, ICU/CVCU, radiologi, laboratorium, dan layanan hemodialisa. Kapasitas tempat tidur juga meningkat menjadi 101 unit dari sebelumnya 59 unit.
RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui diproyeksikan menjadi pusat layanan rujukan lanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Barat dan daerah sekitarnya. Layanan prioritas yang dikembangkan mencakup penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Saat ini rumah sakit tersebut didukung oleh 13 dokter umum, 76 perawat, dan 52 bidan. Selain itu, tersedia sejumlah dokter spesialis yang melayani bidang anak, obstetri dan ginekologi, bedah, radiologi, serta anestesi.
HT





