Connect with us

Nasional

Presiden Jokowi Bersiap Menerima PM Jepang Yoshihide Suga

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo siap menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Mariko Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Mariko Suga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (20/10) siang. PM Yoshihide Suga dan Ibu Mariko Suga disambut oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di tangga pesawat.

Baca juga: Kerjasama Indonesia dan Jepang, Menteri PPN/Kepala Bappenas Terima Kunjungan The Jakarta Japan Club

Selanjutnya, Perdana Menteri Jepang beserta rombongan bertolak menuju Istana Kepresidenan Bogor guna melaksanakan kunjungan resmi dan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungan tersebut juga diagendakan kegiatan penanaman pohon dan pertemuan tete-a-tete. Kedua pemimpin juga direncanakan untuk memberikan pernyataan pers bersama.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan bahwa kunjungan PM Yoshihide Suga ke Indonesia adalah dalam rangka membahas kerja sama antara kedua negara dalam konteks penanganan pandemi COVID-19. Kunjungan ke Indonesia ini merupakan salah satu rangkaian kunjungan pertamanya ke luar negeri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Heboh Foto Hasil Swab Rizieq Positif Corona, FPI: Itu Hoaks

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebuah foto terkait laporan tes swab Rizieq Shihab yang menyatakan hasilnya positif corona atau Covid-19 beredar di dunia maya. Viralnya foto itu pun di respon oleh Front Pembela Islam (FPI).

Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif menegaskan, foto hasil swab Rizieq Shihab yang beredar itu adalah berita bohong atau hoaks. “Itu hoaks,” ucap Slamet, Selasa (01/12).

Hanya saja, saat ditegaskan kembali soal foto tersebut hoaks, Slamet menjawab tak tegas. Dia mengaku belum mendapat informasi Habib Rizieq positif atau negatif.

Baca juga: Jubir FPI Klaim Rizieq Negatif Corona Setelah Tes Swab

Sebelumnya, laporan hasil swab test itu beredar pada Selasa (01/12) malam. Dalam foto laporan itu, tidak tampak nama laboratorium yang memeriksa hasil swab test Covid-19 milik Habib Rizieq. Terlihat swab dilakukan pada 27 November 2020. Sementara hasil swab keluar keesokan harinya, Sabtu 28 November 2020 sore.

Hanya saja dalam laporan itu tertulis nama perusahaan MER-C, sebuah organisasi kemanusiaan non-profit yang diketahui menjadi pihak yang melakukan swab test terhadap Rizieq.

Continue Reading

Nasional

Satgas: Laboratorium Covid-19 Minimal Berstandar Biosafety Level 2

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan berdasarkan surat edaran HK.02.01/Menkes/234/2020 tentang Pedoman Pemeriksaan uji RT PCR Covid-19, laboratorium yang diperbolehkan melakukan testing Covid-19 minimal berstandar biosafety level 2. Selain itu, juga sudah memenuhi persyaratan sarana dan prasarana, peralatan, biosafety cabinet, sumberdaya manusia serta good laboratory practices.

“Jadi tidak sembarangan laboratorium boleh melakukan pemeriksaan Covid-19. Pada intinya penetapan standar dan mekanisme testing, agar hasil testing yang dihasilkan baik dan akurat. Hasil testing dalam konteks Covid-19 yang menjadi penentu awal dimana tracing bisa dilakukan,” jelasnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Jubir FPI Klaim Rizieq Negatif Corona Setelah Tes Swab 

Wiku menegaskan, seluruh laboratorium rujukan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan telah terintegrasi dalam sistem data nasional. “Sehingga hasil laboratorium dapat langsung tercatat demi menghasilkan data yang realtime ,” katanya.

Pada prinsipnya, tujuan testing itu sendiri untuk menghasilkan screening maupun diagnostik. Jenis tes untuk screening, yaitu berjenis rapid test baik yang berbasis antibodi maupun antigen. Rapid test antibodi mendeteksi antibodi imunoglobulin M dan imunoglobulin G. Yang dihasilkan jika terjadi infeksi dengan sampel, berupa serum darah yang diambil menggunakan jarum.

“Sedangkan rapid test antigen mendeteksi bagian luar virus, dengan sampel berupa mukus yang diambil melalui swab, sama seperti swab PCR ( polymerase chain reaction ),” lanjut Wiku. Sedangkan, jenis tes untuk tujuan diagnostik sudah menjadi gold standard , ialah dengan PCR, yang secara awam sering disebut dengan nama swab test .

Wiku menjelaskan, sampel pemeriksaan PCR berupa mukus, diambil menggunakan swab, baik menggunakan open system yang paling banyak digunakan di Indonesia, atau close system seperti TCM (tes cepat molekuler). Selain jenis tesnya, yang perlu dipahami bahwa Covid-19 adalah penyakit menular baru yang penanganannya memerlukan perlakuan khusus.

“Tujuannya untuk mengurangi risiko tenaga kerja laboratorium terpapar mikroba yang infeksius dan membatasi kontaminasi lingkungan kerja maupun komunitas,”imbuhnya.

Hal ini telah diatur juga dalam pedoman biosafety level (BSL). Yaitu biosafety level 1, laboratorium untuk menguji mikroba yang umumnya tidak menimbulkan penyakit pada orang dewasa, atau potensi bahanya minim. Contohnya bakteri ecoli penyebab diare dan virus herpes. Untuk biosafety level 2, menguji mikroba potensi bahaya sedang. Contohnya bakteri stafilokokus, salah satunya stafilokokus aurius yang menyebabkan penyakit yang infeksi kulit, virus campak, dan virus Hepatitis B.

Sedangkan biosafety level 3 adalah laboratorium untuk menguji mikroba yang memiliki potensi bahaya lebih serius, yang mengancam jiwa melalui jalur nafas. Contohnya, bakteri mikobakterium tuberkolosis penyebab TBC, dan virus demam kuning atau yellow fever. Pada biosafety level 4, adalah laboratorium untuk menguji mikroba yang sangat berbahaya dan eksotis ialah virus ebola.

Continue Reading

Nasional

Satgas: Penanganan Covid-19 di Ibukota Tetap Berjalan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan kebijakan pencegahan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta akan tetap berjalan. Meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dinyatakan positif Covid-19.

Wiku menegaskan, penanganan Covid-19, di ibukota akan tetap berjalan dan fokus pada implementasi strategi 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) dan 3T (testing, tracing dan treatment).

“Satgas berharap diagnosa positif Covid-19 pada pimpinan daerah dapat menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 berpotensi untuk menular kepada siapapun, siapa saja, tanpa memandang status maupun latar belakang bahkan apapun pekerjaannya,” tegas Wiku saat menjawab pertanyaan media di Graha BNPB, Selasa (1/12).

Baca juga: Anies dan Riza Positif Corona, Kemendagri Tidak Akan Tunjuk Plt 

Wiku menyebut, Satgas menggalakkan upaya testing dan tracing di DKI Jakarta, mengingat angka kasus positif terus naik dalam seminggu terakhir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tertib protokol kesehatan dan tidak berpergian ke tempat-tempat yang terdapat kerumunan,” jelasnya.

Selain itu, Wiku mengatakan bahwa Satgas Covid-19 juga meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi implementasi protokol kesehatan. Karena peningkatan kasus dapat dicgah melalui kedisiplinan yang tinggi terhadap protokol kesehatan. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas daerah bahwa kasus dapat dikendalikan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kewenangan masing-masing daerah. Kondisi yang ada menjadi refleksi dan evaluasi dari pimpinan daerah untuk melakukan kebijakan yang paling tepat.

“Namun harus memperhatikan dampak yang dihasilkan terhadap berbagai sektor. Perlu diingat, bahwa pandemi Covid-19 merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak luas ke berbagai sektor sehingga penanganan yang dilakukan harus bersifat multisektor sehingga nantinya tidak ada yang dikorbankan,” tutup Wiku.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC