Connect with us

Ekbis

PT Garam Bekerjasama ITS, Tingkatkan Produktivitas Industri Garam

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Sepak terjang industri garam di Indonesia masih menemui banyak hambatan, salah satunya adalah masalah kualitas dan kuantitas hasil produksi. Menghadapi masalah tersebut, PT Garam (Persero) ajak kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan produktivitas industri garam di Indonesia.

Berlangsung di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, MoU ini ditandatangani langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dan Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Ardianto.

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh Direktur Operasi PT Garam (Persero) Hartono, dalam pidato pembukaannya, Achmad Ardianto menyampaikan bahwa garam merupakan kebutuhan dalam berbagai sektor kehidupan.

“Industri garam di Indonesia menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat,” tutur pria yang biasa disapa Didi ini, Jumat (04/12/2020).

Sayangnya, lanjut Didi, kualitas garam yang belum maksimal dan ketidakstabilan harga garam produksi lokal seringkali membuat banyak pihak beralih menggunakan garam impor. Karena itu, perlu upaya lebih untuk membangun suatu ekosistem garam nasional yang dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu mitra strategis petambak garam di Indonesia, PT Garam (Persero) mencanangkan kolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelola Usaha (DKPU) ITS.

“Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya ITS untuk menciptakan produk berkualitas premium dan memiliki ekosistem yang bagus,” ungkap Didi.

Bentuk kolaborasi tersebut ialah melakukan pemetaan leveling dengan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan pemetaan terestrial yang akan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Sains Teknologi Kelautan dan Kebumian DRPM dan Departemen Teknik Geomatika ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Pemetaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan garam ini akan dilakukan pada lahan seluas 1.100 hektare di Kabupaten Sampang dan lahan seluas 2.500 hektare yang berlokasi di Kabupaten Sumenep milik PT Garam (Persero).

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menjabarkan bahwa kegiatan kerja sama ini akan segera dilaksanakan pada akhir Desember 2020 nanti.

“Pada waktu tersebut proses produksi garam sedang berhenti sementara, sehingga lahan bisa dimanfaatkan untuk proses pemetaan leveling,” terang rektor yang akrab disapa Ashari ini.

Tidak berhenti di situ, dalam penandatanganan nota kesepahaman ini dibahas pula berbagai peluang lain yang akan menjadi bentuk kerja sama ke depannya. Agenda yang pertama ialah proses pengawasan dan otomasi pintu air irigasi pada PT Garam (Persero) yang akan dilakukan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mechatronics and Industrial Automations di bawah koordinasi DKPU ITS.

Selain itu, ada topik potensi pemanfaatan limbah bittern (air tua) dalam mendukung upaya zero and safe waste discharge dari proses pengolahan di PT Garam (Persero) yang akan dapat diaktualisasikan oleh Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Terakhir, akan ada juga analisa kajian risiko kawasan dan mitigasinya beserta kajian penataan kawasan pada PT Garam (Persero) yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Menyambut aneka kerja sama strategis dengan tangan terbuka, Ashari berharap agar ITS dapat terus menyebarkan bibit kebaikan dan hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia maupun untuk institusi sendiri.

“Masih banyak hal yang bisa dilakukan, semoga kerja sama berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ucap guru besar Teknik Elektro ITS itu.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

APBD dan Investasi Diharapkan Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia, dan berdampak tak hanya pada bidang ekonomi namun pada seluruh aspek kehidupan. Atas dasar itu, APBN dan APBD menjadi salah satu instrumen utama dalam upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori dalam Sosialisasi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 903/145/SJ tentang Percepatan Pelaksanaan APBD TA 2021 dan Kemudahan Investasi di Daerah dalam rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Rabu (20/01).

“Berkaitan itu dukungan APBN, APBD serta investasi yang berasal dari dalam negeri dan juga luar negeri diharapkan dapat terlaksana percepatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan Pak Presiden sudah menginstruksikan untuk mulai merancang upaya pemulihan ekonomi kuartal I Tahun 2021 sejak dini,” ujar Hudori.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Evaluasi APBD Tahun Anggaran 2020 

Dalam beleid tersebut, pemda diminta untuk mendukung percepatan penggunaan dan penyerapan APBD secara tepat sasaran, sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Selain itu, kepala daerah juga diminta  mempermudah investasi di daerah, baik oleh investor dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri, melalui  proses perizinan yang lebih mudah dan cepat, pemberian insentif, dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Surat edaran ini juga sebetulnya juga melaksanakan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU Nomor 9 Tahun 2015, UU Nomor 11 Tahun 2020, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019,” jelas Hudori.

Surat Edaran ini difokuskan pada dua hal, yaitu pada penggunaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan percepatan kemudahan investasi di daerah.

Pertama, untuk penggunaan APBD Tahun 2021, pemda diminta melakukan percepatan pelaksanaan APBD dengan melakukan proses pelelangan kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBD yaitu pada awal tahun anggaran untuk menghindari terjadi penumpukan di akhir tahun anggaran.

Kedua, adalah percepatan kemudahan investasi daerah, pemerintah daerah diminta untuk mendorong peningkatan investasi di daerah yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri, sesuai dengan potensi di daerah masing-masing.

“Sehingga sumber pendanaan dalam pelaksanaan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBN dan APBD tetapi juga memperkuat iklim investasi daerah, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru, artinya lapangan kerja baru bisa dipacu dengan adanya mendorong APBD untuk segera dilakukan,” pungkasnya.

 

 

Continue Reading

Ekbis

Naik Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp954.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus merangkak naik. Melanjutkan tren positifnya, logam mulia Antam dijual Rp954.000 per gram atau naik Rp2.000 pada perdagangan Rabu (20/01).

Sebelumnya, emas Antam dijual Rp952.000 per gram pada Selasa (19/01). Sementara itu, harga buy back atau beli kembali juga ikut naik sebesar Rp2.000 menjadi Rp833.000 per gram.

Baca juga: Asyik, Emas Antam Naik Rp8.000 

Berikut daftar harga emas Antam pada Rabu, 20 Januari 2021:

  1. Emas batangan 1 gram Rp954.000
  2. Emas batangan 2 gram Rp1.848.000
  3. Emas batangan 3 gram Rp2.747.000
  4. Emas batangan 5 gram Rp4.545.000
  5. Emas batangan 10 gram Rp9.035.000
  6. Emas batangan 25 gram Rp22.462.000
  7. Emas batangan 50 gram Rp44.845.000
  8. Emas batangan 100 gram Rp89.612.000
Continue Reading

Ekbis

IHSG Ambrol 1,06%, Sejumlah Saham Kena ARB

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah  sebesar 67,97 poin atau 1,06$ ke level 6.321,86 pada akhir perdagangan, Selasa (19/01).

Anjloknya Indeks dipicu oleh penurunan seluruh sektor saham, utamanya sektor pertambangan yang mencatat koreksi terdalam sekitar 3,36%. Kemudian, sektor konstruksi amblas 2,60%, industri dasar turun 2,04%, dan sektor manufaktur melemah 1,01%.

Selanjutnya, sektor keuangan melorot  0,79%, dan sektor pertanian melemah 0,71%, dan sektor aneka industri melemah 0,59%.

Baca juga: Perdagangan Sesi I Ditutup, IHSG Melemah 0,59% 

Adapun sektor infrastruktur turun 0,62%, sektor barang konsumsi terkoreksi 0,39%, sektor perdagangan dan jasa turun 0,31%.

Sejumlah saham kembali mengalami auto reject bawah (ARB). Saham pertambangan seperti BUMI, ANTM, dan TINS masing-masing turun 6,92 persen, 6,87 persen, 6,88 persen.

Saham-saham armasi seperti KAEF dan INAF sama-sama anjlok 6,92 persen, sedangkan saham IRRA ambrol 6,81 persen.

Sedangkan saham perbankan kelas menengah yang juga mengalami ARB yakni BJTM, BEKS, BBKP, AGRO, BMAS, MCOR, dan BRIS.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC