Connect with us

Hot Topic

Puan Maharani Minta Anggota DPR Pastikan UU Ciptaker Dilaksanakan di Masyarakat

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta, semua anggota DPR RI menjelaskan manfaat dari UU Cipta Kerja kepada masyarakat.

“Sekaligus memastikan bahwa undang-undang tersebut dilaksanakan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, memajukan Indonesia, dan membangun kekuatan nasional di bidang perekonomian,” kata Puan saat membuka rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021, Senin (9/11).

Puan menyampaikan, UU ini tidak berhenti sampai di sini saja. Masih ada peraturan turunan yang harus diawasi DPR RI.

“Implementasi dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masih membutuhkan peraturan pelaksanaan yang membutuhkan atensi dari seluruh Komisi DPR RI yang terkait,” ujarnya

Puan pun meminta, semua anggota DPR RI memberikan perhatian terhadap peraturan yang menjadi kontroversi ini di masyarakat.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ricuh di Petamburan, Jurnalis dan Polisi Diusir Laskar FPI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sejumlah penyidik Polda Metro Jaya dan jurnalis yang meliput dibanjiri umpatan dan kecaman massa dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) saat berupaya menyambangi Rizieq Shihab, Selasa (2/12).

Penyidik Polda Metro Jaya diketahui melayangkan surat panggilan kedua usai Imam Besar FPI tersebut menolak untuk diperiksa sehari sebelumnya. Penyidik tiba di Gang Paksi, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat sekira pukul 13.00 WIB.

Mereka lagi-lagi mendapat halangan Laskar FPI yang berjaga di lokasi. Pihak Laskar meminta aparat menunggu terlebih dahulu sembari melakukan koordinasi dengan keluarga Rizieq.

Baca juga: Antar Surat Pemanggilan Rizieq, Polisi Kembali Dihadang Laskar FPI 

Selama 45 menit waktu berjalan, penyidik tak kunjung berhasil menemui keluarga Rizieq untuk menyerahkan surat panggilan. Negosiasi berjalan alot. Tangisan hingga umpatan tak henti-hentinya mengiringi proses tersebut.

Aparat sesekali melakukan negosiasi kepada laskar yang menjaga. Namun tak menemui titik terang. “Kami hanya mau mengantarkan surat panggilan saja. Usai itu kami pulang,” kata salah satu penyidik Polda Metro Jaya, Kompol Fadillah.

Namun, pihak perwakilan laskar meminta polisi meninggalkan lokasi sementara waktu sambil menunggu konfirmasi dari pihak pengacara. Situasi di lokasi massa terus menyemut.

Massa nampak memprovokasi polisi. Mereka memberikan umpatan dan sindiran terkait kedatangan aparat. Tak lama, aparat memilih meninggalkan lokasi.

Tapi, warga dan sejumlah orang tak dikenal diduga laskar tetap melemparkan umpatan kepada aparat. Mereka juga mengintimidasi wartawan yang meliput.

“Polisi bang**t balik kanan sana lu, wartawan udah, matiin kamera jangan meliput,” kata sejumlah massa di lokasi.

Situasi makin memanas, massa yang meneriaki polisi dan melarang wartawan terus mengikuti hingga Jalan Raya KS Tubun. Wartawan tetap pada tugasnya coba mengorek apa yang terjadi kepada aparat.

Namun, tiba-tiba massa sempat berselisih dengan sejumlah wartawan. Massa kemudian mengejar-ngejar wartawan.

Tercatat wartawan yang mendapat intimidasi yakni wartawan media Okezone.com, CNN Indonesia.com, dan Kontributor TV One.

Sejumlah wartawan berusaha menyelamatkan diri. Beberapa kendaraan awak media masih tertahan di Petamburan.

Rizieq Shihab telah dipanggil Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (14/11). Semestinya Rizieq diperiksa pada Senin (1/12), tapi dirinya tak memenuhi panggilan tersebut. Atas ketidakhadiran tersebut polisi kembali melayangkan surat panggilan kedua hari ini.

Selain Rizieq, Polda Metro Jaya juga memanggil sejumlah orang terkait kerumunan itu. Di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Lurah Petamburan Setianto.

IG & DW

Continue Reading

Hot Topic

Polri Jelaskan Kronologi Pengepungan Rumah Ibunda Mahfud MD

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ratusan warga mengepung rumah Menko Polhukam Mahfud MD, di Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (1/12).

Massa yang mengatasnamakan diri Pecinta Habib itu menolak pemanggilan Rizieq Shihab oleh polisi terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, ada sekitar 100 orang yang datang ke rumah ibunda Mahfud MD itu.

Awi menjelaskan, massa yang tiba di kediaman rumah ibunda Mahfud MD sebelumnya melakukan audiensi di Polres Pamekasan. Namun ternyata, di Polres, ada sekitar tiga kelompok dengan total 600 orang.

“Jadi memang tidak ada pemberitahuan, yang ada mereka sebenarnya infonya akan melaksanakan audiensi ke Polres ternyata mereka bawa massa,” kata Awi, Rabu (2/12).

Usai melakukan demo, massa membubarkan diri. Namun, satu kelompok yang berjumlah 100 orang datang menuju rumah Mahfud MD.

“Selepas demo, massa membubarkan diri. Namun satu kelompok massa yang berjumlah 100 orang datang menuju kediaman ibunda Mahfud MD di Pamekasan,” kata Awi.

Awi menyatakan, Polda Jawa Timur saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Terkait dengan kejadian itu, yang pertama, Polda Jawa Timur telah mengambil langkah-langkah untuk melakukan penyelidikan awal, mengumpulkan data, termasuk melakukan klarifikasi ke beberapa orang, khususnya yang dilaksanakan Polres Pamekasan,” sebutnya.

Untuk menjaga kondisi sekitar, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta sudah bertemu para tokoh masyarakat di Madura.

“Kemudian hari ini Kapolda Jawa Timur sedang melaksanakan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Madura di Mapolda. Karena memang sebenarnya ini sudah terjadwal sehingga dengan kegiatan ini sekalian mencari pokok permasalahan di sana sehingga ke depan Madura bisa dalam keadaan kondusif,” kata Awi.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Polri Antisipasi Hoaks Usai Aksi Teror di Sulteng

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polri mengantisipasi penyebaran informasi hoaks usai aksi teror yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulteng.

Dalam hal ini, Polri sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat maupun tokoh agama di daerah itu.

“Pertemuan dengan pihak MUI, FKUB, media termasuk Komnas HAM sudah dilakukan untuk meredam suasana agar tetap kondusif,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan resmi, Rabu (2/12).

Selain itu, Argo menyatakan pihaknya juga memberikan bantuan kepada masyarakat di sana. Selain pembagian sembako, ada pula program trauma healing untuk masyarakat di sana.

“Bantuan Sembako 400 paket dari Polda untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu. Lalu perbaikan enam buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat sudah mulai dilaksanakan inisiasi dari Polda untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa empat peti mati dan bantuan duka air mata,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC