Channel9.id – Jakarta. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Komarudin mengajak para lulusan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan untuk membantu masyarakat dan membuka kesempatan bagi orang lain. Pesan itu disampaikan dalam Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 sesi kedua di GOR Kampus B UNJ, Selasa (20/10/26), dengan tema “Be the Bridge, Build the Future”.
Pada sesi kedua, UNJ mewisuda 709 lulusan program sarjana dari empat fakultas. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menyumbang 210 lulusan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebanyak 171 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) sebanyak 186 lulusan, serta Fakultas Teknik (FT) sebanyak 142 lulusan. Secara keseluruhan, UNJ mewisuda 4.745 lulusan program sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor dalam tujuh sesi.
Dalam sambutannya, Prof. Komarudin mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar bukan semata-mata hasil perjuangan individu. Di balik pencapaian para lulusan, terdapat doa, pengorbanan, dan dukungan orang tua, keluarga, guru, dosen, serta sahabat yang turut mengantarkan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia mengajak para wisudawan mensyukuri pencapaian tersebut dengan menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurut Prof. Komarudin, kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab baru. Ilmu yang diperoleh selama kuliah perlu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata, membangun kerja sama di tengah keberagaman, serta memperluas kesempatan bagi mereka yang belum memperoleh akses yang sama.
“Jangan membangun keberhasilan hanya untuk diri sendiri. Bangunlah jejaring, bangunlah kepercayaan, bangunlah kerja sama, dan gunakan kemampuan Saudara untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar daripada kemampuan individu,” pesan Prof. Komarudin melalui rilis Humas UNJ yang diterima Channel9.id, Selasa (20/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya mengukur keberhasilan melalui manfaat yang diberikan kepada orang lain, bukan hanya dari jabatan atau pendapatan. Para lulusan diharapkan mampu menggunakan kompetensi masing-masing untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan pemikiran Prof. Maftuchah Yusuf, Rektor IKIP Jakarta periode 1966–1967, yang memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia yang berhubungan erat dengan keluarga, masyarakat, lingkungan, dan masa depan bangsa.
Prof. Komarudin mengangkat prinsip Prof. Maftuchah, “Buat Orang Lain Bahagia, Setidaknya Satu Orang Setiap Hari”, sebagai pengingat bahwa ilmu memiliki arti ketika digunakan untuk memberikan manfaat. Ia juga menyinggung gagasan 2M, yakni makarti atau berilmu agar dapat mengabdi kepada masyarakat, serta mandiri atau mampu berdiri atas kekuatan sendiri.
Pada kesempatan itu, UNJ turut mengapresiasi sejumlah wisudawan yang menorehkan prestasi selama kuliah. Mereka antara lain Najma dari FIP yang menjadi Best Presenter pada konferensi CASTLE UNJ 2025, Fathiya Zahida dari FIP yang meraih juara debat dan Best Speaker SAA FIP Awards 2026, serta Mohammad Dzaky Zaidan dari FISH yang menjadi delegasi internasional dalam Summer Camp di Da-Yeh University, Taiwan, pada 2026.
Prestasi lainnya diraih Anggi Anggraini dari FISH sebagai pemakalah teknis dan delegasi dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2025, serta Muhammad Qotrunnada Mursidan dari FT yang memperoleh Gold Award pada International Invention & Innovative Competition 2024.
Menutup sambutannya, Prof. Komarudin mengajak para lulusan turut membangun kepedulian melalui donasi Dana Abadi UNJ untuk membantu membuka kesempatan pendidikan bagi mahasiswa.
“Be the Bridge, Build the Future menjadi pesan bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan setelah wisuda dengan menjadikan ilmu sebagai solusi, keberhasilan sebagai kesempatan berbagi, dan kompetensi sebagai jalan pengabdian. Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada perolehan gelar, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata bagi kehidupan,” kata Rektor UNJ.




