Nasional

Sabo Dam Dibangun di Tapanuli Tengah, Cegah Banjir dan Sedimentasi Susulan

Channel9.id – Tapanuli Tengah. Penanganan kawasan hulu Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mencegah banjir dan sedimentasi susulan. Dua Sabo Dam dibangun di Kecamatan Tukka untuk menahan aliran air serta material dari kawasan perbukitan saat hujan deras.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan pascabencana. Sebelumnya, endapan lumpur berdampak pada permukiman, perkantoran, sekolah, rumah ibadah hingga persawahan.

“Penanganan di wilayah hulu ini harus kita percepat. Jangan sampai ketika hujan deras turun, aliran air dan material kembali turun dan berdampak ke masyarakat,” ujar Tito saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).

Pada tahap awal, pemerintah membangun Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala. Keduanya ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun depan dengan dua Sabo Dam tambahan. Dengan demikian, total empat Sabo Dam akan dibangun di Kecamatan Tukka sebagai bagian dari sistem perlindungan kawasan.

“Setelah itu, tahun depan dibangun lagi dua, jadi totalnya empat, khusus di Kecamatan Tukka ini,” kata Tito.

Selain Sabo Dam, penanganan juga dilakukan melalui normalisasi saluran air dan sungai serta pembangunan retaining wall sepanjang 1,6 kilometer.

Pemulihan rumah warga dan fasilitas pelayanan dasar yang terdampak bencana juga berjalan secara paralel. Tito menegaskan penguatan kawasan hulu, normalisasi sungai, dan pemulihan fasilitas harus dilakukan bersamaan agar risiko bencana dapat ditekan sekaligus mempercepat aktivitas masyarakat kembali normal.

Dengan pembangunan infrastruktur pengendali tersebut, Tapanuli Tengah diharapkan tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga lebih siap menghadapi ancaman banjir dan sedimentasi di kemudian hari.

Baca juga: Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31  +    =  37