Channel9.id-Jakarta. Film tak lengkap rasanya kalau tak ada original soundtrack (OST)-nya. Kali ini, penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi, dipercaya menciptakan lagu OST untuk film horor-fantasi terbaru berjudul ‘Monster Pabrik Rambut’.
Menariknya, proses kreatif terciptanya lagu ini berawal dari sebuah adegan dalam naskah film tersebut.
“Lagu ini diambil dari potongan sebuah adegan. Terus gue waktu itu diminta untuk menyanyikan sepotong lagu,” kata Sal mengenai asal-usul karyanya tersebut, beberapa waktu yang lalu.
Namun, sepotong lagu yang awalnya hanya ditujukan untuk kebutuhan adegan itu ternyata dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi lagu tema utama.
Sal Priadi pun diminta mengembangkan potongan melodi dan lirik tersebut menjadi sebuah karya utuh yang dirilis secara resmi sebagai pendamping film.
“Dan akhirnya sepotong lagu itu dirilis secara resmi, dipanjangin,” beber Sal.
Bagi musisi asal Malang ini, menggarap musik untuk film adalah sebuah tantangan baru yang belum pernah ia jamah sebelumnya. Sal harus keluar dari zona nyamannya untuk menyesuaikan vibe lagu dengan film yang mencekam.
“Untuk pertama kalinya gue menulis dengan tema ini, pertama kalinya menulis soundtrack untuk film horror fantasy ini,” papar Sal.
Sal juga menerjemahkan suasana pabrik yang kaku dan dingin ke dalam komposisi musiknya.
“Challenge-nya lumayan karena kita harus menangkap bunyi-bunyian yang ada temanya dengan rasa pabrik, industrial gitu ya,” ujar Sal.
Untuk mewujudkan konsep ini, Sal bekerja sama dengan produser musik elektronik, Atila Syah. Lewat musik, mereka membangkitkan kengerian sekaligus merepresentasikan latar tempat cerita tersebut.
“Gue bekerja sama dengan Atila Syah, dia seorang produser musik elektronik. Jadi soundscape-nya gitu, sound design-nya kami pikirkan sekali,” ujar Sal.
Selain teknis suara, lirik lagu ini juga menyimpan pesan mengenai realita dunia kerja. Sal mengungkap, tema besar film ini tentang eksploitasi yang jadi pondasi utama dalam penulisan liriknya.
“Karena tema besar dari film ini juga salah satunya adalah soal itu, soal overwork, soal eksploitasi kerja gitu ya. Itu sih yang kami tangkap,” tegas Sal.
Lagu tersebut diberi judul yang unik tetapi ironi, yakni “Kepala Pundak Kerja Lagi”. Sal sengaja memplesetkan lagu anak-anak yang populer untuk menciptakan kesan yang menyeramkan.
“Agak sedikit mengambil dari judul lagu anak-anak, tapi ada kengerian khusus yang hadir di lagu yang aku tulis karena itu tadi ya, ketika di-match sama filmnya, ada keresahan soal kerja. Dan gue rasa itu semua kita rasakan,” pungkas Sal.
Kontributor: Akhmad Sekhu





