Connect with us

Lifestyle & Sport

Sedang Menstruasi? Kurangi Minum Kopi Untuk Hindari Efek Ini

Published

on

Sedang Menstruasi? Kurangi Minum Kopi Untuk Hindari Efek Ini

Channel9.id-Jakarta. Bagi perempuan penyuka kopi, menstruasi bukanlah penghalang untuk minum kopi. Bahkan, banyak di antara mereka yang percaya bahwa minum kopi saat menstruasi bisa meredakan gejala premenstrual syndrome (PMS) yang terkadang merepotkan, seperti sakit kepala. Apa benar begitu?

Memang, bagi sebagian orang, minum kopi bisa membantu mengatasi masalah sakit kepala selama menstruasi. Namun, kafein pada kopi justru bisa memperparah kram perut dan gejala lainnya.

Jadi, boleh tidak sih, perempuan minum kopi saat menstruasi? Jawabannya memang boleh, jika diminum secukupnya. Adapun batas aman minum kopi menurut sejumlah studi ialah 1-2 cangkir sehari. Perlu Kamu ketahui, kopi mengandung kafein tinggi, di mana secangkir kopi hitam mengandung sekitar 95-200 mg kafein. Nah, jangan sampai melebihi batas ini agar tubuhmu masih bisa menoleransi efeknya.

Baca juga : Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Meski begitu, disadari atau tidak, kafein pasti akan memengaruhi kondisi tubuh saat menstruasi. Terlebih jika Kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kopi. Nah, memangnya apa saja sih risiko yang kemungkinan terjadi jika minum kopi saat menstruasi?

1. Memperparah nyeri perut dan sakit kepala
Kafein akan mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah di sekujur tubuh tak lancar. Kondisi ini membuat aliran darah ke otot rahim berkurang. Hal ini mengurangi suplai oksigen ke area tersebut, yang kemudian bisa memperparah rasa sakit dan kram perut. Tak hanya itu, suplai darah beroksigen ke otak pun berkurang sehingga membuat sakit kepalamu lebih parah.

2. Perut lebih kembung dan tak nyaman
Untuk diketahui, kopi bersifat asam. Lantas minum kopi berisiko membuat perut kembung dan meningkatkan asam lambung. Saat asam lambung naik, sejumlah gangguan pencernaan bisa muncul. Mulai dari sensasi panas di ulu hati, perut terasa penuh, hingga mual. Kondisi ini bisa semakin parah jika Kamu minum kopi saat perut kosong.

3. Memperburuk suasana hati Selain itu, minum kopi saat menstruasi bisa memengaruhi mood dan membuatmu lebih cemas. Menurut penelitian di Journal of Women’s Health, perempuan yang sering minum kopi saat menstruasi cenderung punya mood yang buruk dan lebih mudah cemas.

4. Memicu insomnia dan kurang istirahat
Adapun kunci penting untuk meringankan gejala PMS dan nyeri haid ialah istirahat cukup. Sayangnya, jika Kamu tetap minum kopi saat menstruasi, efek stimulan kopi yang membuatmu lebih waspada akan membuatmu kesulitan tidur nyenyak sehingga akan memperburuk keluhanmu.

Nah, itu dia efek yang muncul bila Kamu berlebihan minum kopi selama menstruasi. Satu hal yang perlu dipahami, perempuan disarankan untuk mengurangi asupan kafein selama sedang menstruasi.

Namun, perlu diingat, jika Kamu minum kopi selama menstruasi, jangan lupa untuk istirahat dan tidur yang cukup agar kondisi tubuhmu tak ngedrop.

Kamu sebetulnya bisa mencari pengganti kopi. Misalnya dengan memperbanyak minum air putih atau minum minuman elektrolit. Atau, cobalah minum minuman hangat berbahan rempah seperti teh jahe, teh kayu manis, dan teh hijau.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Penyebab Ngantuk Sepanjang Hari, Meski Sudah Tidur Cukup

Published

on

By

Penyebab Ngantuk Sepanjang Hari, Meski Sudah Tidur Cukup

Channel9.id-Jakarta. Menurut data yang dihimpun dari sejumlah artikel kesehatan, idealnya, orang berusia 18 hingga 65 tahun ke atas tidur di malam hari selama 7 hingga 9 jam di malam. Namun, ada segelintir orang yang tetap merasa ngantuk sepanjang hari, meski sudah memenuhi kebutuhan tidur tersebut.

Mengapa bisa begitu? Diketahui, ada beragam hal yang menjadi penyebabnya. Berikut ini di antaranya.

1. Minum alkohol sebelum tidur
National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism membuktikan bahwa minum alkohol beberapa jam sebelum tidur bisa menyebabkan tidurmu tak teratur. Hal ini bisa membuat kualitas tidur buruk. Pasalnya, alkohol bisa mempersulit mencapai fase tidur nyenyak dan mengacaukan siklus tidur.Tak ayal bila keesokan harinya akan mengantuk di siang hari, sepanjang hari.

2. Sleep apnea
Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan seseorang terbangun tiba-tiba saat tidur karena napas terhambat. Akibatnya, kualitas tidur menjadi buruk lantaran kerap bangun di malam hari, sehingga esoknya Kamu tak bertenaga dan merasa kelelahan. Hal inilah yang membikin penderita sleep apnea sering mengantuk atau bangun kesiangan, meski sudah tidur cukup di malam hari.

3. Jam biologis terganggu
Jam biologis tubuh atau ritme sirkadian merupakan jadwal kerja setiap organ dan fungsi tubuh secara alami, termasuk produksi hormon, suhu tubuh dan lainnya. Jika jam ini terganggu dan kacau, Kamu akan sering mengantuk di waktu yang tak tepat.

Baca juga : Karena Hal Ini, Rasa Kantuk Datang Kembali di Pagi Hari

Sebagai contoh, Kamu sulit tidur di malam hari, namun tidur lama pada siang hari. Padahal malam hari adalah waktu untuk tidur, dan siang adalah waktunya untuk beraktivitas. Karena terbiasa dengan ketidakteraturan ini, Kamu cenderung mengantuk di siang hari.

4. Sindrom kelelahan kronis
Kondisi ini membuat seseorang sering lelah, lemas, lesu, dan mengantuk. Gejalanya antara lain meliputi nyeri otot dan sulit berkonsentrasi selama setidaknya enam bulan. Kendati demikian, penyebab sindrom ini belum sepenuhnya dipahami, namun diduga karena sleep apnea. Kondisi ini tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Narkolepsi
Narkolepsi merupakan kondisi kronis yang membikin penderitanya bisa tidur di mana saja dan kapan saja, tak terkendali. Hal ini bisa terjadi meski penderitanya sudah tidur cukup. Biasanya, mereka yang punya narkolepsi akan membaik setelah tidur selama 10-15 menit, kemudian akan terbangun sebentar, lalu kembali tertidur.

Narkolepsi ini tak bisa diobati. Namun, jika dilakukan perawatan yang tepat dan melakukan gaya hidup sehat, penderitanya bisa mengendalikan gangguan ini.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ini Risiko Kalau Sudah Rutin Olahraga, Tapi Tiba-Tiba Berhenti

Published

on

By

Ini Risiko Kalau Sudah Rutin Olahraga, Tapi Tiba-Tiba Berhenti

Channel9.id-Jakarta. Di masa pandemi Covid-19 ini, orang yang ‘melek’ dan menyadari betapa pentingnya kesehatan, serta punya waktu luang, kemungkinan akan menyelingi kesehariannya dengan olahraga. Aktivitas ini menjadi salah satu cara untuk mendapat tubuh yang bugar dan imun yang kuat. Telah terbukti, aktivititas ini terbukti mampu menangkal penyakit—termasuk Covid-19.

Bukan cuma itu, berolahraga juga bisa membantu berat badan terjaga, meningkatkan stamina, hingga menambah massa otot. Sejumlah orang nampaknya sengaja melakukan olahraga secara rutin di pandemi ini guna mengisi waktu luang sembari meningkatkan kesehatan.

Baca juga : Olahraga Berlebihan Berbahaya Bagi Kesehatan, Imun Bisa Lemah Hingga Kanker

Namun, apakah Kamu pernah terpikir kira-kira apa yang terjadi jika sudah rutin melakukannya, namun tiba-tiba berhenti? Nah, simak penjelasan berikut.

1. Tekanan darah meningkat
Menurut pakar, tekanan darah menjadi lebih tinggi jika tak berolahraga, dibandingkan saat aktif berolahraga. Hal ini terjadi karena pembuluh darah beradaptasi terhadap aliran darah yang lambat ketika tak berolahraga. Paling tidak, ini terjadi saat berhenti olahraga selama dua minggu.

2. Gula darah dan berat badan naik
Minim melakukan aktivitas fisik memicu peningkatan kadar glukosa. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes. Meski begitu, kalau berolahraga kembali dalam seminggu, gula dara bisa kembali menurun.

Saat berhenti berolahraga, misalnya, otot dan jaringannya tak menggunakan gula untuk energi alias gula tak terpakai. Sehingga gula dalam tubuh bisa melonjak. Hal ini bisa terjadi setelah lima hari seseorang tak aktif berolahraga, tak heran bila berat badan pun bisa menaik. Kemudian, jika berhenti berolahraga dalam lima minggu, menurut dosen Ilmu Olahraga di Skidmore College Paul Arciero, mendorong massa lemak seorang perenang di perguruan tinggi sebanyak 21%.

3. Otot menyusut
Saat berhenti berolahraga, padahal sebelumnya aktif melakukannya, Kamu bisa merasakan sejumlah efek negatif—meski sebetulnya masih dianggap sehat. Ya, secara perlahan Kamu bisa kehilangan massa otot dan atrofi otot (perubahan bentuk tubuh), terutama jika Kamu terbiasa latihan ketahanan.

Selain itu, ototmu akan kehilangan beberapa potensi pembakaran lemak dan melambatnya metabolisme. Akibatnya, lemak mulai bertambah dan menutupi ototmu. Kamu juga bisa kehilangan kekuatan dan daya, termasuk kecepatan, kelincahan, mobilitas, bergerak dari sisi ke sisi, dan juga koordinasi.

4. Kekuatan menghilang
Selain itu, Kamu akan kehilangan kekuatan ketahanan fisik, paling tidak, setelah berhenti berolahraga dalam tiga minggu. Menurut sebuah studi berjudul “Physiological Effects of Tapering and Detraining in World Class Kayakers”, dampak penghentian olahraga dalam jangka pendek ialah besarnya penurunan kekuatan otot dan daya tahan atlet.

5. Pertumbuhan sel otak terganggu
Orang yang rutin berolahraga kemudian berhenti melakukannya selama dua minggu, cenderung mudah lelah dan marah. Hal bahkan diperkuat oleh sebuah studi. Selain itu, studi lain yang dilakukan terhadap tikus, menunjukkan bahwa hewan yang berhenti bergerak dalam seminggu memiliki sedikit pertumbuhan sel otak. Pun, saat melakukan tes labirin, mereka lebih buruk dibandingkan dengan yang rutin beraktivitas fisik.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kreativitas Siswa Membuat Miniatur Truk Diminati Dipasaran

Published

on

By

Kreativitas Siswa Usai Daring Membuat Miniatur Truk Diminati Dipasaran

Channel9.id-Ponorogo. Masa pandemi tak hanya berpaku pada kesehatan saja, namun ada sisi positif yang bisa kita manfaatkan melalui kreativitas kita. Salah satunya kreasi anak sekolah dari Ponorogo, Jawa Timur yang memanfaatkan peluang di masa pandemi ini dengan membuat kreasi miniatur truk yang kemudian diminati dipasaran.

Untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi, sejumlah pelajar di Ponorogo melakukan kegiatan yang produktif.

Dimas Nugroho, bersama dengan lima temannya, usai pembelajaran daring mereka membuat miniatur mobil truk. Hasil karyanya itu, cukup diterima pasar. Terbukti dari banyaknya permintaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Agar lebih menarik, Dimas membuat beberapa variasi pada miniatur truk buatannya. Diantaranya dipasang lampu serta plat besi agar truk seolah-olah bisa bergoyang. Mirip truk beneran.Hasil truk mainan karya Dimas dan teman-temannya ini cukup unik dan laku keras di pasaran.

Mainan anak-anak ini dibuat dari papan kayu dan triplek dengan finishing cat warna-warni serta ditempel sticker. Kegiatan ini mereka lakukan usai mengikuti belajar daring.

Dimas mengaku, inisiatif membuat miniatur truk ini datang dari seorang pemilik toko mainan. Lantaran punya banyak waktu luang, kemudian mengajak teman-temannya untuk mencoba membuat miniatur truk.

Permintaan pasar yang tinggi ini, lantaran sedang viralnya di media sosial permainan truk oleng atau truk goyang. “Pemasarannya awalnya lewat online, namun saat ini ada juga yang langsung ke sini,” ujar Dimas.

kini dirinya mampu menghasilkan sebanyak 15 truk oleng dalam sehari. Ia menyebutkan, yang paling lama dan sulit adalah mengerjakan bagian roda yang juga dari kayu.

“Rodanya sendiri itu selesai dalam 5 hari. Habis itu motong kayunya yang memiliki dua ukuran dengan panjang 60 sentimeter dan 75 sentimeter,” paparnya.

Untuk harga, 1 truk kecil tanpa lampu dibanderol harga Rp 100 ribu. Sedangkan 1 truk besar dengan lampu harganya mencapai Rp 150 ribu.

Continue Reading

HOT TOPIC