Hot Topic

Sekolah Rakyat Gratis Selamatkan Pendidikan Rafika dari Ancaman Putus Sekolah

Channel9.id – Jakarta. Program Sekolah Rakyat membantu menyelamatkan pendidikan Rafika Nur Khasanah (16) di Sragen setelah sempat terancam putus sekolah akibat kondisi keluarga. Ia kehilangan ayah sejak kecil dan ditinggal ibunya merantau tanpa dukungan ekonomi, sementara kakek-neneknya memiliki keterbatasan fisik dan penghasilan.

Rafika mengaku sempat menghadapi masa sulit menjelang kelulusan SMP karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Ia tinggal bersama kakek yang sakit dan nenek yang bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya cuma ikut Mbah (kakek dan nenek). Ayah saya meninggal sejak saya umur 8 tahun. Ibu merantau,” ujar Rafika, sebagaimana disiarkan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (20/4/2026).

Kondisi ekonomi keluarga membuat kebutuhan dasar Rafika sering kali tidak terpenuhi secara memadai. Ia bahkan hanya menerima uang saku terbatas karena keterbatasan keuangan keluarga.

“Saya dikasih uang itu cuma Rp10 ribu karena tidak punya uang,” kata Rafika.

Keberadaan Sekolah Rakyat memberikan akses pendidikan gratis sekaligus memenuhi kebutuhan dasar Rafika selama bersekolah. Ia mendapatkan perlengkapan sekolah serta konsumsi harian sehingga dapat fokus belajar tanpa beban biaya.

“Karena Sekolah Rakyat, saya bisa melanjutkan sekolah dan dapatkan cita-cita saya,” kata Rafika.

Selain itu, Rafika kini dapat mengembangkan minatnya di bidang seni dan memiliki harapan untuk melanjutkan mimpi ke luar negeri. Ia juga mengungkapkan kerinduan kepada ibunya meski pernah ditinggalkan.

“Saya pengen ke Jepang,” ujar dia.

Rafika menyatakan keinginannya untuk bertemu kembali dengan ibunya dan menyampaikan perasaan yang selama ini dipendam. Ia berharap ibunya dapat memahami kondisi yang dialaminya.

“Aku ingin menyampaikan kalau aku sayang ibu. Aku cuma punya ibu. Ayah sudah gak ada. Jadi, ibu tolong ngertiin aku,” kata dia.

Di sisi lain, nenek Rafika, Kartini (67), mengaku bersyukur cucunya tetap bisa melanjutkan pendidikan melalui program tersebut. Ia menilai Rafika sebagai anak yang mandiri dan tetap membantu keluarga di tengah keterbatasan.

“Dia itu anak pintar. Rafika bahkan mengurusi kakeknya yang sakit,” kata Kartini.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53  +    =  61