Connect with us

Nasional

Sosialisasi Perubahan Perilaku Menjadi Upaya Pemerintah Tekan Penularan Covid-19

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Dalam penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020, salah satu tantangan berat yang dihadapi pemerintah ialah aspek perubahan perilaku. Karena pada dasarnya Covid-19 adalah penyakit yang sangat erat hubungannya dengan perilaku masyarakat. Pemerintah telah membuat sistem monitoring Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Perubahan Perilaku untuk menekan penularan dan mengendalikan pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa peluang transmisi penularan virus Covid-19 dipengaruhi kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.

“Kami sangat memahami bahwa pada awalnya mengubah sebuah perilaku dan mengadaptasi perilaku lain, tidaklah mudah. Namun bukan tidak mungkin,” katanya dalam agenda keterangan pers “Covid-19 : Refleksi Akhir Tahun 2020 dan Menuju 2021” di Gedung BNPB, Kamis (31/12/2020) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Untuk itu pemerintah telah menerapkan operasi yustisi untuk menegakkan peraturan disiplin protokol kesehatan. Dan juga bagi masyarakat yang tidak patuh, akan dijatuhi sanksi. Hal ini mengacu pada Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus.

Dalam Inpres, pemerintah daerah dengan menjalankan prinsip desentralisasi mampu menjalankan tugasnya menyelenggarakan operasi yustisi dan operasionalnya dapat disesuaikan karakteristik daerah. Pemerintah pusat tetap memonitor pelaksanaan pengawasan kepatuhan protokol kesehatan khususnya di titik-titik rawan keramaian.

Seperti tempat ibadah, tempat olahraga publik, restoran atau kedai, warung, tempat wisata, pasar tradisional dan mall. Dalam mengawasi kepatuhan, pemerintah menggunakan sistem monitoring BLC. Sistem ini dilaksanakan melalui pengawasan yang dilakukan para partisipan mulai anggota TNI/Polri/Satpol-PP, relawan dan petugas Satuan Tugas Covid-19 daerah.

Untuk titik pengawasan tersebar pada 512 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 20,6% yang patuh dalam memakai masker dan 16,9% yang patuh dalam menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Nyatanya, kepatuhan masyarakat yang rendah dalam memakai masker dan menjaga jarak menjadi kontributor dalam peningkatan penularan Covid-19,” lanjut Wiku.

Tingkat kepatuhan ternyata membawa dampak pada kenaikan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir di Indonesia. Untuk itu, Wiku meminta data tersebut dapat dijadikan refleksi dalam meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pada tahun 2021.

“Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kepatuhan dalam memakai masker dan menjaga jarak sehingga dapat menghindari potensi penularan yang terjadi,” pesan Wiku.

Dan Wiku juga mengingatkan bahwa penyumbang kasus positif Covid-19 berasal dari kota-kota besar di pulau Jawa. Karena itu peningkatan kasus di kota-kota besar di Pulau Jawa harus bisa dikendalikan. Sehingga kondisi kasus Covid-19 secara nasional dapat menurun dengan drastis. Hal ini akan membawa manfaat bagi produktivitas masyarakat kembali seperti semula.

Untuk itu para pimpinan daerah diminta serius menangani perkembangan kasus Covid-19 di daerahnya. Karena hal itu akan bermanfaat besar bagi penanganan pandemi Covid-19 secara nasional.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Imbau Warga KRB III Segera Turun

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III segera turun menyusul terjadinya erupsi Gunung Merapi pada pukul 13.45 WIB, Rabu 27 Januari 2021.

“Sejauh ini kondisi Klaten, Alhamdulillah aman dan terkendali. Namun, otomatis kami minta masyarakat untuk langsung turun, yang belum mengungsi diminta untuk segera mengungsi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Klaten Sip Anwar di Klaten dilansir Antara.

Selain itu, para penambang pasir yang tadinya sempat beraktivitas normal di Kaliworo diminta untuk segera berhenti.

“Tadi juga sudah dirawuhi (didatangi) Pak Kapolres. Sejauh ini tetap aman, pengungsi juga tenang dan nyaman karena memang arahnya (awan panas) tidak ke Klaten,” katanya.

Dia mengakui sejauh ini masih cukup banyak warga yang bertahan di tempat tinggal masing-masing meskipun mereka berada di KRB III, salah satunya di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Sementara itu, Koordinator Pengungsian Balerante Zainu mengatakan sejauh ini para pengungsi yang ada di Balai Desa Balerante masih beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, masih ada beberapa warga yang belum mengungsi.

“Pengungsi masih kondusif, tetapi memang masih ada juga yang di atas,” katanya.

Dia menyatakan untuk saat ini jumlah pengungsi yang ada di lokasi tersebut sebanyak 227 jiwa dengan jumlah ternak 119 ekor.

Diketahui Rabu ini, hujan abu terjadi beberapa kali namun dalam intensitas rendah. Hujan abu terjadi beberapa kali sejak Selasa 26 Januari 2021 malam.

HY

Continue Reading

Nasional

Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Bed Khusus Pasien Covid-19

Published

on

By

Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Bed Khusus Pasien Covid-19

Channel9.id-Surabaya. Terus meningkatnya kasus virus corona di Jawa Timur khususnya kota Surabaya meskipun saat ini sudah memasuki PSBB ketat jilid II Namun belum mengubah kondisi RS yang masih penuh pasien COVID-19.

Menyikapi hal ini Pemkot Surabaya akan menambah kapasitas bed khusus pasien Covid-19 di rumah sakit guna mengantisipasi penumpukan pasien di IGD.

“Kita sudah siapkan, untuk COVID-19 sendiri ruang antrean di IGD sudah kita tambah di RSUD Soewandhie 33 bed, dari 15 jadi 48,” kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di ruang kerjanya, Rabu (27/1/21).

Sementara untuk penambahan bed di ruang ICU, Pemkot Surabaya belum bisa melakukannya. Sebab ada beberapa hal yang masih dipertimbangkan. Salah satunya SDM tenaga medis. Meskipun tempat dan berbagai peralatan medis sudah ada.

“Kalau ICU kita tidak bisa serta merta menambah bednya. Walaupun tempatnya, alatnya ada, tapi kan butuh tenaga medisnya,” ujarnya.

Whisnu pun berharap agar tidak ada penambahan pasien COVID-19 di RS, masyarakat di Surabaya tetap menjaga protokol kesehatan. Jika merasakan gejala, segera memeriksakan diri agar segera tertangani dan tidak menularkan ke keluarga.

Berkaca dari pengalaman isolasi mandiri justru malah menimbulkan adanya klaster keluarga untuk itu Pemkot Surabaya tidak menyarankan untuk isolasi mandiri di rumah

“Untuk mengantisipasi itu, sudah tidak ada isolasi di rumah. Karena pengalaman isolasi mandiri justru ada menjadi klaster keluarga. Kalau keluarganya keluar, bisa menjadi klaster kampung. Makanya kalau ada yang positif tanpa gejala (OTG), kita isolasi di Hotel Asrama Haji, supaya lebih terkontrol dan tidak ada klaster,” pungkasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Positif Corona Bertambah 11.948, Jabar Penyumbang Terbanyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 11.948 pada Rabu, 27 Januari 2021. Dengan penambahan tersebut, total kasus Covid-19 di tanah air berjumlah 1.024.298, sejak ditemukan kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Tercatat penambahan 387 orang meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona, sehingga total pasien meninggal akibat Covid-19 total berjumlah 28.855.

Baca juga: Tembus Satu Juta, Kasus Covid-19 Bertambah 13.095

Adapun pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 10.974 orang. Dengan penambahan tersebut, jumlah penderita yang sembuh mencapai 831.330 orang.

Sebanyak 11.948 kasus baru Covid-19 diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 77.788 spesimen dalam sehari. Dalam jangka waktu yang sama, ada 46.491 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 8.959.395 spesimen terhadap 5.978.128 orang yang diambil sampelnya.

Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali menjadi  penyumbang tertinggi kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dengan penambahan sebanyak 3.198 kasus positif, Jabar menjadi peringkat pertama sebaran kasus Covid-19. Disusul DKI Jakarta yang menambah 2.314 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.678 kasus.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC