Connect with us

Lifestyle & Sport

Tips Tubuh Tetap Bugar Selama Berpuasa di Masa Pandemi

Published

on

Tips Tubuh Tetap Bugar Selama Berpuasa di Masa Pandemi

Channel9.id-Jakarta. Mulai Selasa (13/4) ini, seluruh umat muslim di dunia menginjakkan kaki di bulan Ramadan. Di masa ini, mereka yang telah memenuhi syarat diwajibkan berpuasa.

Namun, sebagaimana telah diketahui, saat ini pandemi COVID-19 masih melanda dunia. Adapun penyakit ini baru bisa dicegah bila seseorang menjaga kebugaran tubuh dengan, salah satunya, mengonsumsi makanan bergizi.

Sementara itu, selama berpuasa, seseorang tak boleh makan dari Subuh hingga Maghrib tiba. Hal ini sering kali membuat tubuh lesu dan lemas, lantaran tak ada asupan makanan. Tak heran bila kekhawatiran akan tertular jadi meningkat di masa ini. Terlebih karena beban keseharianmu tetap sama seperti sebelum Ramadan.

Meski begitu, Kamu tak perlu khawatir berlebihan. Kamu bisa menjaga kebugaran tubuh sembari mencegah penularan COVID-19 saat berpuasa dengan melakukan tips ini.

1. Tidur yang cukup
Tidur merupakan salah satu kebutuhan hidup krusial yang harus dipenuhi. Aktivitas ini telah terbukti memengaruhi kebugaran tubuh. Selain itu, tidur cukup juga bisa mengurangi stres, yang berandil menjaga kesehatan mental dan fisik.

Sementara itu, kurang tidur akan membuat seseorang mudah lemas dan lelah, bahkan kekebalan tubuh juga ikut menurun—yang membikin penyakit mudah menyerang. Untuk itu, cukupilah kebutuhan tidur selama 6-8 jam per hari. Terlebih selama melaksanakan puasa di masa pandemi COVID-19, sehingga tubuh tak mudah lelah saat puasa dan kekebalan tubuh terjaga.

2. Penuhi kebutuhan cairan
Cukupilah kebutuhan cairan selama berpuasa dengan minum air minimal delapan gelas per hari, dua gelas pada waktu berbuka puasa, empat gelas pada waktu makan malam hingga menjelang tidur dan dua gelas saat sahur.

Jika kebutuhan itu tak dipenuhi, Kamu bisa dehidrasi dan Kamu jadi lemas dan lelah selama puasa.

3. Konsumsi makanan bergizi
Telah disinggung sebelumnya, mengonsumsi makanan bergizi merupakan salah satu kunci untuk menjaga kebugaran tubuh. Menimbang waktu makan terbatas, Kamu harus menerapkan pola ini selama berbuka puasa dan sahur.

Usahakan untuk tak melewatkan sahur agar tubuhmu tak lemas. Di waktu ini, pilihlah makanan dengan pati dan serat tinggi agar perut kenyang lebih lama dan tubuh berenergi, sehingga puasa bisa dijalani dengan lancar selama pandemi COVID-19.

Sementara itu, saat buka puasa, jangan makan berlebihan karena bisa membikin perut kembung. Kamu disarankan untuk mengawali buka puasa dengan minum air putih, makanan rendah lemak, dan bergula alami untuk memberi energi pada tubuh. Jika ingin makan berat—misalnya setelah salat Tarawih, pilihlah makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, dan serat.

Kamu juga bisa mengonsumsi multivitamin untuk membantu menjaga stamina tubuh selama berpuasa. Selain itu, kemungkinan untuk terhindar dari penyakit juga lebih besar, Kamu pun lebih segar dan bugar sehingga bisa beraktivitas dengan baik.

4. Olahraga ringan agar tetap bugar saat puasa
Cobalah untuk berolahraga ringan guna menjaga kebugaran tubuh selama puasa. Menimbang COVID-19 mudah menular, sebaiknya lakukan kegiatan ini di dalam rumah. Kemudian pilihlah jenis olahraga yang tak terlalu menguras energi, seperti jogging kecil, yoga, bersepeda, dan berenang. Kamu bisa melakukannya 30–60 menit menjelang berbuka puasa.

5. Perhatikan kebersihan
Hal terpenting yang tak boleh Kamu lupakan untuk mencegah penularan COVID-19 ialah menjaga kebersihan.

Sehabis keluar dari rumah, segeralah cuci tangan dan menanggalkan pakaian. Bila perlu, langsunglah mandi. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan diri, kebugaran dan kesehatanmu bisa terjaga selama puasa meski pandemi COVID-19 masih ada.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Makin Malas, Bolehkah Nasi Goreng dan Makanan Cepat Saji Jadi Menu Sahur?

Published

on

By

Nasi Goreng dan Makanan Cepat Saji Jadi Menu Sahur?

Channel9.id-Jakarta. Bulan Ramadan segera berakhir. Sebagian orang mungkin mulai kehilangan semangat menyetok menu-menu sehat untuk sahur dan puasa. Mereka berdalih ‘tanggung’ atau ‘makan sahur seadanya’ karena sebentar lagi Lebaran. Mereka jadi enggan berbelanja. Alhasil, mereka cenderung fokus untuk mengenyangkan perut dan mengabaikan asupan nutrisi.

Adapun salah satu menu yang kemungkinan dikonsumsi saat sahur ialah nasi goreng. Selain mudah dibuat dan tak memerlukan banyak bahan, makanan ini memang lezat jika si pemasak memang lihai memasaknya.

Bukan cuma nasi goreng, ada juga kemungkinan untuk memesan makanan cepat saji seperti pizza. Kamu cukup memesan lewat ponsel, kemudian duduk menanti datangnya kurir membawa pesanan untuk sahur.

Namun, sebetulnya apakah boleh makan nasi goreng atau makan cepat saji saat sahur?

Perihal nasi goreng, sebetulnya tak ada larangan untuk menjadikannya menu saat sahur. Terlebih karena proses pembuatan nasi goreng yang terbilang mudah dan sebentar. Sayangnya, nasi goreng mengandung cukup banyak minyak.

Adapun makan makanan berminyak bisa membuatmu cepat haus. Pasalnya, ketika makanan ditumis atau digoreng, kandungan minyak yang ada pada makanan tersebut akan hilang dan digantikan oleh lemak. Hal ini juga yang menyebabkan makanan berminyak mengandung tinggi lemak dan kalori.

Jadi, selain membuatmu gampang haus, nasi goreng juga mengandung lemak dan kalori yang cukup banyak.

Sementara itu, menyoal makan makanan cepat saji seperti pizza dan hotdog pun punya efek yang serupa. Makanan ini mengandung garam yang tinggi. Adapun asupan garam (sodium) yang terlalu tinggi bisa mengganggu keseimbangan cairan pada tubuh, dilansir dari Moment of Science. Saat cairan tubuh tak seimbang, Kamu jadi jadi cenderung haus, lebih-lebih saat berpuasa.

Ingat, salah pilih makan saat sahur berisiko mengganggu puasamu, lo. Tentu sayang sekali jika puasamu ‘bolong’ di penghujung Ramadan hanya karena salah pilih menu sahur. Maka dari itu, perhatikanlah makanan yang Kamu makan saat sahur karena selama berpuasa Kamu tak akan makan dan minum apa pun.

Jika memang ingin makan nasi goreng saat sahur, cobalah untuk menyeimbangkan nutrisinya dengan menambahkan potongan sayur dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Tambahkan juga lauk seperti daging ayam, daging sapi, atau telur untuk memenuhi kebutuhan protein. Jangan lupa, perbanyak minum air putih saat sahur untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Dengan demikian, kebutuhan nutrisimu bisa terpenuhi.

Hal yang sama juga berlaku ketika Kamu memilih makanan cepat saji untuk sahur. Usahakan untuk mengonsumsi makanan lain yang kaya nutrisi.

Hal lain yang tak kalah penting, perhatikan pula asupan makanan saat buka puasa dan makan malam.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bahaya Jika Diabaikan, Ini Dia Cara Bersihkan Pusar dengan Benar

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bagi sebagian orang, akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk bersantai dan merawat diri. Nah, apakah di waktu yang luang ini Kamu juga memerhatikan dan menjaga kebersihan pusarmu?

Hingga Kamu membaca artikel ini, mungkin Kamu masih abai terhadap kebersihan pusar. Memang sih, saat ini masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya kebersihan pusar.

Sebetulnya pusar harus dibersihkan secara berkala, lo. Pasalnya, pusar bisa menjadi habitat kuman dan bakteri untuk berkembang biak. Itulah sebabnya, jika tak dibersihkan, pusar bisa menguarkan bau tak sedap. Bahkan, penumpukan kuman ini berpotensi menyebabkan penyakit, lo. Kamu bisa mengalami iritasi, reaksi alergi, infeksi, hingga pusarmu jadi rentan terkena beragam macam gangguan kesehatan.

Kamu tak mau ‘kan hal-hal itu terjadi? Maka dari itu, bersihkanlah pusar secara berkala, paling tidak, seminggu sekali. Untuk membersihkannya, ikutilah tips berikut ini.

1. Bersihkan dengan sabun saat mandi
Cara termudah untuk membersihkan pusar ialah pada saat mandi. Pertama, campurkan air dengan sabun mandi secukupnya. Kemudian celupkan kain atau handuk bersih ke dalam campuran tersebut. Lalu mulailah membersihkan pusar dengan menyekanya secara lembut. Setelah selesai, bilas pusar dengan bersih dan keringkanlah dengan kain bersih atau tisu.

Sebagai catatan, pastikanlah pusar selalu kering. Pasalnya kondisi yang lembab berisiko mempercepat perkembangbiakan bakteri atau jamur.

2. Gunakan baby oil hingga minyak zaitun
Kamu juga bisa menggunakan baby oil. Untuk membersihkannya, Kamu harus dalam posisi berbaring. Lalu teteskan baby oil ke lubang pusar dan diamkan beberapa menit. Sekiranya kotoran pusar sudha melunak, gosok secara perlahan dengan kapas hingga kotoran terangkat. Setelahnya, keringkan pusar.

Selain menggunakan baby oil, Kamu juga bisa menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, ataupun losion tubuh.

3. Pakai air lemon
Cara lainnya, Kamu bisa membersihkan pusar dengan air lemon. Untuk menggunakannya, rendam kapas dengan perasan air lemon. Lalu gosok lembut area pusar dengan kapas tersebut.

Selain itu, air lemon juga membantu menghilangkan bau akibat tumpukan kotoran yang ada di pusar, lo.

4. Pakai scrub
Atau, Kamu bisa membersihkan pusar dengan scrub alami dari campuran kopi bubuk dan air. Menggunakan campuran ini nyaris serupa saat menggunakan lulur tubuh. Namun, Kamu harus menggosok di pusar, lakukan secara perlahan. Sebab kulit bagian pusar sangat tipis, sensitif, dan rentan iritasi.

Pada kasus tertentu, di mana Kamu tak membersihkan pusar dalam jangka waktu yang sangat lama—misalnya bertahun-tahun, sehingga pusarmu punya kerak yang tebal dan bau tak sedap yang parah, Kamu mungkin harus ke dokter untuk membersihkannya.

Disadari atau tidak, penyebab utama pusar beraroma tak sedap ialah endapan keringat dan sisa sabun yang ada di pusar. Maka dari itu, jangan lupa untuk membersihkan pusar secara berkala, minimal seminggu sekali.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC