Twitter Salah Hitung Jumlah Penggunanya di Rentang 2019 dan 2021
Techno

Twitter Salah Hitung Jumlah Penggunanya di Rentang 2019 dan 2021

Channel9.id-Jakarta. Twitter mengumumkan bahwa pihaknya telah melebih-lebihkan jumlah pengguna platform antara 2019 dan 2021. Di laporan keuangan terbarunya, Twitter mengatakan bahwa pihaknya tak sengaja menghitung pengguna dengan banyak akun sebagai banyak pengguna. Selisih jumlahnya tak lebih dari 2 juta, namun tetap saja mencerminkan pertumbuhan Twitter yang lebih terbatas.

Perihal pendapatan, Twitter mendapat $1,20 miliar di kuartal pertama, di mana $1,11 miliar berasal dari iklan. Kemudian $94 juta berasal dari “langganan dan pendapatan lainnya.” Pendapatan juga berasal dari penjualan platform iklan seluler Twitter, MoPub, kepada AppLovin seharga $1,05 miliar. Meskipun demikian, perusahaan mengalami kerugian operasional sebesar $128 juta.

Twitter mendefinisikan jumlah penggunanya dengan istilah “penggunaan harian rata-rata yang dapat di monetisasi (average monetizable Daily Usage/mDAU).” Ini berarti jumlah orang yang menggunakan platform, yang benar-benar bisa menjadi ladang penghasilan.

Pada kuartal pertama 2022, angka itu adalah 39,6 juta untuk AS, dan 189,4 juta untuk seluruh dunia. Ini merupakan peningkatan yang signifikan, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sebagai bagian dari revisi, Twitter menerbitkan mDAU terbaru di Q4 2021, dan menyebutkan bahwa pihaknya memiliki 37,5 juta mDAU di AS dan 177,3 juta secara global.

Ini menarik untuk mempertanyakan berapa banyak nilai yang bisa didapat dari platform yang telah merugi $128 juta hanya dalam satu kuartal. Mengingat Twitter baru saja dibeli Elon Musk, pihak keuangan percaya bahwa Musk akan membebani Twitter karena utangnya $13 miliar (saat ini berutang sekitar $5 miliar). Ini artinya ia perlu menghasilkan lebih dari satu miliar laba murni setiap tahun hanya untuk memenuhi membayar bunga hutang.

(LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

6  +  2  =