Hot Topic Nasional

Usut Tuntas! Mahfud Segera Bentuk Satgas, Tindaklanjuti Transaksi Mencurigakan Rp349,8 Triliun

Channel9.id – Jakarta. Rapat Gabungan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) memutuskan akan segera membentuk Satgas untuk menindaklanjuti terkait adanya dugaan transaksi mencurigakan Rp 349,8 triliun di Kemenkeu.

Pasca gonjang-ganjing umbar data terkait transaksi mencurigkan senilai Rp 349,8 triliun, hari ini digelar rapat anggota tim komite TPPU dipimpin oleh Mahfud MD sebagai ketua. Hasilnya lumayan ada kemajuan, salah satunya akan membentuk satgas.

Menurut Mahfud Md, rapat anggota tim komite TPPU kali ini, merupakan kali kelima tekait dengan adanya dugaan transakai janggal sebesar Rp 349,8 triliun di Kementerian Keuangan.

Usai gelar rapat kali kelima anggota komite TPPU, Mahfud Md mengungkapkam hasil-hasil rapat tersebut. Menurut dia, ada tujuh butir hasil rapat anggota komite TPPU seperti yang disampaikan Mahfud Md kepada par awak media.

“Pertemuan ini adalah rapat yang kelima kalinya dilakukan oleh Komite (baik di tingkat pengarah maupun pelaksana) setelah Ketua Komite dan Kepala PPATK mengadakan rapat dengan Komisi III DPR pada tanggal 29 Maret 2023 dan Rapat Menteri keuangan dengan Komisi XI DPR RI tanggal 27 Maret 2023,” kata Mahfud Md membuka konferensi pers usai rapat, Senin 10 Aprik 2023.

Kemudian Mahfud mengatakan hasil pertemuan hari ini sebagai berikut, pertama, tidak ada perbedaan data antara yang disampaikan oleh Menko Polhukam sebagai Ketua Komite di Komisi III DPR tanggal 29 Maret 2023 dengan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan di Komisi XI DPR tanggal 27 Maret 2023 karena sumber data yang disampaikan sama Data Agregat Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK tahun 2009-2023.

Namun kantanya, terlihat berbeda karena cara klasifikasi dan penyajian datanya yang berbeda. Keseluruhan LHA/LHP mencapai 300 surat dengan total nilai transaksi agregat lebih dari Rp 349 triliun.

“Kemenko Polhukam mencantumkan semua LHA/LHP yang melibatkan pegawai Kementerian Keuangan, baik LHA/LHP yang dikirimkan ke Kemenkeu, maupun LHA/LHP yang dikirimkan ke APH yang terkait dengan pegawai Kemenkeu, dengan membaginya menjadi 3 cluster,” lanjut Mahfud.

Sebaliknya Menteri Keuangan, jelas Mahfud Md, hanya mencantumkan LHA/LHP yang diterima, tidak mencantumkan LHA/LHP yang dikirimkan ke APH yang terkait pegawai Kemenkeu.

Kedua lanjut Mahfud, dari surat 300 LHA/LHP yang diserahkan PPATK sejak tahun 2009 hingga tahun 2023 kepada Kementerian Keuangan maupun kepada Aparat Penegak Hukum (APH), sebagian sudah ditindaklanjuti, namun sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian, baik oleh
Kementerian Keuangan maupun APH.

“Ketiga, Kementerian Keuangan sudah menyelesaikan sebagian besar LHA/LHP yang terkait dengan tindakan administrasi terhadap pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti terlibat sesuai dengan Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang ASN jo. PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” beber Mahfud.

Hasil rapat keempat, Kementerian Keuangan akan terus menindaklanjuti dugaan terjadinya Tindak Pidana Asal (TPA) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai ketentuan Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU yang belum sepenuhnya dilakukan, bekerja sama dengan PPATK dan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Kelima, untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan nilai transaksi agregat Rp 189.273.872.395.172 pengungkapan dugaan Tindak Pidana Asal (TPA) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kata Mahfud kasus itu sudah dilakukan langkah hukum terhadap TPA dan telah menghasilkan putusan pengadilan hingga Peninjauan Kembali (PK).

“Namun Komite memutuskan untuk tetap melakukan tindak lanjut termasuk hal-hal yang selama ini belum masuk kedalam proses hukum (case building) oleh Kementerian Keuangan,” kata Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Keenan, komite akan segera membentuk Tim Gabungan/Satgas yang akan melakukan supervisi untuk menindaklanjuti keseluruhan LHA/LHP nilai agregat sebesar Rp 349.874.187.502.987,00 dengan melakukan Case Building (membangun kasus dari awal).

Tim Gabungan/Satgas akanmelibatkan PPATK, Ditjen Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, Bareskrim Polri, Pidsus Kejagung, Bidang Pengawasan OJK, BIN, dan Kemenko Polhukam. Komite akan melakukan case building dengan memprioritaskan LHP yang bernilai paling besar karena telah menjadi perhatian masyarakat. Dimulai dengan LHP senilai agregat Rp 189 triliun.

“Komite dan Tim Gabungan/Satgas akan bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel” tutupnya.

Pertemuan dihadiri antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wakil Ketua Komite TPPU), Menteri Keuangan (Anggota Komite TPPU), Menteri Hukum dan HAM (Anggota Komite TPPU), dan Kepala PPATK (Sekretaris Komite TPPU) serta para Pejabat esselon I pada Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Komite TPPU.

Baca juga: Makin Seru! Mahfud MD Tantang Arteria Dahlan: Berani Ancam Kepala BIN 10 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +    =  8