Connect with us

Ekbis

Vaksinasi Covid-19 Jadi Momentum Positif Perekonomian

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia. Selain itu, vaksinasi ini juga menjadi momentum positif bagi tumbuhnya perekonomian ke depan.

Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selepas tahapan vaksinasi perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/01).

“Ini tentunya merupakan momentum yang sangat positif untuk kita terutama dari sisi kesehatan dan akan berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian ke depan,” ujar Rosan.

Baca juga: Kadin Perkirakan Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Berlanjut di Kuartal III 2020

Menurutnya, vaksinasi yang secara gratis diberikan pemerintah kepada masyarakat dapat mempercepat akselerasi dan transformasi dari perekonomian yang belakangan sudah terbina dan berjalan dengan menunjukkan indikasi menuju pemulihan.

“Kami meyakini ini adalah suatu hal yang sangat signifikan untuk kita ke depannya terutama untuk perbaikan sistem ekonomi kita ke depan,” tuturnya.

Meski demikian, Kepala Negara berpesan agar kalangan dunia usaha dan industri tetap harus mengarahkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan bagi para pekerja atau karyawannya.

“Tapi saya juga berpesan agar perusahaan-perusahaan tetap (disiplin). Seluruh karyawannya untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Itu Pak Rosan titipan saya,” ucap Jokowi.

“Baik, Pak, akan kita laksanakan,” sahut Rosan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

IHSG Menguat 1,71%, Saham ANTM Terbang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham (IHSG) ditutup menguat 1,71% atau 107,90 ke level 6.429,76 pada perdagangan Rabu, 20 Januari 2021. Nyaris seluruh sektor saham menguat. Tercatat hanya sektor barang konsumsi yang melemah 0,62%.

Pendorong kenaikan indeks tertinggi yaitu sektor tambang dengan naik 5,60%. Selanjutnya, sektor industri dasar naik 2,51%, sektor keuangan menguat 2,33%, sektor infrastruktur naik 1,62%.

Selanjutnya sektor konstruksi dan properti naik 0,96%, sektor manufaktur menguat 0,65%, sektor perdagangan dan jasa menguat 0,70%, sektor perkebunan naik 0,71%, dan sektor aneka industri menguat 0,37%.

Baca juga: IHSG Ambrol 1,06%, Sejumlah Saham Kena ARB 

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat naik 17,71% ke level 3.190, setelah pada perdagangan kemarin, Selasa (19/01) sempat turun tajam hingga ke 2.710. Bahkan, ANTM sempat terkena Auto Reject Bawah (ARB) lantaran turun tajam.

Saham ANTM juga menjadi top gainer LQ45 pada akhir perdagangan Rabu (20/01). Disusul  PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melesat 12,88% dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 11,76%

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top loser LQ45 lantaran turun sebesar 2,3%. Lalu PT XL Axiata Tbk (EXCL) melorot 2,28% dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang turun 0,77%.

Investor asing melakukan net buy Rp686,21 miliar hingga jelang penutupan. Saham bank plat merah masih menjadi incaran.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp282,7 miliar dan Rp257,5 miliar.

Continue Reading

Ekbis

APBD dan Investasi Diharapkan Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia, dan berdampak tak hanya pada bidang ekonomi namun pada seluruh aspek kehidupan. Atas dasar itu, APBN dan APBD menjadi salah satu instrumen utama dalam upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori dalam Sosialisasi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 903/145/SJ tentang Percepatan Pelaksanaan APBD TA 2021 dan Kemudahan Investasi di Daerah dalam rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Rabu (20/01).

“Berkaitan itu dukungan APBN, APBD serta investasi yang berasal dari dalam negeri dan juga luar negeri diharapkan dapat terlaksana percepatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan Pak Presiden sudah menginstruksikan untuk mulai merancang upaya pemulihan ekonomi kuartal I Tahun 2021 sejak dini,” ujar Hudori.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Evaluasi APBD Tahun Anggaran 2020 

Dalam beleid tersebut, pemda diminta untuk mendukung percepatan penggunaan dan penyerapan APBD secara tepat sasaran, sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Selain itu, kepala daerah juga diminta  mempermudah investasi di daerah, baik oleh investor dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri, melalui  proses perizinan yang lebih mudah dan cepat, pemberian insentif, dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Surat edaran ini juga sebetulnya juga melaksanakan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU Nomor 9 Tahun 2015, UU Nomor 11 Tahun 2020, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019,” jelas Hudori.

Surat Edaran ini difokuskan pada dua hal, yaitu pada penggunaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan percepatan kemudahan investasi di daerah.

Pertama, untuk penggunaan APBD Tahun 2021, pemda diminta melakukan percepatan pelaksanaan APBD dengan melakukan proses pelelangan kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBD yaitu pada awal tahun anggaran untuk menghindari terjadi penumpukan di akhir tahun anggaran.

Kedua, adalah percepatan kemudahan investasi daerah, pemerintah daerah diminta untuk mendorong peningkatan investasi di daerah yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri, sesuai dengan potensi di daerah masing-masing.

“Sehingga sumber pendanaan dalam pelaksanaan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBN dan APBD tetapi juga memperkuat iklim investasi daerah, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru, artinya lapangan kerja baru bisa dipacu dengan adanya mendorong APBD untuk segera dilakukan,” pungkasnya.

 

 

Continue Reading

Ekbis

Naik Lagi, Emas Antam Dibanderol Rp954.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus merangkak naik. Melanjutkan tren positifnya, logam mulia Antam dijual Rp954.000 per gram atau naik Rp2.000 pada perdagangan Rabu (20/01).

Sebelumnya, emas Antam dijual Rp952.000 per gram pada Selasa (19/01). Sementara itu, harga buy back atau beli kembali juga ikut naik sebesar Rp2.000 menjadi Rp833.000 per gram.

Baca juga: Asyik, Emas Antam Naik Rp8.000 

Berikut daftar harga emas Antam pada Rabu, 20 Januari 2021:

  1. Emas batangan 1 gram Rp954.000
  2. Emas batangan 2 gram Rp1.848.000
  3. Emas batangan 3 gram Rp2.747.000
  4. Emas batangan 5 gram Rp4.545.000
  5. Emas batangan 10 gram Rp9.035.000
  6. Emas batangan 25 gram Rp22.462.000
  7. Emas batangan 50 gram Rp44.845.000
  8. Emas batangan 100 gram Rp89.612.000
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC