Connect with us

Hukum

Ini Daftar yang Bakal Diperiksa Soal Kerumunan Rizieq, Wagub DKI Salah Satunya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan klarifikasi terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, hari ini, Senin (23/11).

Klarifikasi tersebut terkait dengan kerumunan serta dugaan pelanggaran protokol kesehatan di kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Riza sebelumnya akan diperiksa pada Kamis 19 November lalu, akan tetapi dia berhalangan hadir. Ketidakhadiran Riza lantaran dirinya menghadiri acara Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Penuhi Panggilan Polisi

Riza pun mengaku dirinya telah menyampaikan surat kepada penyidik ketika tidak bisa hadir memenuhi klarifikasi ke Polda Metro Jaya.

Menurutnya, ketika menyampaikan surat ketidakhadiran, Riza meminta klalirifikasi terhadapnya dilakukan pada Jumat 20 November, tetapi penyidik menyesuaikan jadwal tersebut menjadi Senin (23/11).

“Saya sebagai wagub Rabu 18 November malam terima surat panggilan untuk klarifikasi hari ini Kamis, 19 November pukul 10.00 WIB. Karena tidak bisa saya minta hari Jumat, besok. Tapi karena polda ada acara, jadi direncanakan hari Senin 23 November pukul 11.00 WIB,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/11).

Dirinya mengaku siap hadir memberi klarifikasi pada hari Senin besok. Politisi Partai Gerindra itu menyatakan akan memberikan klarifikasi secara jujur berdasarkan data dan fakta yang ada.

Pada Kamis lalu, seharusnya Riza akan diklarifikasi bersama dengan tiga orang lainnya. Ketiganya yaitu, Senior Manager Of Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Ketua Panitia akad nikah.

“Dua di antaranya berhalangan hadir yakni Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dan panitia pernikahan anak dari Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/11).

Pemeriksaan Avsec Bandara Soekarno-Hatta dilakukan untuk mengetahui apakah pada saat kedatangan Rizieq Shihab sesuai dengan protokol kesehatan atau tidak.

Sementara, pejabat Dinas Kesehatan DKI Jakarta diklarifikasi guna mencari apakah penyebaran virus tersebut bisa tersebar di antara kerumunan tersebut.

Selain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat juga mengagendakan klarifikasi terhadap beberapa orang terkait kerumunan massa di acara Habib Rizieq di Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor pada Kamis 12 November lalu. Termasuk di dalamnya Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade pada awalnya akan diperiksa pada hari Jumat (20/11), namun demikian dia tidak hadir. Ketidakhadiran Ade dikarenakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, penyidik Polda Jabar telah mendapat informasi resmi secara tertulis yang menyatakan Bupati Bogor Ade Yasin tidak bisa hadir di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar. Menurutnya, jadwal pemeriksaan selanjutnya belum ditentukan.

“Untuk Bu Ade (Yasin) kami sudah menerima informasi bahwa beliau tidak bisa datang karena sakit (positif Covid-19). Nanti dijadwal (pemeriksaan) ulang,” kata Kabid Humas di Mapolda Jabar, Jumat (20/11).

Selain Ade, ada sembilan orang lain yang rencananya akan diklarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol Covid-19 tersebut. Kesembilan orang tersebut antara lain, Kepala Desa Sukagalih Megamendung Alwasyah Sudarman, Ketua RW 3 Agus, Camat Megamendung Endi Rismawan, dan Kepala Satpol PP Pemkab Bogor A Agus Ridallah.

Kemudian, panitia acara sekaligus pengurus FPI Habib Muchsin Al Atas, Kepala Desa Kuta Kusnadi, Ketua RT 1 Marno, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bogor Burhanudin, dan Aiptu Dadang Sugiana, anggota Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Tak hanya Ade yang tidak hadir dengan alasan sakit dalam agenda pemeriksaan itu. Ketua RW 3 Agus pun juga tidak hadir.
Panitia acara di Megamendung, Bogor, Habib Muchsin Alatas, tidak menghadiri agenda pemeriksaan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. Muchsin Alatas tidak memberikan keterangan apapun terkait ketidakhadirannya.

Selain tiga orang di atas yang tidak hadir, semuanya menyanggupi panggilan pemeriksaan. Mereka antara lain, Kades Sukagalih Megamendung Alwasyah Sudarman, Camat Megamendung Endi Rismawan, Kasatpol PP Pemda Bogor Agus Ridallah, Kades Kuta Kusnadi, Ketua RT 1 Marno, Sekda Bogor Burhanudin, dan Babinkamtibmas Aiptu Dadang Sugiana.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

KPK Tangkap Wali Kota Cimahi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. Ajay ditangkap bersama beberapa orang lainnya Jumat, 27 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski demikian, belum dijelaskan dugaan kasus apa yang menjerat Ajay. Adapun Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, ketika dikonfirmasi mengenai OTT ini belum menjawab. Namun, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar,” kata Nurul Ghufron, saat dikonfirmasi, dikutip detikcom, Jumat (27/11).

Baca juga : KKP Digeledah Hari Ini, KPK Jamin Barang Bukti Aman

Dia diduga terlibat dalam transaksi suap. Belum diketahui detail penangkapan itu terkait kasus apa.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjerat OTT.

Diketahui KPK terakhir kali menggelar OTT pada Rabu (25/11). Saat itu, KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, atas dugaan suap ekspor benih lobster.

IG

Continue Reading

Hot Topic

KKP Digeledah Hari Ini, KPK Jamin Barang Bukti Aman

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (26/11) berencana melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penggeledahan dilakukan terkait penangkapan dan penetapan tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada 25 November lalu.

“Mudah-mudahan besok (Jumat hari ini) akan kami laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses yang sebagaimana kita ketahui dari hasil penyidikan awal dan ruang-ruang yang harus kami geledah,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Jakarta, Kamis (26/11).

Meski penggeledahan dilakukan selang beberapa hari setelah penangkapan, lanjut Karyoto, KPK meyakini barang bukti yang ada di gedung tersebut akan tetap aman. Hal tersebut lantaran tim penyidik KPK telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan yang ada.

“Kemarin kami sudah segel (beberapa ruangan). Sehingga mungkin dari kemarin tidak ada yang masuk di tempat yang akan kami geledah,” ujarnya.

Baca juga: KPK Geledah Kantor KKP dan Rumah Dinas Edhy Prabowo 

KPK telah menetapkan tujuh tersangka setelah melakukan operasi tangkap tangan pada Rabu (25/11) dini hari. Setelah melakukan gelar perkara , KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi yakni Suharjito disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Dua Tersangka Kasus Korupsi Edhy Prabowo Serahkan Diri ke KPK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pegelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 telah menyerahkan diri.

Dua tersangka itu yakni Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) yang juga mantan Caleg PDIP dalam Pemilu 2019, Andreau Pribadi Misata (APM) dan Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Baca juga: Edhy Prabowo Diduga Terima Hadiah Terkait Perizinan Tambak Tahun 2020 

“Siang ini sekira pukul 12.00 WIB, kedua tersangka APM dan AM secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (26/11).

Kedua tersangka tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu dini hari kemarin,” ujar Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka.

“Dari gelar perkara adanya tindakan penerima hadiah dari tambak dan perikanan dan sejenis lainnya tahun 2020 menetapkan 7 orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Rabu (25/11) malam.

Nawawi menyampaikan, tersangka lain memiliki inisial SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Lima tersangka itu berstatus sebagai penerima hadiah. Sedangkan, tersangka yang diduga menjadi pemberi hadiah berinisial SJT.

Atas perbuatanya, penerima hadiah melanggar pasal 12 ayat 1 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Pemberi disangkakan pasal 5 ayat 1 a dan b, pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001, jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” kata Nawawi.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC