Connect with us

Hot Topic

WN Inggris Diduga Terlibat Terorisme dan Aliran Dana FPI, Ini Penjelasan Polri

Published

on

WN Inggris Diduga Terlibat Terorisme dan Aliran Dana FPI, Ini Penjelasan Polri

Channel9.id – Jakarta. Polri mengamankan, warga negara Inggris yang merupakan seorang istri dari teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Perempuan itu bernama Tazneen Miriam Sailar. Tazneen diamankan pihak imigrasi di Jakarta pada Selasa 2 Februari 2021.

“Bahwa bukan penangkapan tetapi mengamankan seorang warga negara Inggris di rumah Detensi Jakarta,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Februari 2021.

“Kami sampaikan bahwa ini kewenangan dari imigrasi bukan kewenangan dari pihak Polri,” lanjutnya.

Ramadhan menyampaikan, Tazneen merupakan istri seorang teroris JI bernama Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad. Namun, sang suami sudah meninggal dunia di Suriah pada 2014 lalu.

“Abu Ahmad atau Asep Ahmad Setiawan telah meninggal dunia dalam pertempuran di Suriah di tahun 2014,” kata Ramadhan.

Baca juga : PPATK: Dari 92 Beberapa Rekening FPI Terindikasi Sebagai Melawan Hukum

Ramadhan menambahkan, Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad merupakan salah satu anggota yang terafiliasi dengan Al-Qaeda.

“Almarhum Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad merupakan salah satu anggota dari jaringan teroris jamaah Islamiyah yang terafiliasi dengan Al-Qaeda dan telah meninggal di tahun 2014,” katanya.

Lebih lanjut, Ramadhan menyatakan, hingga saat ini Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami ada atau tidaknya keterlibatan Tazneen Miriam Sailar dalam kegiatan kelompok teroris.

“Jadi begini, ini masih pendalaman, peran dari WN Inggris ini masih didalami. Jadi saya hanya katakan bahwa suaminya yang terlibat (terorisme), sementara peran dari istri saudara Asep Ahmad Setiawan masih didalami penyidik Densus 88,” ujarnya.

Selain itu, Polri juga mendalami kaitan Tanzeen dengan aliran dana di rekening Front Pembela Islam (FPI) serta afiliasinya.

“Yang terkait dengan PPATK ini kan ada 92, tentunya proses itu masih dianalisa. Pastinya, penyidik akan mendalami, mendalami itu kan satu per satu. Apa kaitannya dengan istri dari seorang anggota teroris tadi. Itu salah satunya ya,” kata Ramadhan.

Untuk diketahui, Tazneen Miriam Sailar saat ini didetensi pihak Imigrasi. Perempuan yang masuk daftar terduga teroris itu pun akan segera dideportasi.

“Didetensi bukan ditahan. Perihal deportasi, Rumah Detensi (Imigrasi) Jakarta masih menunggu Kedutaan Besar Inggris untuk memfasilitasi,” ujar Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh, Rabu 3 Februari 2021.

Nursaleh menjelaskan, Tazneen tidak memiliki izin tinggal di Indonesia. Dilihat dari situs PPATK dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris, paspor Tazneen hanya berlaku sampai 18 Januari 2018.

“Melakukan pelanggaran keimigrasian. Tidak memiliki izin tinggal,” katanya.

Namun, Nursaleh enggan berkomentar perihal nama Tazneen yang masuk daftar terduga teroris. Menurutnya, Ditjen Imigrasi hanya berwenang melakukan detensi dan segera mendeportasi Tazneen karena dia melakukan pelanggaran keimigrasian.

“Apa yang menjadi kewenangan kami adalah ketika yang bersangkutan melakukan pelanggaran keimigrasian,” kata Nursaleh.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

MAKI Sesalkan Lambatnya KPK Geledah Rumah Politisi PDIP

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyesalkan lambatnya tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggeledah rumah politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

Penggeledahan itu, baru dilakukan setelah dua bulan operasi tangkap tangan (OTT) kepada pejabat dan eks Mensos Juliari Peter Batubara.

“Ibarat perang, penggeledahan itu harus ada unsur kejut dan mendadak, jika perlu malam hari atau menjelang pagi,” ujar Boyamin dalam keterangannya, Kamis (25/2).

Penyidik KPK baru menggeledah rumah Ihsan Yunus yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur pada Rabu (24/2) kemarin.

Dalam penggeledahan yang dilakukan selama kurang lebih dua jam, tim penyidik KPK gagal mengamankan barang bukti dokumen pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

“Lah geledahnya sudah sebulan dari kejadian emang dapat apa, agak sulit untuk dapat barang bukti, diduga sudah dibersihin sebelumnya. Sudah sangat terlambat,” kata dia.

Boyamin menyatakan, alasan ini yang membuat pihaknya mengajukan praperadilan terkait 20 izin yang diterbitkan Dewas KPK, tetapi tidak segera ditindaklanjuti dalam kasus dugaan suap bansos Covid-19.

KPK mengakui gagal mengamankan barang bukti usai menggeledah sebuah rumah di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga rumah yang berlokasi di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulogadung, Jakarta Timur merupakan rumah politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Polda Metro Jaya: Bripka CS Datang ke Kafe Beli Miras

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, Bripka CS datang ke sebuah Kafe di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, untuk membeli minuman keras dan berniat mabuk-mabukkan.

Diketahui, Bripka CS menjadi tersangka kasus penembakan di sebuah Kafe di kawasan Cengkareng Barat pada Kamis 25 Februari 2021 pagi. Bripka CS menembak empat orang hingga tewas. Tiga korban tewas di lokasi dan satu korban tewas saat di rumah sakit.

“Dia datang sekitar pukul 02.00 WIB langsung memesan minuman (miras),” kata Yusri dalam konferensi pers, Kamis 25 Februari 2021.

Saat kafe hendak ditutup sekira pukul 04.00 WIB, Kamis 25 Februari 2021, pelayan kafe menyerahkan bill pembayaran minuman. Dari sumber IPW, tagihan itu mencapai Rp.3.335.000.

Bripka CS tidak mau membayar dan tidak mau pergi meninggalkan kafe itu. Karena Bripka CS bersikeras, pelayan Kafe memanggil anggota TNI berinisal S yang saat itu sedang menjaga keamanan di dekat lokasi.

“Tapi dia tetap emosi hingga mencabut pistol dan menembak tiga korban,” kata Yusri.

Akibat perbuatan Bripka CS, tiga orang tewas di lokasi dengan luka tembak di tubuhnya.

Korban meninggal adalah prajurit TNI AD berinisial S. Korban meninggal lain adalah FSS dan M, yang merupakan pegawai kafe. Sementara korban luka adalah H.

“Tersangka langsung diamankan petugas lainnya, dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya,” ujar Yusri.

Kasus ini sedang ditangani oleh Bidpropam Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Propam Polri: Bripka CS Akan Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo menegaskan, Bripka CS akan diberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Diketahui, Bripka CS melakukan penembakan yang menewaskan tiga orang dan satu luka di sebuah kafe daerah Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis 25 Februari 2021.

“Sesuai Peraturan Pemerintah No 1/2003 pasal 11, 12, 13 Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Polri akan memproses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada yang bersangkutan melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU No 2/2002,” kata Sambo dalam keterangannya, Kamis 25 Februari 2021.

Sambo menyebut, anggota Polsek Kalideres, Jakarta Barat ini akan dilakukan proses pidana oleh Ditreskrimum Polda Metro.

“Selanjutnya, Propam Polri melakukan pengecekan kembali prosedur pemegang senjata api di seluruh jajaran dan wilayah baik test psikologi, latihan menembak dan catatan perilaku anggota Polri,” sebutnya.

Sambo menegaskan, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap anggota Polri untuk tidak memasuki tempat hiburan hingga sampai menenggak minuman keras.

“Selanjutnya, Propam Polri akan melakukan penertiban terhadap larangan anggota Polri untuk memasuki tempat hiburan dan meminum minuman keras termasuk penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kronologi kasus penembakan yang dilakukan Bripka CS hingga menewaskan 3 orang dan 1 luka di sebuah kafe di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis 25 Februari 2021 pagi.

Mulanya pukul 02.00 WIB, Kamis 25 Februari 2021, Bripka CS dan temannya datang ke sebuah Kafe di Cengkareng Barat. Dia datang untuk membeli minuman keras dan berniat mabuk-mabukan.

“Dia datang sekitar pukul 02.00 WIB langsung memesan minuman,” kata Yusri dalam konferensi pers, Kamis 25 Februari 2021.

Saat kafe hendak ditutup sekira pukul 04.00 WIB, Kamis 25 Februari 2021, pelayan kafe menyerahkan bill pembayaran minuman. Dari sumber IPW, tagihan itu mencapai Rp.3.335.000.

Bripka CS tidak mau membayar dan tidak mau pergi meninggalkan kafe itu. Karena Bripka CS bersikeras, pelayan Kafe memanggil anggota TNI berinisal S yang saat itu sedang menjaga keamanan di dekat lokasi.

“Tapi dia tetap emosi hingga mencabut pistol dan menembakan tiga korban,” kata Yusri.

Akibat tembakan Bripka CS, tiga orang tewas di lokasi dengan luka tembak di tubuhnya.

Korban meninggal adalah prajurit TNI AD berinisial S. Korban meninggal lain adalah FSS dan M, yang merupakan pegawai kafe. Sementara korban luka adalah H.

“Tersangka langsung diamankan petugas lainnya, dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya,” ujar Yusri.

Kasus ini sedang ditangani oleh Bidpropam Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC