Connect with us

Hot Topic

280 Daerah Pilkada Terpapar Covid-19

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat 280 dari 309 daerah kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 terpapar virus corona (Covid-19). Deputi I Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan 280 daerah itu terbagi dalam tiga kategori zona, yaitu merah, oranye, dan kuning.

“Risiko tinggi atau merah dari 45 ke 22 kabupaten/kota. Risiko sedang atau oranye dari 152 ke 176 kabupaten/kota. Risiko rendah atau kuning dari 72 ke 82 kabupaten/kota,” kata Wisnu, Selasa, 15 September 2020.

Di saat yang sama, ada 17 kabupaten/kota yang masuk ke dalam zona hijau. Daerah itu pernah memiliki kasus Covid-19, tapi saat ini sedang tidak mencatat kasus sama sekali. Satgas juga mencatat ada 12 kabupaten/kota lainnya yang tidak terdampak virus corona. Daerah-daerah ini sama sekali belum pernah mencatat kasus positif sejak awal pandemi. “Jadi dari 309 itu, yang tak terdampak hanya tinggal 12 kabupaten/kota saja,” kata Wisnu.

Baca juga : Juri: KPU dan Bawaslu Harus Satu Langkah Agar Pilkada Aman Covid-19

Pemerintah memutuskan menggelar Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember meski pandemi Covid-19 tak kunjung membaik. Pilkada diperkirakan melibatkan 105.852.716 orang di 270 daerah.

Epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra bahkan memprediksi pilkada akan menghasilkan klaster jumbo Covid-19. Dia meminta pemerintah tidak menganggap sepele pilkada di tengah pandemi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Pembakaran Kejagung, Komjak Dukung Polri Segera Ungkap Tersangka

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Kejaksaan (Komjak) berharap Bareskrim Polri bisa bekerja secara transparan mengungkap tersangka pembakaran Gedung Kejagung.

Terlebih, dalam konferensi pers Kamis (17/9) kemarin, Polri menyebut ada unsur pidana di balik insiden kebakaran itu.

“Kita harapkan Mabes Polri bisa menyidik tuntas kasus ini secara cepat. Sebab proses penyidikan sudah dimulai dan kalau ditemukan bukti-bukti awal adanya dugaan sumber api dan dugaan pasal yang dilanggar maka tentu saja siapa calon tersangkanya juga sudah ada di tangan Polri,” kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak, Jumat (18/9).

Barita menilai, transparansi merupakan hal yang penting. Hal ini supaya publik tidak berspekulasi jauh mengenai insiden terbakarnya gedung utama Kejagung. Komjak sepenuhnya mendukung Polri mengusut tuntas pelaku pembakaran.

“Penting agar kepastian tentang kebakaran ini tuntas dan tidak berkembang menjadi spekulasi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkotika

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Bea Cukai Soekarno Hatta bersinergi dengan Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika melalui modus false concealment pada Kamis (20/8).

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Finari Manan menyampaikan, kronologi penindakan dilakukan terhadap sebuah barang kiriman dari Malaysia atas nama CMC dengan penerima berinisial SB yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap barang kiriman tersebut, petugas mendapati makanan ringan dengan jumlah yang cukup banyak. Petugas yang menemukan kejanggalan pada dinding kemasan paket tersebut membongkar empat sisinya.

“Di keempat sisi tersebut ditemukan enam paket plastik berisi serbuk putih yang setelah dites menggunakan alat uji narkotika merupakan sabu dengan total berat mencapai 2.092 gram. Barang bukti tersebut kemudian kami serahterimakan kepada Bareskrim Polri,” kata Finari dalam keterangan resminya, Jumat (18/9).

Untuk menindaklanjuti kasus ini, pada Senin (25/8), Bea Cukai Soekarno Hatta bersinergi dengan Bareskrim Polri melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut. Petugas gabungan berhasil mengamankan seseorang berinisial MD yang merupakan calon penerima barang.

Dari hasil pemeriksaan petugas, MD diminta kakaknya yang berinisial MH mengambil paket tersebut. Petugas gabungan kemudian mengamankan MH dan dari keterangannya dirinya mengakui diperintah seseorang berinisial AH alias HA alias HE yang saat ini masuk ke dalam daftar pencarian orang dan tengah berada di Malaysia.

Pengembangan terus dilanjutkan. Kali ini petugas mengamankan seorang tersangka berinsial ZT alias JJ yang mengambil tiga paket narkotika seberat 1.000 gram yang dikirimkan oleh MH atas perintah AH. Dari tangan ZT alias JJ petugas mengamankan sabu seberat 42 gram, 2 buah telepon genggam, 2 buah timbangan digital, dan 1 pax plastik klip.

Dari keterangannya, ia diperintah oleh seorang berinisial OK yang berada di lembaga permasyarakatan Cipinang. Dari pengembangan kasus atas keterangan ZT alias JJ, petugas berhasil mengamankan dua orang berinisial NR dan IA serta sabu seberat 300 gram, dan seorang berinisial AM yang menerima sabu seberat 0,5 gram dari tersangka ZT alias JJ atas perintah OK.

Penindakan di atas menambah daftar panjang kasus penyelundupan narkotika yang berhasil diungkap Bea Cukai Soekarno Hatta. Dalam kurun waktu Januari hingga September 2020, Bea Cukai Soekarno Hatta telah berhasil melakukan penindakan terhadap 177 kasus penyelundupan narkotika. Dari angka tersebut, terdapat 31 kasus penyelundupan narkotika dengan modus barang bawaan penumpang dan 146 kasus dengan modus barang kiriman. Total barang bukti yang berhasil diringkus mencapai 48.278 gram.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Kebakaran Kejagung, DPR: Kalau Ada Kesengajaan, Harus Diusut Tuntas Pelakunya

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin berharap Bareskrim Polri bisa membuka apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa pidana terkait terbakarnya Gedung Kejagung.

“Mari kita tunggu hasil kerja Bareskrim terkait unsur pidana tersebut, Apakah ada unsur kesengajaan, atau kelalaiaan,” kata Azis, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

Menurut Azis, bila dalam perkembangan penyidikan nanti terbukti ada unsur kesengajaan, maka harus diungkap dalang di balik peristiwa tersebut.

Namun, apabila ada faktor kelalaian, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

“Kalau ada unsur kesengajaan, harus diusut sampai tuntas pelakunya. Kalau karena kelalaian, juga harus ada yang bertanggung jawab secara hukum,” ujarnya.

Azis menilai, kasus kebakaran tersebut menjadi sebuah “pekerjaan rumah” besar bagi Kepolisian Indonesia dan Kejaksaan untuk mengusut tuntas sehingga dapat menjawab pertanyaan publik.

“Polri harus cepat menangkap pelaku jika memang ada unsur kesengajaan,” ujarnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC