Kuota impor dipangkas
Ekbis

Pasokan Daging Menyusut, Harga Tembus Rp140.000/Kg Imbas Kuota Impor Dipangkas

Channel9.id, Jakarta. Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (Nampa) menilai kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi pada 2026 mulai menekan pasokan bahan baku industri pengolahan daging sekaligus mengganggu stabilitas pasar.

Direktur Eksekutif Nampa Hastho Yulianto mengatakan alokasi impor tahun ini dipangkas tajam menjadi 30.000 ton, jauh di bawah realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 180.000 ton. Penurunan tersebut, kata dia, langsung terasa di rantai pasok industri pangan, terutama pelaku pengolahan daging.

“Kuota yang menyusut membuat bahan baku makin terbatas. Dampaknya tidak hanya ke pabrik, tapi merembet sampai ke pasar,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Dari total jatah tersebut, perusahaan swasta dan anggota asosiasi hanya memperoleh sekitar 17.000 ton. Sementara dua BUMN, yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, mendapat alokasi lebih besar hingga 100.000 ton.

Hastho menilai konsentrasi pasokan di BUMN membuat ruang gerak swasta menyempit dan menurunkan fleksibilitas pasar. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko gangguan distribusi bila terjadi kendala logistik atau pasokan.

“Ketika pasokan terkonsentrasi, pasar jadi kurang lincah. Gangguan kecil saja bisa berdampak luas,” katanya.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut tidak dievaluasi, industri berpotensi memangkas kapasitas produksi, menunda ekspansi, bahkan menghentikan operasional. Ia juga menyoroti persoalan perizinan impor melalui skema API-U yang dinilai tidak selalu sesuai dengan jenis produk yang dibutuhkan industri.

“Secara angka kuotanya terlihat ada, tapi tidak semuanya bisa dimanfaatkan. Akhirnya pelaku usaha kesulitan memenuhi permintaan pelanggan,” ujarnya.

Pembatasan kuota, lanjutnya, ikut mendorong kenaikan harga bahan baku. Data Badan Pangan Nasional menunjukkan harga daging sapi segar (chilled) telah menyentuh batas atas harga acuan pembelian konsumen, yakni sekitar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga dirasakan pedagang. Ahmad, penjual daging di Pasar Cibubur, menyebut harga jual naik dalam beberapa pekan terakhir.

“Dulu masih Rp130.000 per kilo, sekarang sudah Rp140.000,” katanya.

Nampa berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan impor secara menyeluruh agar keseimbangan pasokan tetap terjaga dan industri pengolahan daging bisa beroperasi optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  5  =