Nasional

Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Sumut, Realisasi 2026 Naik Signifikan

Channel9.id – Sumut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (26/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan ketepatan sasaran program BSPS tahun anggaran 2026 dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.

“Program ini untuk membantu masyarakat yang belum memiliki rumah atau sudah memiliki, tetapi belum layak huni,” kata Tito di sela kegiatan, dikutip dari rilis pers yang diterima, Jumat (27/3/2026).

Jumlah penerima BSPS di Sumatera Utara pada 2026 meningkat menjadi 19.668 unit rumah dari realisasi 2025 sebanyak 1.982 unit, sebagai bagian dari target nasional 400.000 unit. Dari 33 kabupaten/kota penerima, Kabupaten Humbang Hasundutan memperoleh alokasi 457 unit rumah.

Tito menilai keberhasilan program BSPS bergantung pada partisipasi dan gotong royong masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya. Ia juga menyebut penyediaan rumah layak huni berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja kepala daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Kekompakan ini harus menjadi pegangan, termasuk dalam membangun rumah swadaya yang membutuhkan gotong royong,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut Tito, memberikan sejumlah kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam pembangunan rumah, seperti pembebasan retribusi persetujuan bangunan gedung, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, serta pajak pertambahan nilai.

Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk sinergi lintas kementerian untuk mempercepat program perumahan nasional sekaligus mendukung pemulihan pascabencana di daerah.

“Saya kagum dengan Humbahas. Kekompakan Pak Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat luar biasa. Jalan yang sebelumnya tertutup longsor bisa dibuka hanya dalam waktu empat hari,” katanya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18  +    =  20