Hot Topic

Hari Ini, Mendagri Bakal Pimpin Apel Pembukaan Praja IPDN Gelombang III di Aceh Tamiang

Channel9.id – Aceh Tamiang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dijadwalkan memimpin Apel Pembukaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan ASN Kemendagri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Tito akan memberikan arahan kepada 733 Praja IPDN yang ditugaskan di Aceh Tamiang pada gelombang ketiga ini.

Berdasarkan jadwal kunjungan kerja (kunker) Mendagri di Aceh Tamiang yang diterima, Tito selaku komandan apel dijadwalkan tiba di Lapangan Bima Patra pada pukul 10.50 WIB. Apel akan dimulai pada pukul 11.00 WIB.

Tito yang juga bertugas sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra itu akan menyematkan pita pembukaan sebagai simbol resmi penugasan Praja IPDN untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Apel ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan dinyanyikannya yel-yel Praja IPDN.

Setelah apel ditutup, Tito dan rombongan akan meninjau titik operasi di Istana Benua Raja, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam peninjauan ini, Tito akan melihat langsung titik-titik lokasi yang akan dibersihkan oleh Praja IPDN gelombang ketiga dan menyapa langsung masyarakat.

Dari Istana Benua Raja, Tito dan rombongan akan melanjutkan peninjauan ke Desa Lubuk Sidup dan Desa Sekumur, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang. Di sana, mantan Kapolri itu akan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Bantuan yang akan diberikan itu berupa uang tunai, 200 paket sembako, 200 paket alat ibadah, dan 200 paket pakaian.

Adapun Satgas PRR Pascabencana Sumatra telah menerjunkan 733 Praja IPDN gelombang ketiga ke Kabupaten Aceh Tamiang pada 30 Maret 2026. Penugasan ini merupakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada gelombang ketiga ini, ratusan Praja IPDN itu akan bertugas hingga 29 April 2026 dengan fokus pada pembersihan fasilitas umum, seperti jalan, drainase, makam raja di Aceh Tamiang, serta fasilitas olahraga.

Para Praja IPDN juga turut membantu membersihkan rumah warga di Desa Kota Kuala Simpang dan Desa Kampung Bundar. Kegiatan ini diperluas dengan target tambahan di Desa Kampung Dalam dan Desa Terban.

Secara keseluruhan, Satgas PRR telah menurunkan sebanyak 2.279 Praja IPDN dalam tiga gelombang. Mereka difokuskan pada pembersihan lumpur di kantor pemerintahan, rumah warga, jalan transportasi, hingga fasilitas umum.

Berdasarkan data per 2 April 2026, masih terdapat 24 sekolah, 3 fasilitas umum, dan 8 perkantoran di Aceh Tamiang yang masih menjadi sasaran pembersihan lumpur.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  46  =  56