Channel9.id-Tokyo. Peluang kerja bagi tenaga pengemudi Indonesia di Jepang kian terbuka, seiring meningkatnya kebutuhan sektor transportasi di negeri tersebut. Hal ini ditandai dengan pelepasan tiga pengemudi bus asal Indonesia yang akan bertugas di Prefektur Aichi.
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, secara resmi melepas Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi pada Jumat (1/5/2026). Ketiganya akan bekerja di perusahaan Meitetsu Bus yang beroperasi di Kota Toyota, Aichi.
Momen ini menjadi bersejarah karena mereka merupakan pengemudi bus berkewarganegaraan asing pertama yang akan beroperasi di sektor transportasi publik di Prefektur Aichi.
“Selamat kepada para pengemudi Indonesia. Bekerjalah dengan penuh semangat, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Kalian bukan hanya pekerja profesional, tetapi juga duta bangsa,” ujar Maria Renata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus atas komitmen dalam menjaga standar rekrutmen, pelatihan, serta perlindungan tenaga kerja, sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia.
Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah pejabat otoritas Jepang, termasuk perwakilan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, serta pemerintah daerah Kota Toyota.
Pemerintah setempat dan pihak perusahaan transportasi menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Indonesia di bidang tenaga pengemudi, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan sektor transportasi di Jepang.
Kerja sama pengiriman tenaga pengemudi antara Indonesia dan Jepang sendiri telah berlangsung sejak 2025, mencakup tidak hanya transportasi bus, tetapi juga pengemudi truk logistik.
Pendiri Japan Indonesia Driving School (JIDS), Bowo Kristianto, menyebut hingga 2026 terdapat 16 pengemudi bus asal Indonesia yang telah ditempatkan di berbagai perusahaan di Jepang. Selain itu, sebanyak 14 tenaga pengemudi truk logistik juga telah bekerja di sejumlah perusahaan sejak 2025.
Saat ini, sekitar 90 calon pengemudi tengah menjalani pelatihan untuk dipersiapkan bekerja di Jepang. Program ini diharapkan terus berkembang dan membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi internasional.





