Connect with us

Internasional

Ketua Olimpiade Tokyo Minta Maaf Atas Ucapannya

Published

on

Ketua Olimpiade Tokyo Minta Maaf Atas Ucapan

Channel9.id-Jakarta. Ketua panitia Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori, meminta maaf atas ucapan tidak pantasnya terhadap kaum perempuan. Ia menarik kembali ucapannya, namun ia tidak akan diam saja.

Dilansir dari BBC.com, Yoshiro Mori, yang juga mantan Perdana Menteri Jepang di tahun 2000-2001, diketahui mengatakan bahwa kaum perempuan itu banyak bicara dan rapat dengan mereka akan memakan banyak waktu. Yoshiro Mori mengatakan hal tersebut pada hari Rabu (3/2/2021)

“Jika perempuan yang menjadi dewan direksi ditambah, kita harus membatasi waktu berbicara mereka, karena mereka mempunyai kesulitan untuk berhenti berbicara. Itu sungguh mengganggu,” ucap Yoshiro Mori yang dikutip dari koran Asahi Shimbun.

“Kita sudah mempunyai tujuh perempuan yang menjabat sebagai dewan direksi namun semuanya tahu porsi mereka masing-masing,” kata dia.

Baca juga : Perang di Yaman, Amerika Menghentikan Dukungan ke Arab

Yoshiro Mori memang dikenal sebagai orang yang kontroversial. Di masa jabatnya ia juga sering mengucapkan kata-kata yang kontroversial.

Netizen Jepang pun marah dengan ucapan Yoshiro Mori, dengan hashtag #Moriresign trending di Twitter Jepang.

“Memalukan, lebih baik kau mundur saja,” ujar salah satu tweet. Ada juga yang menyarankan para atlit untuk tidak ikut andil dalam olimpiade jika Yoshiro Mori tetap menjabat sebagai Ketua Panitia Olimpiade.

Yoshiro Mori juga mengatakan kepada koran Jepang, Manichi, bahwa keluarganya yang perempuan juga mengecam ucapannya.

“Malam kemarin, istriku mengomeliku. Ia berkata ‘Kamu bicara tentang hal buruk lagi kan? Karena kamu, aku akan dicela lagi karna kamu menjelekkan kaum perempuan,’” kata Yoshiro Mori.

“Pagi ini, putriku dan cucu perempuanku juga memarahiku,” kata Yoshiro Mori dikutip dari koran Manichi.

 

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Amerika Luncurkan Serangan Balasan ke Militan Iran

Published

on

By

Amerika Luncurkan Serangan Balasan ke Militan Iran

Channel9.id-Amerika Serikat. Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan ke pangkalan militer dukungan Iran di daerah Suriah Timur pada hari Kamis (25/2/2021). Serangan itu merupakan serangan balasan dari untuk mereka yang sebelumnya menyerang pasukan Amerika di Iraq.

“Dari arahan Presiden Joe Biden, Pasukan Amerika Serikat sore ini telah melancarkan serangan ke tempat-tempat yang digunakan oleh militan dukungan Iran di Suriah Timur,” ujar John Kirby, juru bicara Pentagon.

“Rangkaian serangan ini dilancarkan sebagai respon atas serangan mereka yang menyerang pasukan Amerika dan personil koalisi kami di Irak, dan juga sebagai bentuk ancaman kepada mereka,” katanya.

Baca juga : Iran dan IAEA Menyepakati Perjanjian Sementara

Kirby mengatakan serangan itu menghancurkan beberapa fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh kelompok militan dukungan Iran, termasuk Kata’ib Hezbollah (KH) dan Kata’ib Sayyid al-Shuhada (KSS).

The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan dari serangan itu, 17 pejuang pro-Iran tewas.

Serangan Amerika Serikat itu terjadi setelah serangan dua minggu lalu yang menghantam pangkalan militernya yang di bandara Erbil, yang membunuh satu kontraktor sipi dan melukai setidaknya semiblan lainnya, termasuk tentara Amerika. Pasukan asing yang dikerahkan untuk membantu Iraq memerangi ISIS sejak 2014, juga beroperasi di pangkalan militer tersebut.

Kelompok misterius yang disebut Awliya al-Dam mengklaim merekalah yang melakukan serangan ke pangkalan militer di bandara Erbil dan akan terus menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika lainnya di Iraq.

Pernyataan dari Pentagpn mengatakan serangan balasan militer Amerika tersebut sebagai serangan yang “pas”, sudah dirundingkan dengan langkah-langkah diplomatik dan dilakukan dengan berkonsultasi dengan koalisi-koalisi lainnya.

“Kita bertindak dengan tujuan untuk menurunkan tensi di Suriah timur dan Iraq,” ujar John Kirby.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kelompok Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Published

on

By

Bandit Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Channel9.id-Nigeria. Aljazeera melaporkan pada Kamis (25/2/2021), ada serangan oleh sejumlah kelompok bersenjata yang telah membunuh 36 orang di daerah Nigeria utara pada hari Rabu (24/2/2021), sehari setelah pemberontak menembakkan roket di saat memburuknya suasana keamanan Nigeria.

Serangkaian serangan tersebut terjadi selama 48 jam, 18 orang meninggal di desa Kaduna dan 18 meninggal di desa Katsina, dan lainnya mengalami luka. Mereka juga membakar hangus rumah serta menggusur penduduk desa.

Baca juga : 7 Meninggal Dalam Kecelakaan Pesawat Militer Nigeria

Pada pernyataan yang dikutip dari situs Daily Post, Komisaris Negara Bagian Kaduna untuk Keamanan Dalam Negeri, Samuel Aruwan mengatakan serangan itu diikuti oleh operasi udara dari pasukan keamanan yang membunuh beberapa kelompok bersenjata.

Ratusan sudah menjadi korban rampok dan peculikan dari serangan bandit-bandit di Nigeria utara.

Serangan itu menambah tantangan pasukan keamanan Nigeria, yang mana saat ini sedang kesulitan untuk menumpas pemberontakan di daerah timur laut Nigeria dan juga kekerasan komunal atas hak merumput di negara bagian tengah.

Serang terakhir itu datang kurang dari sebulan yang lalu setelah Presiden Muhammadu Buhari menggantikan kepala militer di tengah memburuknya keamanan negara, dengan angkatan bersenjata yang bertempur dengan para pemberontak yang menguasai kota di timur laut.

Minggu lalu, kelompok penembak tak dikenal menyerang boarding school di Nigeria Utara dan menculik 42 orang, 27 nya adalah para murid.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Published

on

By

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Channel9.id-Filipina. Dalam baku tembak antara Philippine National Police (PNP) dengan Phillipine Drug Enforcement (PDEA) menewaskan 2 anggota kepolisian dan 4 terluka, 3 dari PDEA dan 1 dari PNP. Kejadian ini terjadi dikarenakan operasi penjebakan yang gagal di luar mall Metro Manila pada Rabu (24/2/2021) sore.

Tidak ada rakyat sipil yang terluka atas kejadian ini, namun semua orang saat itu berlarian menyelamatkan diri saat Kepolisian Filipina dan Agen PDEA saling baku tembak.

Juru bicara dari PDEA, Derrick Carreon, mengatakan kepada para reporter di Manila bahwa beberapa personel mereka melakukan “operasi yang sah” saat baku tembak itu terjadi.

Derrick juga mengutip yang mengatakan agensi Special Enforcement Service (SES) juga terlibat operasi di dekat mall tersebut.

Masih belum jelas mengapa anggota kepolisian dari distrik terdekat juga ikut terlibat operasi tersebut yang berakhir dengan kedaunya baku tembak dengan agen penegak narkotika.

Menurut protokol operasi anti-narkoba, PDEA wajib untuk berkoordinasi dengan kepolisian sebelum penggerebekan.

Adanya laporan yang saling bertentangan antara PDEA dengan PNP makin memperkeruh suasana. Kepolisian mengatakan agen PDEA lahh yang pertama kali menembak dimana mengkontradiksi klaim PDEA yang mengatakan Kepolisian lah yang pertama kali melepaskan tembakan.

“Dalam operasi tangkap tangan, personil kepolisian yang terlibat tidak mengetahui kalau yang bertransaksi dengan mereka adalah agen PDA,” kutip dari laporan polisi.

“PNP dan PDEA keduanya setuju bahwa kejadian itu, walaupun memang serius, tidak akan mempengaruhi hubungan dan koordinasi baik keduanya yang sudah dibangun dengan kuat untuk melawan narkoba,” tambah dari pernyataan polisi

Dalam interview terpisah dengan Rappler Newss, Carreon menolak untuk mengomentari tuduhan polisi. Ia mengatakan investigasi gabungan akan menunjukkan kejadian sebenarnya.

Dia juga mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian menyita handphone dan senjata agen PDEA untuk keperluan investigasi lebih lanjut. Kepolisian Filipina berjanji untuk menginvestigasi kasus ini.

(RAG)

 

Continue Reading

HOT TOPIC