Channel9.id, Jakarta. Pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengawal berbagai proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai agar berjalan sesuai target dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pemantauan dilakukan bersama balai-balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan pelaksana proyek. Selain mengecek progres pekerjaan, Satgas juga mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, seperti ketersediaan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar untuk alat berat.
Di Aceh Tengah, penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta pekerjaan pada titik-titik kritis dipercepat agar akses utama masyarakat tetap aman saat curah hujan meningkat pada akhir tahun.
Percepatan juga dilakukan pada proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sejumlah ruas yang sebelumnya rusak akibat longsor kini dalam tahap perbaikan. Sementara itu, normalisasi sungai dan penguatan tebing terus dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan berulang. Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan jalan dan pengendalian sungai agar hasil pemulihan lebih berkelanjutan.
Di Gayo Lues, perhatian difokuskan pada pembangunan tanggul pengaman sungai yang melindungi permukiman dan lahan produktif warga. Mengingat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut, Satgas meminta pekerjaan yang ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat sebelum puncak musim hujan tiba.
Sementara itu, di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, dan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat. Meski menghadapi berbagai tantangan teknis, pekerjaan terus dipacu, bahkan hingga malam hari, demi menjaga target penyelesaian.
Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda, Satgas juga menerima berbagai masukan terkait pemulihan layanan publik. Salah satunya adalah usulan perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Seluruh usulan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, hasil penguatan dinding sungai mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul yang dinilai mampu mengurangi risiko banjir susulan. Satgas menilai dukungan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas dalam proses rehabilitasi permanen di tiga provinsi terdampak.
“Tadi disampaikan yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian hunian tetap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama berada di hunian sementara,” ujar Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR, Pratikno, di Jakarta beberapa waktu lalu.





