

Channel9.id-Belu. Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengingatkan mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan (Unhan) agar memiliki visi yang jelas sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan. Menurutnya, visi menjadi pembeda antara pemimpin dan pengikut, sedangkan disiplin merupakan kunci untuk mewujudka
Pesan itu disampaikan Bima saat memberikan pengarahan kepada mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Unhan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026).
Bima mengajak para mahasiswa membayangkan diri mereka 20 tahun ke depan. Dengan memiliki tujuan hidup yang jelas, kata dia, seseorang akan lebih muda menentukan langkah untuk meraih cita-citanya.
“Kalau kalian sudah tahu di depan kalian mau ke mana, di depan kalian mengerjakan apa, di depan kalian mengembangkan tanggung jawab apa, kalian sudah selesai dengan diri kalian, kalian memiliki visi. Itu yang paling utama,” ujar Bima.
Namun, ia menegaskan bahwa visi saja tidak cukup. Disiplin menjadi faktor penting agar setiap target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan.
Selain itu, Bima menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kondisi jiwa dan raga yang prima.
“Karena pada saatnya nanti yang akan menentukan siapa menang, siapa kalah, bukan saja visi, tapi jiwa dan raga tadi. Pikiran Anda menentukan lisan Anda. Lisan Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan karakter Anda,” katanya.
Ia menilai mahasiswa Unhan memiliki keunggulan karena selama pendidikan dibentuk dengan kedisiplinan serta kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Lebih lanjut, Bima mengajak mahasiswa belajar dari orang-orang yang konsisten menjaga disiplin. Menurutnya, seorang pemimpin tidak akan mampu bekerja keras dan menghadapi tantangan apabila kondisi fisik maupun mentalnya tidak terjaga.
Di akhir arahannya, Bima meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar di Unhan sebaik mungkin. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin hingga lulus serta membangun lingkungan pergaulan yang positif.
“Tetap dalam orbit para pemimpin. Rawatlah persahabatan kalian, saling menguatkan, dan tetap berada dalam lingkaran yang saling menolong dalam kebaikan,” pungkasnya.




