Channel9.id, Jakarta. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa pemimpin masa depan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan dan jabatan strategis. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas visi yang jelas, nilai-nilai yang kokoh, serta disiplin dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bima dalam dua kesempatan berbeda, yakni saat Bedah Buku Babad Alas di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, Senin (22/6/2026), serta ketika memberikan pengarahan kepada mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026).
Dalam paparannya, Bima menegaskan bahwa hal paling mendasar yang membedakan seorang pemimpin dengan pengikut adalah visi.
“Kalau kalian sudah tahu di depan kalian mau ke mana, di depan kalian mengerjakan apa, di depan kalian mengembangkan tanggung jawab apa, kalian sudah selesai dengan diri kalian, kalian memiliki visi. Itu yang paling utama,” ujarnya di hadapan mahasiswa Unhan.
Namun, menurutnya, visi saja tidak cukup. Seorang pemimpin juga harus memiliki fondasi nilai yang kuat agar tidak mudah terpengaruh kepentingan sesaat.
Karena itu, kepada para praja IPDN Papua, Bima menguraikan tiga fondasi utama kepemimpinan yang harus dimiliki setiap calon pemimpin daerah maupun birokrat, yakni ideologi, strategi, dan taktik.
“Bagi kalian yang hari ini punya bayangan dan cita-cita memiliki posisi strategis entah apa pun itu, harus punya nilai dan pegangan agar tidak mudah dibeli oleh kepentingan transaksional,” katanya.
Ia menjelaskan, ideologi berfungsi sebagai kompas yang menentukan arah setiap kebijakan. Nilai-nilai tersebut kemudian harus diterjemahkan menjadi strategi yang tepat agar mampu diwujudkan melalui program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Saat menjabat kepala daerah, Bima mengaku menerapkan konsep mencicil harapan, yaitu menghadirkan perubahan secara bertahap namun konsisten melalui program-program yang menjawab kebutuhan warga.
Pendekatan tersebut, menurutnya, berhasil mendorong kemajuan Kota Bogor. Pendapatan Asli Daerah (PAD), misalnya, meningkat dari Rp544 miliar pada 2014 menjadi Rp1,458 triliun pada 2024 atau naik sekitar 167,9 persen. Di saat yang sama, pemerintah kota mampu merevitalisasi taman seluas 15 hektare serta membangun jalur pejalan kaki sepanjang 30 kilometer guna meningkatkan kualitas ruang publik.
Selain memiliki strategi, Bima menekankan bahwa seorang pemimpin juga harus menguasai taktik atau kemampuan mengeksekusi kebijakan di lapangan.
“Pemimpin itu harus terampil untuk lapangan, makanya pesan saya adalah masalah itu di lapangan bukan di belakang meja,” tegasnya.
Di hadapan mahasiswa Unhan, Bima kemudian melengkapi pandangannya mengenai kepemimpinan dengan menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga jiwa dan raga. Menurutnya, ketahanan fisik dan mental menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang menjalankan visi yang dimilikinya.
“Karena pada saatnya nanti yang akan menentukan siapa menang, siapa kalah, bukan saja visi, tapi jiwa dan raga tadi. Saya katakan jiwa dan raga, bukan hanya raga, tapi juga jiwa. Pikiran Anda menentukan lisan Anda. Lisan Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan karakter Anda,” terangnya.
Ia mengakui baru menyadari pentingnya menjaga stamina dan kebugaran secara konsisten setelah menjalani berbagai pengalaman dalam kehidupan dan pemerintahan. Menurutnya, mereka yang mampu menjaga kondisi fisik dan mental akan tetap siap menghadapi tantangan ketika orang lain mulai kehilangan daya juang.
Karena itu, Bima mengajak para mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun karakter, disiplin, serta lingkungan pergaulan yang positif.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan memimpin merupakan amanah yang tidak berlangsung selamanya. Setiap calon pemimpin harus mempersiapkan diri sejak dini agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya ketika dipercaya memegang jabatan.
“Ketika kalian ada di satu posisi, maka manfaatkanlah waktu yang sangat berharga itu untuk membuat kehidupan lebih baik,” pungkasnya.





