Connect with us

Hukum

Anies Diperiksa, Polisi: Ini Tahap Klarifikasi, Jadi Berlebihannya Dimana?

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Polda Metro Jaya meminta klarifikasi kepada semua pihak yang terkait dengan kerumunan di kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW dan nikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Salah satunya termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pihak kepolisian memastikan, saat ini polisi masih tahap klarifikasi. Ia pun menegaskan tidak semua yang dipanggil adalah calon tersangka.

“Beredar juga, apakah pemeriksaan Anies itu dianggap berlebihan? Rekan-rekan perlu dicapai pengertian yang sama, tidak semua orang yang dipanggil jadi tersangka, kesannya kalau dipanggil polisi ‘kok dikriminalisasi’ dan sebagainya dan sebagainya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

“Ini pemahamannya samakan dulu nih, tak langsung diklarifikasi oleh penyidik kemudian jadi tersangka, jadi berlebihannya di mana?” sambung Yusri.

Baca juga: Anies Diperiksa 10 Jam dan Diberondong 33 Pertanyaan 

Yusri menjelaskan tujuan pemanggilan klarifikasi kepada Anies Baswedan itu adalah untuk salah satunya mengetahui status Jakarta di masa pandemi COVID-19. Polisi juga menjelaskan bahwa tidak semua panggilan klarifikasi bakal dijadikan tersangka.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak berasumsi terkait pemanggilan klarifikasi Anies Baswedan.

“Jangan semata-mata ada anggapan kriminalisasi dan sebagainya, ini masih tahap klarifikasi. Klarifikasi dalam tahap penyelidikan, tahap penyelidikan itu menentukan ujungnya ada atau tidak ada pidananya, masih jauh,” tuturnya.

Polisi meminta klarifikasi dari Anies untuk mengetahui terkait penerapan UU Kekarantinaan Kesehatan.

“Tahapan ini kan masih tahapan klarifikasi, yang disidik itu rencananya apa pasalnya, pasalnya itu pasal 93 Undang-Undang Kekarantinaan. Kekarantinaan sangat bergantung kepada status daerah, kalau status daerah tidak tak dalam PSBB, tak dalam situasi dikarantina maka UU itu tidak dapat diterapkan. Dia mengatur tentang kekarantinaan kesehatan, kekarantinaan kesehatan terdiri dari beberapa banyak, ada isolasi rumah, isolasi rumah sakit, dan sebagainya,” paparnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kini, Giliran Rumah Istri Edhy Prabowo yang Digeledah KPK

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Iis Edhy Prabowo, istri dari Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo (EP). KPK menyita  dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Iis di Kompleks Rumah Dinas DPR Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (3/12). Penggeledahan dilakukan sampai dengan Jumat (4/12) pukul 04.00 WIB dinihari.

“Adapun dalam penggeledahan tersebut telah ditemukan dan diamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KPK Geledah Kantor KKP dan Rumah Dinas Edhy Prabowo

Sebelumnya, KPK pada Rabu (2/12), juga menggeledah rumah dinas Edhy di Kompleks Widya Chandra, Jaksel. Dari geledah tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait perkara, barang bukti elektronik, dan delapan unit sepeda. Selain itu, KPK juga menemukan uang dalam bentuk rupiah dan mata asing dengan total sekitar Rp 4 miliar.

Total KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut, yaitu Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas  Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Andreau Pribadi Misata (APM), swasta/Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Selanjutnya, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

KPK dalam perkara ini menetapkan Edhy sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan forwarder dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp 9,8 miliar.

IG

Continue Reading

Hukum

Wasathi Laporkan Oknum Pengganti Kalimat Azan ‘Hayya Alal Jihad’ ke Bareskrim Polri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dewan Pimpinan Pusat Wadah Silaturahmi Khatib Indonesia (Wasathi) melaporkan oknum yang mengganti kalimat azan menjadi ‘Hayya Alal Jihad’ kepada Bareskrim Polri, Jumat (4/12).

“Menurut kami, itu adalah suatu tindakan yang sangat luar biasa. Yang tak pernah ada dalam ajaran Islam. Karena itu, kami dari Wasathi datang ke Bareskrim Polri melaporkan oknum itu supaya mereka ditindak oleh Bareskrim Polri,” kata perwakilan Wasathi Asroni Al Paroya dalam video yang disebarkan, Jumat (6/12).

Perwakilan Wasathi itu menyebut, oknum yang mengganti kalimat azan tersebut sangat meresahkan. Wasathi pun merasa kecewa dengan tindakan oknum itu.

Dia pun meminta Bareskrim Polri menindak tegas oknum tersebut. Supaya tidak ada lagi oknum-oknum lain yang melakukan hal serupa.

“Semoga tidak ada oknum-oknum lain yang melakukan hal seperti ini,” ujarnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Pelaku Penyebar Video Azan ‘Hayya Alal Jihad’ Ditangkap Polisi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial H yang menyebarkan video azan dengan lafaz ‘hayya alal jihad’.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, H mendapatkan video tersebut dari grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

Baca juga: Lafaz Adzan Serukan Jihad, PP Muhammadiyah Minta Pihak Berwenang Bertindak 

“Modus operandi pelaku memang masuk dalam satu group WhatsApp FMCO News (Forum Muslim Cyber One), kemudian dia menemukan adanya unggahan video-video yang ada di group tersebut,” katanya, Kamis (3/12).

Kemudian, video yang diperoleh itu diunggah oleh tersangka H ke akun media sosial miliknya @hashophasan. H pun menyebarkan video itu secara masif di media sosial.

“Kemudian dia menyebarkan secara masif, hasil profiling yang dilakukan teman-teman Subdit Cyber Polda Metro Jaya, yang kemudian setelah kita lakukan profiling yang bersangkutan diketahui saudara H pemilik akun tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan dan memang betul akun itu milik saudara H sendiri,” ujarnya.

H ditangkap di rumahnya di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (2/12). Sejumlah barang bukti seperti handphone hingga akun Instagram milik H disita polisi.

H saat ini sudah ditahan oleh Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC