Connect with us

Hot Topic

Atlet Olimpiade Angkat Besi dan Rowing Indonesia Telah Tiba di Tokyo

Published

on

Atlet Olimpiade Angkat Besi dan Rowing Indonesia Telah Tiba di Tokyo

Channel9.id-Jepang. Tiga atlet Indonesia dari cabang olah raga angkat besi dan rowing untuk Olimpiade Tokyo tiba di bandara Narita Tokyo pada Rabu pagi (21/7). Kedatangan mereka disambut pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Sonny Surachman Ramli dan Arief Wibisono.

Ketiga atlet itu adalah Deni dari Angkat Besi, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri dari rowing. Kedatangan mereka didampingi oleh tiga anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yaitu Rafiq Hakim Radinal, Indra Gamulya, dan Arlan Perkasa Lukman.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Dubes Heri Akhmadi Sambut Kedatangan 13 Atlet Indonesia

Selain itu ada beberapa ofisial yang terdiri dari 3 tenaga medis, 3 media internal KOI, 3 pelatih, 2 orang tim sport science, 2 orang tim pendukung, serta 3 orang dari media nasional.

Tiga atlet Indonesia dari cabang olah raga angkat besi dan rowing untuk Olimpiade Tokyo tiba di bandara Narita Tokyo

Tiga atlet Indonesia dari cabang olah raga angkat besi dan rowing untuk Olimpiade Tokyo tiba di bandara Narita Tokyo, pada Rabu (21/7). Foto KBRI Tokyo

Sehingga total jumlah anggota kontingen Indonesia sebanyak 22 orang. Selain rombongan kontingen Indonesia juga bergabung para International Technical Official (ITO) dari Indonesia yang bertugas di cabang bulu tangkis pada Olimpiade kali ini. Seluruh kontingen yang tiba di Tokyo dalam keadaan sehat dan dipastikan negatif Covid-19.

Kloter selanjutnya akan berangkat pada 24 Juli 2021 mendatang dari cabang olahraga atletik dan anggota kontingen lainnya. Rombongan terakhir ini akan didampingi oleh Sekjen Komite Olimpiade Indonesia Ferry Kono.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Kemendagri: Polisi Pamong Praja Dapat Diangkat Menjadi Penyidik PNS

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut Polisi Pamong Praja dapat diangkat menjadi penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Hal itu disampaikan Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Bernhard E. Rondonuwu, Jumat (23/7/2021).

“Polisi Pamong Praja itu, sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Perkapolri bisa menjadi PPNS,” kata Bernhard.

Ia menjelaskan, penyidik yang dimaksud adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Dalam Pasal 255 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan Satuan polisi pamong praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.

Selanjutnya pada Pasal 256 ayat 6 disebutkan Polisi pamong praja yang memenuhi persyaratan dapat diangkat sebagai penyidik pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Sedangkan Pasal 257 Ayat 1 Penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda dilakukan oleh pejabat penyidik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ayat 2 Selain pejabat penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat ditunjuk penyidik pegawai negeri sipil yang diberi tugas untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Baca juga: Menteri Tito Jelaskan Peran Satpol PP Dalam Penanganan Pandemi

Adapun persyaratan untuk menjadi PPNS dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana pada Pasal 3A menyebutkan Untuk dapat diangkat sebagai pejabat PPNS, calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Masa kerja sebagai pegawai negeri sipil paling singkat 2 tahun;
  2. Berpangkat paling rendah Penata Muda/ golongan III/a;
  3. Berpendidikan paling rendah sarjana hukum atau sarjana lain yang setara;
  4. Bertugas di bidang teknis operasional penegakan hukum;
  5. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pada rumah sakit pemerintah;
  6. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan pegawai negeri sipil paling sedikit bernilai baik dalam 2 dua tahun terakhir dan;
  7. Mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang penyidikan.

Sementara itu, sambung Bernhard, pola Pendidikan dan Pelatihan PPNS Menurut Pasal 5 Perkapolri 26 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 4 disebutkan: Pertama, pendidikan dan latihan PPNS dilakukan dengan pola: 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari; 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dan; 200 (dua ratus) jam pelajaran atau 30 (tiga puluh) hari.

Kedua, diklat dengan pola 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak undang-undang yang menjadi dasar hukumnya dengan hukum acara biasa.

Ketiga, diklat dengan pola 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak peraturan daerah tindak pidana ringan dan pelanggaran dengan  hukum acara singkat atau cepat.

“Berdasar regulasi tersebut, baik Undang-undang Peraturan Pemerintah dan Peraturan Kapolri yang sampai saat ini masih berlaku sehingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai kewenangan untuk melakukan Penyidikan atas Pelanggaran Perda, mengingat PPNS pada Satpol PP mengikuti Diklat Penyidikan yang diselenggaran oleh Polri dan diangkat sebagai pejabat PPNS oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah mendapatkan rekomendasi dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung,” tandas Bernhard.

 

Continue Reading

Hot Topic

Merah Putih Berkibar dalam Defile Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo, Dubes Heri Minta Atlet Indonesia Jaga Sportivitas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Setelah ditunda selama setahun karena pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo akhirnya resmi digelar melalui Upacara Pembukaan pada Jumat (23/7) di Stadion Olimpiade Tokyo. Perhelatan akbar olahraga dunia ini diikuti oleh atlet dari 205 negara.

Dalam upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo tanpa penonton ini, Kontingen Indonesia muncul di urutan 22 saat defile. Yunani seperti biasa berada di urutan pertama. Selanjutnya urutan negara yang masuk ke lapangan Stadion Olimpiade berdasarkan nama negara dalam bahasa Jepang.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi mengapresiasi kesuksesan jalannya Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo meski digelar tanpa penonton. Dubes Heri berpesan kepada 28 atlet Indonesia yang berlaga dalam Olimpiade agar tetap menjaga sportivitas dan mampu naik peringkat dari Olimpiade sebelumnya.

“Selamat berjuang mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga paling bergengsi ini. Junjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Tetap disiplin dalam mengikuti semua aturan yang berlaku dan tetap jaga protokol kesehatan”, tegas Dubes Heri.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Dubes Heri Akhmadi Sambut Kedatangan 13 Atlet Indonesia 

Kontingen Indonesia berjumlah 10 orang, dipimpin oleh Rio Waida atlet selancar yang membawa bendera Merah Putih dengan didampingi Nurul Akmal atlet putri angkat besi. Selain Rio dan Nurul, dua atlet lain adalah atlet renang Aflah Fadlan Prawira dan atlet renang Azzahra Permatahani. Sisanya ada lima pelatih yakni Dirdja Wihardja, Tipi Jabrik Noventin, Permadi Sandra Wibowo, Donny Budiarto Utomo dan Rionny Mainaky. Kemudian ada Chef de Mission Rosan P Roeslani.

Olimpiade Tokyo yang digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 akan melibatkan 339 event dalam 33 cabang olahraga (cabor). 28 atlet dari delapan cabor diikuti Indonesia di Olimpiade Tokyo. Cabor yang diikuti Indonesia di Olimpiade Tokyo yaitu bulu tangkis (11 atlet), atletik (2 atlet), panahan (4 atlet), menembak (1 atlet), rowing (2 atlet), angkat besi (5 atlet), selancar (1 atlet), dan renang (2 atlet).

Lomba Video Pendek “Ganbare Indonesia”

Untuk memberi semangat para atlet, KBRI Tokyo menggelar Lomba Video “Ganbare Indonesia” yang berhadiah merchandise Tokyo Games 2020 yang telah dibubuhi tanda tangan asli atlet-atlet Indonesia. Dalam lomba ini masyarakat Indonesia bisa memberikan dukungan secara virtual untuk Tim Indonesia lewat video pendek di akun Instagram @KBRITokyo.

Continue Reading

Hot Topic

Presiden Jokowi Menelepon Menkes Terkait Ketersediaan Obat di Apotek

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo pada Jumat, 23 Juli 2021, mengunjungi salah satu apotek di Kota Bogor. Presiden hendak mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan Covid-19.

Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi menjumpai beberapa jenis obat dan vitamin mengalami kekurangan stok. Presiden pun menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan ketersediaan obat-obatan tertentu.

“Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, enggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga enggak ada,” ujar Presiden kepada Menkes.

Baca juga: Bayar Nakes 100 Persen, mendagri Tito Minta Kepala Daerah Contoh Walikota Depok 

Setelah melakukan pengecekan, Menkes pun memberikan data terkait stok obat-obatan yang dicari Presiden tersebut di sejumlah apotek lain di Kota Bogor.

“Itu ada data online yang ada di rumah sakit, nah itu bisa dilihat by kota segala macam, berikut apoteknya, Kimia Farma, Century, Guardian, K24,” jelas Menkes di ujung telepon.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ untuk memudahkan masyarakat mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19. Situs tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengecek terlebih dahulu di https://farmaplus.kemkes.go.id/

“Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi dalam akun Instagram @jokowi.

 

Continue Reading

HOT TOPIC