Connect with us

Ekbis

Bangkitkan Ekonomi Desa, Kemendagri Gandeng Pertamina Hadirkan Pertashop

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) menghadirkan program Pertashop di desa dalam rangka mendukung kemandiran energi dan membangkitkan ekonomi desa. Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes), Kemendagri bersama Pertamina berencana akan mengembangkan program Pertashop sebanyak 10.000 outlet dengan perincian5.548 outlet di Pulau Jawa-Bali dan 4.452 outlet di luar Pulau Jawa-Bali. Tak hanya itu, 2.892 kecamatan yang belum memiliki Lembaga Penyalur Pertamina akan dijadikan etalase Pertashop.

“Saya minta komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang hadir pada kesempatan pertama ini, agar dapat memberikan pelayanan terbaiknya serta mendukung percepatan perizinan yang diperlukan untuk pelaksanaan Program Kerja Sama Pertashop di Desa dengan sebaik-baiknya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemdes Yusharto Huntoyungo melalui keterangan tertulis pada Kamis (7/10/2021).

Yusharto menegaskan, dengan paradigma baru, yaitu kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pelibatan peran aktif masyarakat (civil society), program seperti Pertashop akan dapat memperkuat kembali sendi-sendi perekonomian rakyat.

Menurutnya, program kolaborasi semacam itu merupakan upaya yang sangat baik untuk memadukan kebijakan pemerintah, industri/dunia usaha, dan akademisi untuk berperan serta dalam menumbuhkan perekonomian dan sosial masyarakat perdesaan. Sekaligus hal ini menjadi upaya untuk menjawab ketertinggalan dalam pembangunan yang berdampak pada masyarakat.

“Hal ini sama pentingnya dan masih segar tercatat dalam ingatan kita bahwa komitmen pemerintah dalam mengalokasikan Dana Desa juga menjadi salah satu poin strategis dalam upaya pengarusutamaan Desa dalam Pembangunan Nasional,” pungkas Yusharto.

Baca juga: Mendagri Dorong Pemda Dukung Implementasi Pertashop 

Hadirnya Pertashop tidak hanya mendekatkan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat, tapi juga akan berperan dalam mengembangkan potensi desa. Di samping itu, program ini juga dinilai dapat mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong tumbuhnya inovasi desa.

Diharapkan kapasitas pemerintahan desa melalui program kerja sama atau kemitraan juga dapat meningkat. Berdasarkan data Laporan dari Pertamina, per Agustus 2021 telah terbangun sebanyak 3.125 Pertashop. Dari jumlah itu sebanyak 2.416 dinyatakan sudah beroperasi.

Diketahui, Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah melahirkan paradigma baru dalam memandang desa. UU tersebut memberikan mandat dan peran yang lebih luas kepada pemerintah desa dalam mengelola urusan pemerintahan dan pembangunan.

Melalui UU Desa tersebut, unsur-unsur pemerintahan desa juga diberikan kewenangan yang lebih besar. Harapannya, desa dapat menjadi suatu entitas yang berdaya dan mandiri, yang pada akhirnya berkontribusi dalam membangun Indonesia.

Ekbis

Stagnan, Harga Emas Antam Rp915.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp915.000 per gram atau stagnan, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Sementara itu, harga buy back emas Antam turun tipis Rp1.000 berada di level Rp802.000 per gram. Sebelumnya harga beli kembali dihargari Rp803.000 per gram pada Senin (18/10).

Baca juga: Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp915.000

Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 19 Oktober 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp915.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.770.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.630.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.350.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.645.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.487.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.895.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.712.000
Continue Reading

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat 0,38%, Asing Borong BBRI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat  0,38% atau 25,43 poin ke 6.658,77 pada akhir perdagangan Senin, 18 Oktober 2021.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diborong investor asing dengan total net buy Rp 545,4 miliar. Disusul  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) masing-masing Rp 164,6 miliar dan Rp 66,3 miliar. Investor asing mencatat net buy Rp 1,02 triliun di seluruh pasar.

Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilego asing dengan net sell senilai Rp 136,5 miliar. Selanjutnya, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 47,8 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 42,7 miliar, dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) Rp 31 miliar.

Baca juga: Melesat, IHSG Tembus Level 6.500 

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menjadi top gainers LLQ45 hari ini dengan melonjak 10%. Selanjutnya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat 7,60% dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menguat 4,98%.

Sementara itu, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi top losers LQ 45 dengan anjlok 3,42%. Kemudian PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang melemah masing-masing 2,39% dan 1,90%.

Continue Reading

Ekbis

Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp915.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp915.000 per gram atau naik tipis Rp1.000, pada Senin, 18 Oktober 2021. Sebelumnya, logam mulia Antam itu dibanderol Rp915.000 pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga buy back emas Antam tidak mengalami perubahan atau stagnan dan berada di level Rp803.000 per gram.

Baca juga: Asyik, Harga Emas Antam Naik Rp12.000 

Berikut daftar harga emas Antam pada Senin, 18 Oktober 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp915.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.770.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.630.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.350.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.645.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.487.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.895.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.712.000
Continue Reading

HOT TOPIC