Bernadya Pilih Pemotretan Album Kedua ‘Semoga Hanya di Mimpi’ di Kamakura, Jepang
Lifestyle & Sport

Bernadya Pilih Pemotretan Album Kedua ‘Semoga Hanya di Mimpi’ di Kamakura, Jepang

Channel9.id-Jakarta. Bernadya termasuk penyanyi yang rajin merilis sebuah album. Kali ini, Bernadya tak hanya memberikan perhatian pada materi musik dalam album keduanya, ‘Semoga Hanya di Mimpi’, tetapi juga pada konsep visual yang menyertainya.

Untuk mewujudkan nuansa yang diinginkan, ia memilih Kamakura, Jepang, sebagai lokasi pengambilan gambar album tersebut.

Menurut Bernadya, pemilihan Kamakura bukan untuk menonjolkan identitas Jepang, melainkan karena karakter warna yang dimiliki tempat tersebut dinilai sesuai dengan konsep visual yang ingin dihadirkan.

“Keseluruhan visualnya… Sebenarnya kita tuh plan-nya enggak mau ngejar Jepangnya banget sih sebenarnya. Cuman ada beberapa warna-warna yang cuman ada di Jepang gitu. Kayak hijaunya Jepang beda, birunya Jepang beda,” ujarnya saat ditemui di Citos, Jumat (26/6/2026).

Lebih lanjut, Bernadya menerangkan bahwa fokus utama tim kreatif adalah menghadirkan nuansa visual yang identik dengan era awal 2000-an. Karena itu, mereka sengaja menghindari kesan khas Jepang agar perhatian penonton tetap tertuju pada atmosfer nostalgia yang ingin dibangun.

“Cuman kita enggak mau sebenarnya orang ngerasain itu Jepang. Cuman kita kayak aim-nya adalah 2000-an gitu warnanya. Cuman entah kenapa warna-warna itu bisa didapatkannya di sana gitu,” terangnya.

Konsep tersebut juga sejalan dengan referensi musik yang banyak didengarkan Bernadya selama proses pengerjaan album. Ia ingin keseluruhan karya, baik audio maupun visual, memiliki benang merah yang membawa pendengar kembali ke suasana musik era 2000-an.

Bernadya pun bersyukur karena konsep yang ia bayangkan berhasil diterjemahkan dengan baik.

Menurut Bernadya, respons yang mengaitkan visual albumnya dengan nuansa awal milenium menjadi tanda bahwa target kreatif tersebut tercapai.

“Oh ya? Ih berarti berhasil dong. Terus kayak, ‘Oh seru ya kalau kita berangkat dari sini, jadi benang merahnya itu 2000-an gitu.’ Terus oke deh, kita berangkat mengerjakan 2000-an,” tegasnya.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

84  +    =  86