Kepala NFA saat membersamai Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar-pasar di beberapa daerah.
Economy Ekbis

BPS: Harga Pangan Meroket, Turunnya Kemiskinan Tertahan

Channel9.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap, lonjakan harga pangan sepanjang Maret 2024 turut mempengaruhi tingkat kemiskinan. Dengan begitu, kenaikan harga pangan tersebut telah menahan turunnya tingkat kemiskinan di dalam negeri.

Plt. Sekretaris Utama BPS Imam Machdi menyampaikan bahwa, tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2024 adalah sebesar 9,03% atau tercatat ada sebanyak 25,22 juta penduduk miskin.

“Terdapat faktor-faktor yang menahan penurunan tingkat kemiskinan, antara lain kenaikan harga komoditas pokok selama Maret 2023 hingga Maret 2024, seperti beras naik 20,07%, telur ayam ras naik 11,56%, dan cabai merah naik 45,94%,” katanya dalam konferensi pers, Senin (1/7/2024).

Hal ini juga sejalan dengan peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan peranan komoditas bukan makanan, dengan distribusi  mencapai 74,44%.

“Kenaikan harga beberapa komoditas pokok ini tentu mempengaruhi tingkat konsumsi dan pengeluaran masyarakat yang tercermin dari angka kemiskinan,” tuturnya.

Meski begitu, Imam menyampaikan bahwa kondisi ekonomi di dalam negeri cenderung positif. Beberapa faktor yang mendorong penurunan tingkat kemiskinan, pertama, tingkat pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap kuat, yaitu sebesar 5,11% pada kuartal I/2024. Kedua, nilai tukar petani pada Maret 2024 yang meningkat 7,7% menjadi 119,39, serta rata-rata upah buruh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami kenaikan 8,42% secara tahunan pada Februari 2024.

Ketiga, pemerintah menggelontorkan berbagai program bantuan sosial pada periode Januari hingga Maret 2024, antara lain bantuan pangan beras, bantuan pangan non tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Lebih lanjut, Imam mengatakan bahwa penurunan tingkat kemiskinan tercatat lebih besar di perdesaan, yang mencapai 11,79% pada Maret 2024, dari Maret 2023 yang sebesar 12,22%. Sementara itu, tingkat kemiskinan di perkotaan tercatat turun menjadi 7,09% pada Maret 2024, dari periode yang sama pada 2023 sebesar 7,29%.

“Masih terjadi disparitas yang cukup lebar antara perkotaan dan pedesaan, pada Maret 2024 tingkat kemiskinan di perdesaan mencapai 11,79%, sementara di perkotaan 7,09%,” jelas Imam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  3  =