Connect with us

Nasional

Candra Aprianto: Banyak Pemerintah Desa yang Belum Optimal Manfaatkan Potensi SDA di Wilayahnya

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Asisten Staf khusus Wapres bidang ekonomi dan kemiskinan DR. Tri Chandra Aparianto mengungkapkan banyak pemerintah desa yang belum optimal dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) di wilayahnya. Lantaran, status kepemilikan SDA itu dipegang oleh kementerian terkait.

“Hampir sekitar 30 ribu desa beririsan dengan kehutanan, perkebunan, dan tambang. Ini menjadi problem karena desa tidak memiliki status sendiri karena SDA milik orang lain,” kata Chandra dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Sosialisasi dan Strategi Komunikasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Ibis Jakarta Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, 24 -26 November 2021.

Chandra menilai, hal itu merupakan bentuk permasalahan hulu yang berada di pemerintahan desa. Keadaan itu pula yang menyulitkan pemerintah untuk membuat program memberantas kemiskinan di desa.

“Ada cerita bagaimana kita berupaya mendorong untuk memberantas kemiskinan. Kami berupaya melakukan penguatan produk daya beli. Tapi kalau desa tidak punya objek yang digarap bagaimana? Yang muncul produk luar, bukan dari desa setempat,” ujar Chandra.

Selain itu, pembuatan program penguatan desa banyak dibuat oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan perwakilan desa. Menurut Chandra, seharusnya perwakilan desa dilibatkan sehingga pelaksanaan program penguatan desa lebih maksimal.

“Padahal sudah ada Undang-Undang Desa yang diharapkan dapat membuat pemerintah desa mandiri, ini juga perlu dilihat lebih dalam lagi,” ujar Chandra.

Oleh karena itu, menurut Chandra, perlu adanya koordinasi antar kementerian terkait untuk mengatasi permasalahan ini.

“Dalam bayangan saya, kementerian terkait mulai ESDM, Perdagangan, dan BUMN bisa berkoordinasi dengan pihak kita. Kenapa hal itu diperlukan? Karena permasalahan ini hampir dimiliki semua desa, jadi soal hulu ini harus diselesaikan,” ujarnya.

Adapun FGD P3PD ini merupakan kerja sama lintas kementerian dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemenko PMK.

FGD ini bertujuan supaya kementerian terkait saling berkoordinasi dan menyamakan persepsi untuk membuat program penguatan desa. Selain itu, supaya pelaksana P3PD dapat memahami dan mengidentifikasi, serta mengoptimalkan dukungan publik dan stakeholders.

Adapun FGD ini menghadirkan narasumber yang kompeten dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemenko PMK.

Diskusi ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat yakni tenaga ahli dpr, akedemisi UNJ, ITC Forum, akademisi UI, sejumlah media online maupun cetak, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Antisipasi Reuni 212, Kawasan Patung Kuda hingga Monas Jadi Restricted Area Pukul 24.00 Nanti Malam

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan pihaknya, akan menutup jalan menuju kawasan Bundaran Patung Kuda dan Monas mulai Rabu malam pukul 24.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kerumunan massa aksi reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021 besok.

“Area yang akan ditutup adalah area di seputar Patung Kuda dan Kawasan Monas. Jadi semua area tersebut dinyatakan sebagai kawasan terbatas atau ‘restricted area’,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Sambodo menambahkan penutupan jalur protokol juga dilakukan untuk Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Barat, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Veteran, dan Jalan Museum.

Ruas jalan tersebut, kata Sambodo, akan menjadi area steril atau kendaraan tidak boleh melintas.

Sambodo menambahkan, area yang dapat melintas hanyalah kendaraan dinas yang berkantor di area steril.

“Kendaraan nanti kita lihat dulu, kalau tujuannya ke kantor, kita perbolehkan. Hanya yang memang berkantor di jalan itu,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan jalan tersebut, Sambodo pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari area sekitar Bundaran Patung Kuda dan Monas sepanjang esok hari.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar besok sepanjang tanggal 2 Desember, dari pagi sampai malam, menghindari kawasan tersebut,” kata Sambodo.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menegaskan tidak memberikan izin pelaksanaan Reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021.

“Polda Metro Jaya sebagai penanggung jawab tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan Reuni 212 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jadi Polda Metro Jaya tidak memberikan izin,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Rabu 1 Desember 2021.

Zulpan menyampaikan, kegiatan dilarang karena berpotensi menciptakan kerumunan mengingat Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Polri Antisipasi Aksi Reuni 212 Pekan Depan

“Polda Metro Jaya bertugas menjaga ketertiban, utamanya untuk ketertiban masyarakat, ini dilakukan dalam prinsip kepolisan. Ini dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan keselamatan rakyat sebagai yang utama. Kita juga mencegah kerumunan yang bisa berakibat kurang baik khususnya Covid-19,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang tetap melakukan aksi akan dikenakan tindak pidana.

“Mereka yang memaksa akan mendapat sanksi hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku dapat dipidana,” ucapnya.

Adapun hukuman yang akan diterapkan bagi mereka yang memaksa melakukan Reuni 212 yaitu berdasarkan Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Selain tiga Pasal KUHP di atas, Zulpan menjelaskan pelanggar akan dikenakan saksi UU Karantina Kesehatan.

“Bagi yang memaksa yaitu kita persangkaan dengan tidak pidana yang ada ditindak pidana khusunya Pasal 212 sampai 218 KUHP,” katanya.

Seperti diketahui ada dua lokasi yang menjadi kandidat kuat pelaksanaan Reuni 212. Yaitu di Patung Kuda, Jakarta Pusat dan Masjid Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

HY

Continue Reading

Nasional

Dirjen Bimas Islam: DPR AS Kagumi Keragaman di Indonesia

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyatakan, pengelolaan keragaman di Indonesia telah banyak mendapatkan pengakuan global. Bahkan, Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) menyampaikan kekagumannya atas keragaman di Indonesia yang telah berhasil dikelola dengan baik.

“Kemarin kami menerima ketua DPR-nya Amerika. Kami dampingi. Di antara yang mereka sampaikan adalah kekagumannya atas Indonesia yang telah mengelola keragaman ini,” ujar Kamaruddin saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III di Bogor, Selasa 30 November 2021.

Kamaruddin menjelaskan, Indonesia berhasil mengelola keragamannya karena Indonesia memiliki ormas-ormas Islam yang 99 persen moderat. Menurut dia, selama ini ormas Islam turut menjadi pondasi fundamental untuk merawat keragaman ini.

“Ini salah satu sebab utama mengapa Indonesia mampu mengelola keragamaan yang luar biasa, karena Indonesia memiliki sosial infrastruktur yang kuat,” ucapnya.

Selain itu, menurut dia, Indonesia juga memiliki ideologi Pancasila. Karena itu, Indonesia akhirnya menjadi sebuah negara relijius, bukan negara sekuler, bukan pula negara agama.

“Indonesia bukan negara teokrasi atau negara agama tapi negara bangsa yang sangat relijius,” katanya.

Kamaruddin mengatakan, hampir semua urusan tentang Islam diatur dalam konstitusi, misalnya tentang perkawinan, zakat, wakaf, dan lain-lain.

“Seluruh ajaran Islam sesungguhnya sudah ada undang-undangnya. Jadi sudah syariat sekali sebenarnya Indonesia ini,” ujarnya.

Karena AS kagum dengan keragaman di Indonesia, Kamaruddin berencana untuk melakukan kerjasama dalam berbagai hal.

“Ke depan kita sedang mengikhtiarkan untuk melakukan kerjasama di berbagai hal, termasuk kami berencana untuk membawa teman-teman dari ormas-ormas untuk berkunjung ke AS,” ujarnya.

Selain untuk melihat kehidupan keragaman di AS, ormas tersebut nantinya juga diharapkan semakin mempromosikan tentang keragaman Indonesia yang sangat luar biasa.

“Jadi sekarang ini kita sudah tidak lagi hanya mau belajar ke luar tapi juga sudah ingin mempromosikan artikulasi Islam Indonesia. Bahkan, kita rencana akan ada konferensi Asia Afrika yang akan mengundang seluruh negara-negara Muslim dan bahkan non-Muslim. Di situ kita ingin mempromosikan Islam Indonesia,” jelas Kamaruddin.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC