Nasional

CBA Dorong KPK Selidik Proyek Jumbo Lapangan Squash Kabupaten Bekasi

Channel9.id – Jakarta. Center for Budget Analysis (CBA) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan Lapangan Squash Kabupaten Bekasi.

“Sebelum melaksanakan tahap pembangunan lapangan Squash tahap tiga kami CBA meminta KPK untuk segera turun tangan menangani atau penyelidikan mulai dari lelang sampai pelaksana pada proyek tahap 1 dan 2 atas pembangunan lapangan squash,” ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6/2024).

Uchok menilai, anggaran untuk pembangunan Lapangan Squash ini terlalu besar. Ia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini sedang membangun Lapangan Squash tahap II dengan pagu anggaran sebesar Rp15,4 miliar.

Sedangkan pada 2023 atau tahap I, realisasi anggaran lapangan squash sebesar Rp8,7 miliar. Kemudian pada 2025 diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp19 miliar.

“Pembangunan Lapangan Squash ini terlalu banyak menghabiskan anggaran yang besar sekali. Di mana pembangunan lapangan Squash diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp43 miliar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Uchok meminta KPK untuk mulai menelusuri proses lelang yang aneh. Hal ini bisa ditelusuri dari kritik yang disampaikan masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap proyek pembangunan lapangan tersebut.

“Apalagi waktu pelaksanaan pembangunan lapangan Squash ini banyak mendapat kritik dari masyarakat kabupaten Bekasi karena diduga melanggar Peraturan Presiden (PerPres) tentang Pengadaan Barang dan Jasa,” terang Uchok.

Selain itu, Uchok menyebut perusahaan pelaksanaan proyek pembangunan lapangan squash tahap 2, seperti dipaksakan untuk menang.

“Para panitia tidak melihat dan mempertimbangkan bahwa perusahaan tersebut pernah mengerjakan proyek di dinas lain tetapi diduga gagal konstruksi sehingga mengakibatkan jalan yang dibangun longsor,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun gelanggang olahraga (GOR) Squash berstandar internasional yang mengacu spesifikasi dari otoritas badan olahraga squash dunia “World Squash Federation”. Sarana olahraga ini dibangun di lahan seluas 1.600 meter persegi dengan luas bangunan keseluruhan mencapai 3.054 meter persegi.

Tahun ini, Kabupaten Bekasi melanjutkan pembangunan gelanggang olahraga untuk tahap kedua meliputi penyelesaian pekerjaan tahap pertama, tribun penonton, serta pemasangan empat lapangan squash berikut dinding dan lantai keramik pada keseluruhan area gedung pertama dengan total pagu anggaran Rp15,6 miliar.

Disbudpora Kabupaten Bekasi juga telah merencanakan pembangunan tahap ketiga pada 2025 senilai Rp18,4 miliar untuk membangun gedung kedua atau gedung utama terdiri atas kantor sekretariat pengurus cabang olahraga squash, tribun VIP-VVIP, serta mess atlet berkapasitas hingga delapan ruangan.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  5  =