Channel9.id-Jakarta. Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menjajaki peluang peningkatan investasi Jepang pada sejumlah proyek strategis di Jakarta. Upaya tersebut dilakukan dalam kunjungan kerjanya ke ibu kota pada 4-6 Juni 2026.
Dalam lawatan tersebut, Dubes Kartini bertemu dengan Pramono Anung serta melakukan pembahasan teknis dan peninjauan langsung sejumlah proyek prioritas yang dinilai berpotensi menarik investasi lanjutan dari Jepang.
Pramono mengatakan hubungan Jakarta dan Tokyo yang telah terjalin melalui kerja sama sister province sejak 1989 menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi ekonomi kedua wilayah.
“Saat ini ada enam proyek strategis di wilayah DKI Jakarta yang sangat berpotensi menyerap investasi lanjutan dari Jepang,” ujar Pramono.
Enam proyek tersebut meliputi perluasan pembangunan MRT Jakarta, Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, pembangunan tanggul laut NCICD di pesisir utara Jakarta, penguatan sistem polder dan pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan LRT fase 2 rute Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS).
Menurut Dubes Kartini, Jepang memiliki peluang besar untuk melanjutkan investasi pada proyek-proyek tersebut, terutama karena rekam jejak positif yang telah ditunjukkan melalui dukungan pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) pada pembangunan MRT fase pertama dan sistem pompa Waduk Pluit.
Saat meninjau fasilitas MRT Jakarta, Kartini melihat langsung perkembangan pembangunan MRT fase 2A yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 hingga 2029.
Selain itu, rombongan KBRI Tokyo juga mengunjungi proyek pembangunan tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Ancol Barat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini mendorong partisipasi investor Jepang untuk membantu menyelesaikan pembangunan tanggul laut yang masih tersisa sepanjang 16,7 kilometer.
Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir Jakarta yang terintegrasi dengan jaringan polder, saluran drainase, dan infrastruktur tata air lainnya.
Meski Jepang sebelumnya telah memberikan dukungan melalui pembangunan sistem pompa di Waduk Pluit, kapasitas yang tersedia saat ini baru memenuhi sekitar 17 persen dari kebutuhan keseluruhan Jakarta. Karena itu, investasi lanjutan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan kota terhadap ancaman banjir dan kenaikan muka air laut.
Kunjungan Dubes Kartini ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari lawatan Pramono Anung ke Tokyo pada April 2026 lalu, termasuk pertemuannya dengan Gubernur Metropolitan Tokyo, Yuriko Koike.
Pemerintah menargetkan sejumlah proyek strategis tersebut dapat mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Salah satu target yang tengah dikejar adalah peresmian kawasan komersial bawah tanah MRT Jakarta serta jalur lanjutan MRT dari Bundaran HI menuju Monas pada perayaan HUT ke-500 Kota Jakarta, 22 Juni 2027.
Baca juga: KBRI Tokyo Dukung Petani Muda Indonesia Belajar Pertanian Modern di Jepang





