Connect with us

Politik

Demokrat Banten Pastikan Setia kepada Kepemimpinan AHY

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Ketua DPD PD Banten Iti Octavia Jayabaya memastikan DPD maupun DPC se-Banten setia terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meskipun ada upaya-upaya untuk menyusup dan mempengaruhi kader untuk berpaling dengan iming-iming uang.

Hal tersebut diungkapkan Iti, saat  pertemuan bersama pengurus DPD maupun Ketua-ketua DPC se-provinsi Banten. Pertemuan itu digelar dalam agenda kemah bersama di alam terbuka Bukit Watuwaringin yang diselenggarakan AHY pada Jumat (19/2).

“Seluruh pengurus dan kader PD se-Banten solid dan loyal pada Ketum serta kepengurusan DPP PD yang sah, hasil Kongres V Maret 2020,” ujar Iti dalam keterangan tertulis, Sabtu, (20/02).

Baca juga: AHY: Jokowi Dibawa-bawa Untuk Merusak Hubungan Dengan SBY 

Sementara itu, Ketua DPC Kota Serang H. Aminudin Toha, mengaku dirinya sempat didekati salah satu mantan kader, tapi dia memilih menolak. “Kalau mau ketemu dengan tujuan menggulingkan, mending berantem dulu sama saya” tegas Aminudin.

Aminudin juga melaporkan soal respon positif muncul dari masyarakat kota Serang melihat Partai Demokrat dizalimi. Sejumlah ulama setempat bahkan banyak memberi dukungan, karena mereka juga kecewa melihat tokoh partai lain menerima tawaran masuk pemerintahan.

Soal dukungan ulama juga diungkapkan Ketua DPC Kab. Tangerang Dedi Sutardi. Ia menuturkan, Buya pengasuh Pondok Pesatren Al Ishlahiyah Tangerang yang selama ini tidak pernah bicara politik, mengatakan Demokrat harus berjaya dan solid.

“Beliau mendukung karena konsistensi Demokrat bersama rakyat,” ujarnya.

Dedi menegaskan, bahwa Rapat pimpinan DPC PD Kab. Tangerang bersama dengan Fraksi DPRD memutuskan menolak upaya apapun untuk melakukan KLB dan tegak lurus mematuhi hasil Kongres V PD bulan Maret 2020.

Sementara itu, anggota F-PD DPRD Banten Heri Handoko memaparkan, saat ini PD sedang seksi, menjadi perbincangan hangat di masyarakat Banten, yang mulai membanding-bandingkan enaknya zaman pemerintahan SBY.

“Banyak yang berharap PD bisa mewadahi kekecewaan masyarakat. Saya berharap PD menjadi oposisi hingga 2024, dan menghantar AHY menjadi Presiden. Sudah saatnya PD kembali bangkit,” ujar Heri yang merupakan alumni Sekolah Demokrasi LP3ES itu.

Harapan lain dikemukakan Sekretaris F-PD DPRD Banten H. Jazuli Abdillah yang berharap AHY bisa mendongkrak PD menjadi partai ideologis, serta melakukan pendekatan dialogis sebagai harapan civil society.

AHY yang hadir di tengah-tengah kader Demokrat Banten itu pun tampak tekun mencatat masukan-masukan ini. Ia mengapresiasi dukungan dan loyalitas para pengurus dan kader. Kesetiaan dan keberanian Banten tidak perlu diragukan lagi.

“Tadi kita sempat jalan menanjak, rasanya berat, banyak rintangan. Itulah yang kita hadapi sekarang. Tapi begitu kita sampai di puncak, rasanya lega, hilang semua rasa lelah selama mendaki. Ayo kita terus gigih berjuang, atasi segala rintangan,” tandasnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Sindir Ciptakan Kerumunan, PKS: Warga Mencontoh Pemimpinnya

Published

on

By

indir Ciptakan Kerumunan, PKS: Warga Mencontoh Pemimpinnya

Channel9.id-Jakarta. Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan kerumunan massa,pada Selasa (23/2).

Politisi PKS Mardani Ali Sera pun angkat suara. Menurut dia, beberapa waktu lalu Jokowi kecewa dengan PPKM dan PSBB yang dinilai tidak efektif. Itu karena tidak adanya ketegasan dari pemerintah sehingga masyarakat kurang patuh terhadap protokol kesehatan.

“Jadi karena daerah kurang tegas masyarakat kurang patuh protokol kesehatan. Tapi beberapa kali Presiden menyebabkan kerumunan, warga mencontoh pemimpinnya?,” ujarnya sembari bertanya , kepada wartawan, Rabu (4/2).

Ketua DPP PKS itu menyatakan, kejadian di NTT itu bukan karena aksi spontan adanya kurumunan massa. Namun, pada Ketika itu Jokowi membagikan bingkisan ke masyarakat setempat.

“Ini bukan yang pertama Pak Jokowi bagi-bagi souvenir atau nasi kotak yang menimbulkan kerumunan. Sebelumnya bagi-bagi nasi kotak, kemarin bagi-bagi souvenir. Jika itu sudah dipersiapkan di mobil, namanya bukan spontanitas,” ucap dia

Oleh sebab itu, Mardani mengatakan, harusnya pihak Istana bisa mengatisipasi adanya kerumunan massa tersebut. Sehingga kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya.

“Kenapa pihak Istana tak bisa melakukan antisipasi dalam kunker ada potensi kerumunan,” katanya.

IG

Continue Reading

Politik

PKB Nilai Perppu ITE Belum Mendesak

Published

on

By

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid menilai Presiden Joko Widodo tidak perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena belum memenuhi syarat kedaruratan dan kegentingan yang memaksa.

“Kalau Perppu dipersyaratkan ada kegentingan yang memaksa. Keadaan saat ini belum memenuhi syarat kedaruratan dan kegentingan, cuma perlu penyempurnaan atau penyesuaian,” kata Jazilul di Jakarta, Rabu (24/2) dilansir Antara.

Dia menilai untuk mengatasi polemik penerapan UU ITE di masyarakat, cukup dengan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dan tidak perlu dikeluarkan Perppu.

Baca juga : Kasus UU ITE Jerat Pengurus IPW, Polda Metro Jaya Utamakan Mediasi

Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, langkah revisi tersebut dengan mengubah pasal-pasal karet yang multitafsir dan kurang relevan dengan situasi saat ini.

Jazilul menilai Surat Edaran (SE) Kapolri Surat Edaran bernomor: SE/2/11/2021 Tentang Kesadaran Budaya Beretika Untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Produktif, belum bisa untuk mengatasi persoalan maraknya penggunaan pasal karet oleh Aparat Penegak Hukum.

“SE Kapolri tidak bisa masuk pada meteri yang substantif. Namun SE Kapolri dapat membantu untuk lebih tertib, agar Polisi tidak gampang melakukan penahanan dan membuka ruang mediasi,” ujarnya.

Karena itu, Jazilul menilai perlu segera dilakukan revisi UU ITE namun langkah itu masih ada persoalan yaitu revisi UU tersebut belum masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

Wakil Ketua Umum PKB itu mengatakan, pemerintah dapat mengambil inisiatif untuk mengajukan naskah perubahan UU ITE.

IG

Continue Reading

Politik

Max Sopacua: Partai Demokrat Dikerdilkan Menjadi Partai Keluarga

Published

on

By

https://channel9.id/pengurus-demokrat-jabar-dan-banten-drsak-ahy-pecat-kader-pengkhianat/

Channel9.id-Jakarta. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua menilai saat ini partai  berlambang bintang mercy itu kini keluar dari asanya dan dikerdilkan menjadi partai keluarga.

“Awalnya didirikan sebagai partai modern dan terbuka, itu menjadi landasan berjuang,” ujar Max lewat keterangannya, Rabu (24/2).

Max menceritakan, asas keterbukaan Demokrat dimulai pada kongres pertama yang digelar di Bali 2005 lalu. Dalam forum tersebut, terdapat sejumlah kepala daerah yang masuk mengambil posisi menjadi ketua dewan pimpinan daerah maupun ketua dewan pimpinan cabang.

“Ada yang mempertanyakan, kapan kepala daerah yang bergabung membuat KTA (kartu tanda anggota). Karena sejatinya Partai Demokrat memang berasaskan partai modern dan terbuka,” ucap Max.

Baca juga : Pengurus Demokrat Jabar dan Banten Desak AHY Pecat Kader Pengkhianat

Asas tersebut dinilai mulai berubah usai kongres luar biasa (KLB) di Bali pada 2013. Diikuti oleh Kongres pada 2015 di Surabaya, yang mengukuhkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum Demokrat.

Padahal pada KLB 2013, SBY berjanji menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum sampai 2015 saja. Namun, Max menilai Presiden ke-6 Republik Indonesia itu justru tak memegang janjinya tersebut. “Siapa sangka guru politik yang selalu menanamkan jujur cerdas dan santun kepada kader, ternyata dia sendiri yang tidak jujur,” ujar Max.

Demokrat yang dikelola dengan manajemen keluarga terbukti tidak dapat membesarkan partai. Terbukti dari elektabilitas partai yang selalu menurun di setiap pemilihan umum. Putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga tak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan suara Demokrat. Padahal, ia ditujuk sebagai Komandan Tugas Utama (Kogasma) yang tugasnya memenangkan Pemilu 2019.

“Kemampuan AHY dalam membawa kemenangan Partai Demokrat, saya kira juga sudah diuji coba pada Pemilu 2019. Hasilnya, perolehan Partai Demokrat malah kembali turun menjadi 7,7 persen,” tandas Max.

IG

Continue Reading
Vaksin Corona

HOT TOPIC