Connect with us

Politik

Demokrat Siapkan Kader Terbaik untuk Bursa Calon di Pilkada DKI Jakarta

Published

on

Channel9.id-Jaklarta. Partai Demokrat menyebut sudah mempersiapkan 9 kader terbaik untuk maju di gelaran Pilkada DKI Jakarta berikutnya. Di antara nama-nama itu, terdapat nama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak hingga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menuturkan pihaknya telah siapkan beberapa kandidat lain yang akan diusung, diantaranya kader Demokrat di Komisi III DPR-RI seperti Santoso, Didik Mukrianto, dan Hinca Panjaitan.

“Bappilu DPP Partai Demokrat menyiapkan sembilan kader yang akan digadang-gadang maju Pilgub DKI,” kata Kamhar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2).

Baca juga: Respons Marzuki Alie: Kader Demokrat Jangan Air Susu Dibalas Air Tuba 

Tidak hanya itu, ada beberapa kader yang berpengalaman di eksekutif seperti mantan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, mantan Bupati Morowali Anwar Hafid hingga Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Kamhar mengatakan, penyiapan nama-nama tersebut sebagai langkah antisipasi terkait rencana revisi UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang masih dinamis di DPR.

Diketahui, DPR saat ini masih menggodok rencana revisi UU Pemilu. Revisi tersebut salah satu poinnya mengenai jadwal penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta akan digelar 2022.

Bila revisi UU Pemilu tak dijalankan, maka Pilkada DKI akan tetap digelar 2024 seusai UU Pilkada saat ini. “Sehingga pada saatnya nanti, seperti apapun perkembangannya Demokrat siap,” kata dia.

Lebih lanjut, Kamhar menilai nama-nama tersebut semuanya adalah kader terbaik Partai Demokrat yang diberi kesempatan untuk meyakinkan masyarakat DKI Jakarta.

Ia mengatakan nama-nama tersebut akan mengerucut dengan memperhatikan figur yang paling bisa merebut hati dan dikehendaki masyarakat DKI Jakarta.

“Semuanya adalah kader dengan pengalaman dan jam terbang yang memadai, baik pengalaman di eksekutif, legislatif atau pun keduanya,” kata Kamhar.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

KLB Demokrat Dinilai Tak Sah, Marzuki Alie: Keabsahan Nanti di Peradilan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie versi Kongres Luar Bisa (KLB) Demokrat Deli Serdang menyebut hasil KLB masih dalam proses administrasi. Usai rampung, hasil tersebut akan diserahkan ke Kemenkum HAM.

“Sedang diproses sih, sedang dijalankan proses administrasi semuanya,” ujar Marzuki, Sabtu (6/3).

Menyangkut soal keabsahan hasil KLB Demokrat di Deli Serdang, Marzuki Alie menyerahkan sepenuhnya kelak di meja hijau. Bila melihat AD/ART dari Kongres V Demokrat di Jakarta, menurut Marzuki, Partai Demokrat dalam cengkeraman Keluarga Cikeas.

“Kalau keabsahan itu nanti di peradilan ya, karena kalau melihat Anggaran Dasar yang tahun 2020, itu partai ini sudah dikuasai secara penuh oleh Keluarga Cikeas, bagaimana bisa KLB kalau persetujuan KLB harus persetujuan Cikeas, kan nggak mungkin. Jelas itu mencederai nilai-nilai demokrasi yang diusung Partai Demokrat,” imbuhnya.

Baca juga: KLB Demokrat Deli Serdang, Moeldoko Ketum Partai Demokrat

Kongres Luar Bisa (KLB) Partai Demokrat (PD) yang diklaim segelintir pihak sudah rampung dan memutuskan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum. Hasil KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, itu disebut akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) untuk mendapatkan surat keputusan (SK).

KLB Demokrat di Deli Serdang memutuskan Kepala KSP Moeldoko menjadi ketua umum. Partai Demokrat pun berang dan meminta pemerintah turun tangan dengan tidak memberikan pengesahan dan legitimasi.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara terkait KLB Demokrat di Deli Serdang tersebut. SBY menyindir upaya KLB yang awalnya hanya disebut ‘ngopi-ngopi’ oleh Kepala KSP Moeldoko.

“Tetapi hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini. Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini. Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral,” pungkas SBY saat konferensi pers di kediamannya, Cikeas, Jakarta Timur, Jumat (5/3).

IG

Continue Reading

Politik

Muscab DPC PKB Kabupaten Banyumas Ricuh

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyumas diwarnai dengan kericuhan. Kegiatan Muscab itu digelar di Rumah Makan D’Garden, Purwokerto pada Sabtu 6 Maret 2021.

Kericuhan terjadi saat Danan Setianto dinyatakan sebagai Ketua Dewan Tanfidz atau Ketua DPC PKB Banyumas.

Mulanya, Muscab berjalan kondusif. Kemudian, suasana memanas sampai pembacaan keputusan DPP perihal persetujuan pimpinan DPC Banyumas.

Sejumlah pengurus PAC langsung menolak saat Danan Setianto dinyatakan sebagai Ketua Dewan Tanfidz atau Ketua DPC PKB Banyumas.

Selain itu, kericuhan tambah memanas saat pembacaan para pengurus baru. Pengurus PAC menolak penetapan dari DPP PKB yang menyatakan Muhlasin sebagai Ketua Dewan Syuro dan Kiai Faturahman sebagai Sekretaris Dewan Syuro serta menetapkan Danan Setianto sebagai Ketua Dewan Tanfidz, Imam Ahffas sebagai Sekretaris dan Rofik Kamilun sebagai bendahara.

Ketua PAC PKB Sokaraja Muktamir menyampaikan, berdasarkan hasil pramuscab sudah jelas bahwa salah satu calon yaitu Imam Santosa mengantongi 22 suara PAC. Sehingga praktis tinggal tersisa 5 suara yang tidak mendukungnya.

“Keputusan DPP PKB yang menunjuk Danan Setianto sebagai Ketua DPC dianggap tidak mengakomodir aspirasi para PAC,” kata Muktamir dilansier Inews, Sabtu 6 Maret 2021.

Muktamir menyatakan, keputusan ini merupakan bentuk arogansi DPP. Sebab, hasil pramuscab dikesampingkan dan aspirasi yang muncul dari bawah tidak didengar.

“Sejumlah PAC menyatakan jika DPP tidak mengubah keputusan tersebut, mereka akan melawan terus dengan aksi-aksi karena DPP sudah menciderai demokrasi dan memicu perpecahan di PKB,” katanya.

Suasana memanas saat pimpinan sidang tetap melanjutkan pembacaan putusan DPP. Para pengurus PAC maju ke depan dan meminta supaya DPP mendengar dan menghormati aspirasi mereka.

Untuk mendinginkan suasana, akhirnya muscab diskors sekitar satu jam untuk berkomunikasi dengan DPP dan mengambil jalan terbaik.

Sementara, DPP PKB menetapkan kepengurusan PKB Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, periode 2021-2026 yang dipimpin Danan Setianto sebagai Ketua Dewan Tanfidz.

Surat keputusan bernomor 5664/DPP PKB/02/III/2021 tersebut dibacakan Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pesantren DPP PKB Abdul Wahid yang bertindak sebagai pimpinan sidang dalam Muscab PKB Kabupaten Banyumas .

“Menetapkan Ketua Dewan Syura KH Muhlasin, Sekretaris Dewan Syura K Fathurrohman, Ketua Dewan Tanfidz Danan Setianto SE, Sekretaris Dewan Tanfidz Imam Affas SPd, dan Bendahara Dewan Tanfidz Rofik Kamilun,” kata Abdul Wahid.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Belum Terima Hasil KLB, Mahfud: AHY Masih Ketum Demokrat

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menkopolhukam Mahfud MD masih mengangap kepemimpinan Partai Demokrat yang resmi masih berada di tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menjelaskan sampai saat ini pemerintah menganggap Partai Demokrat belum melakukan kongres luar biasa (KLB).

Menurut Mahfud, jika Partai Demokrat melaksanakan KLB, pastinya pemerintah mendapat pemberitahuan resmi serta malaporkan hasil dari KLB tersebut.

“Sekarang, pengurusnya yang resmi di kantor pemerintah itu adalah AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) putra Susilo Bambang Yudhoyono. Itu yang sampai sekarang,” ujar Mahfud dalam keterangan video yang disampaikan Tim Humas Kemenko Polhukam pada Sabtu (6/3).

Mahfud menambahkan pemerintah menilai kegiatan di Deli Serdang hanya sebagai acara temu kader Partai Demokrat. Namun, jika ada nantinya ada perkembangan bahwa pihak yang menyelenggarakan KLB melaporkan hasil kegiatan, baru pemerintah bisa memberikan penilaian apakah hasil dari acara tersebut sah atau tidak dengan berpedoman pada aturan-aturan hukum.

Meski begitu, Mahfud juga menekankan pemerintah tidak bisa menilai apakah kegiatan di Deli Serdang sah atau tidak.
Di sisi lain, Mahfud kembali menekankan selama belum ada laporan Partai Demokrat melaksanakan KLB dan sudah terbentuk kepengurusan baru, maka kepemimpinan partai yang resmi tercatat dipegang AHY.

“Sampai dengan saat ini pemerintah itu menganggap belum ada kasus KLB Partai Demokrat. Kongres Luar Biasa. Karena kan kalau KLB mestinya ada pemberitahuan resmi sebagai KLB, pengurusnya siapa. Sehingga yang ada di misalnya di Medan itu ya kita anggap sebagai temu kader yang itu tidak bisa dihalangi,” ujar Mahfud.

Untuk itu, pemerintah tidak bisa ikut campur dan menghalangi kegiatan tersebut karena akan melanggar ketentuan Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 9 tahun 1998 tentang kebebasan menyatakan pendapat jika menghalangi pertemuan tersebut.

Dalam UU tersebut, kata Mahfud, dikatakan bahwa boleh orang berkumpul mengadakan di tempat umum itu asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu di antaranya pertemuan bukan dilakukan di Istana Negara, tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, atau arena obyek vital.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC