Connect with us

Lifestyle & Sport

Diet Bisa Gagal Karena Kebiasaan Ini

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Salah satu kunci suksesnya program menurunkan berat badan ialah menjaga metabolisme tetap stabil. Anda harus pastikan bahwa kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang keluar. Jika tidak, diet bisa gagal.

Nah, untuk diketahui, yang dimaksud membakar kalori ialah proses metabolisme. Proses ini ialah di mana kalori dari makanan dan minuman diubah menjadi energi. Energi ini digunakan untuk menjalankan beragam fungsi tubuh, dari bernapas hingga tidur. Proses ini berlangsung selama manusia hidup.

Baca juga : Risiko Mengonsumsi Fast Food Bagi Tubuh

Semakin cepat laju metabolisme, semakin banyak kalori yang dibakar. Artinya, seseorang bisa lebih mudah menurunkan berat badan. Namun, proses metabolisme bisa terganggu karena kebiasaan berikut sehingga diet bisa gagal.

1. Asupan makanan tak cukup
Kendati ingin menurunkan berat badan, usahakan untuk tetap makan. Hal yang harus diperhatikan ialah pilihan makanannya. Makanlah makanan alami dengan gizi seimbang, seperti ikan, telur, sayur dan buah, daging rendah lemak, dan kacang-kacangan.

Jangan mengurangi asupan makanan secara drastis justru akan memperlambat laju metabolisme tubuh. Hal ini bisa membuat jumlah kalori yang dibakar juga menjadi sedikit. Inilah alasan diet bisa gagal.

2. Mengonsumsi camilan tinggi karbohidrat olahan
Makana ini bisa meningkatkan dan menurunkan gula darah dengan cepat. Kondisi ini membuat gampang lapar. Kondisi ini bisa membuat Anda makan lebih banyak dan mengacaukan laju metabolisme yang berlangsung. Makan dari itu, pilihlah camilan yang rendah kalori.

3. Salah pilih jenis olahraga
Setiap olahraga punya kegunaan yang berbeda. Meski membakar kalori, olahraga yang salah tentu tak akan membawa hasil yang optimal.

Adapun olahraga yang disarankan yaitu high intensity interval training (HIIT). Anda bisa melakukan olahraga kardio, seperti berlari dan lompat tali pada waktu singkat, sekitar 10 detik hingga 5 menit sesuai jenis olahraga.

4. Kurang tidur
Selama tidur, tubuh memproduksi hormon melatonin. Hormon ini meningkatkan laju metabolisme serta lemak tertentu yang berperan dalam pembakaran energi. Namin, jika kurang tidur, melatonin tidak berfungsi secara optimal jika waktu tidur kurang. Efeknya, metabolisme menurun. Demikian pula dengan jumlah kalori yang dibakar. Dampaknya, sulit untuk menurunkan berat badan.

Sebagai catatan, tak ada cara mudah dan praktis untuk menurunkan berat badan. Anda harus melakukannya secara perlahan. Mula-mula dengan memahami kebiasaan yang bisa mengganggu laju metabolisme dan menghindarinya.

Anda disarankan untuk menjaga keseimbangan jumlah kalori yang masuk ke tubuh dengan yang dikeluarkan. Lakukanlah olahraga dan tidur cukup agar diet sukses dan menyehatkan.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tokoh Otomotif Nasional Helmy Sungkar Wafat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia otomotif Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Salah satu tokoh otomotif nasional Helmy Sungkar meninggal dunia, Selasa (24/11) pagi sekitar pukul 06.10 WIB. Helmy berpulang pada usia 68 tahun di tempat tinggalnya, Bintaro.

Helmy Sungkar Alurmei nama lengkapnya, dikenal sebagai sosok yang gigih memajukan dunia otomotif Tanah Air, utamanya motorsport. Mantan pembalap nasional dan promotor olahraga otomotif ini menurunkan kecintaannya terhadap dunia otomotif menurun kepada putranya, Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar.

Baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Helmy rajin menggelar berbagai kejuaraan balap motor mulai dari road race, motocross hingga drag race.

Ia juga diketahui memiliki event organizer balap sendiri bernama Trendy Promo Mandira (TPM). Meski event motocross Indonesia tengah lesu, beliau tetap rajin menggelar acara balap dengan biaya sendiri tanpa sponsor.

Sebelumnya, Helmy Sungkar sempat dirawat selama satu bulan di rumah sakit akibat stroke. Diketahui, ia memang menderita sakit diabetes dan harus menjalani perawatan khusus.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Alasan Kamu Harus Berhenti Konsumsi Makanan Kemasan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dalam kehidupan sehari-hari kita nyaris selalu tak terlepas dari makanan kemasan. Saat ini makanan ringan hingga makanan berat pun sudah ada bentuk kemasannya. Misalnya susu, buah-buahan, sampai daging olahan. Tak heran jika makanan kemasan sudah merambah ke kehidupan banyak orang.

Jika Kamu termasuk orang bermobilitas tinggi dan minim waktu luang, keberadaan makanan kemasan tentu membuatmu lebih mudah mengisi perut. Namun, di balik kemudahan ini, ada bahaya yang bisa menghantui tubuhmu, lho.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak penjelasan berikut.

1. Minim nutrisi
Perlu Kamu sadari bahwa makanan kemasan itu minim nutrisi. Hal ini karena makanan kemasan harus melewati sejumlah tahapan produksi yang membikin kandungan nutrisinya berkurang. Sebagai gantinya, produsen makanan ini menambahkan serat, vitamin, dan mineral sintetis. Namun, upaya ini tetap tak bisa menggantikan kebaikan dari nutrisi alami yang terkandung pada makanan.

Maka dari itu, sesibuk apa pun Kamu, sebaiknya tetap memilih makanan segar daripada kemasan. Kamu bisa menggunakan layanan pesan-antar makananan bukan kemasan di tempat makan yang menyajikan makanan segar.

Baca juga : Kopi Bantu Maksimalkan Efek Olahraga

2. Gula, garam, dan lemak trans tinggi
Selain itu, makanan kemasan juga mengandung gula, garam, dan lemak trans yang tinggi. Kandungan ini membuatmu berisiko terkena penyakit, lho. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, gula akan mengganggu metabolisme dan menyumbang kalori berlebih pada tubuh. Kondisi ini bisa memicu resistensi insulin, meningkatkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan penumpukan lemak.

Sementara itu, asupan garam berlebih juga bisa membahayakan kesehatan. Hal ini bisa mengakibatkan peningkatan volume darah, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras. Namun, dil lain sisi pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darahmu bisa naik. Kemudian lemak trans bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga risiko Kamu terkena penyakit jantung jadi lebih tinggi.

3. Berisiko memicu obesitas
Para produsen sengaja menciptakan produk makanan yang menarik bagi konsumen. Belum lagi kemasannya dibuat kecil membikin Kamu bisa tak sadar sudah mengonsumsi seberapa banyak

Menurut sejumlah penelitian, kandungan pada makanan kemasan bisa membuatmu makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Otakmu mungkin kesulitan memahami rasa kenyang, sehingga Kamu tak bisa berhenti makan makanan kemasan. Atau Kamu mungkin ketagihan sehingga ingin terus memakannya hingga kenyang. Padahal tanpa sadar, Kamu sudah mengonsumsi kalori berlebihan. Maka dari itu, tak ayal bila makanan kemasan kerap dihubungkan dengan kegemukan atau obesitas.

4. Mengandung bahan kimia buatan
Kamu akan menemukan nama bahan kimia yang mungkin tak familiar denganmu jika membaca komposisi kemasan. Mungkin saja bahan ini sengaja ditambahkan untuk fungsi tertentu, misalnya bahan pengawet, pewarna, penambah rasa, pemberi tekstur, sampai pemanis buatan. Tujuan penambahan bahan ini agar makanan memiliki cita rasa yang diinginkan dan bisa disimpan lebih lama.

Meski bahan kimia itu telah teruji, tak menutup kemungkinan dalam jangka panjang bisa membahayakan bagi kesehatan. Misalnya, penambahan pemanis buatan sirup jagung tinggi fruktosa berkaitan dengan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

5. Kemasan berbahaya
Selain kandungannya yang membahayakan kesehatan, kemasan makanannya pun demikian. Terbukti, menurut sebuah penelitian, bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam kemasan makanan bisa larut ke dalam makanan yang Kamu makan dan masuk ke tubuh.

Misalnya, formaldehida di botol plastik bisa menyebabkan kanker, bisphenol A yang terkandung dalam kaleng makanan atau minuman, tributyltin, triclosan, dan phthalates pun sama risikonya. Meski bahan kimia ini masuk ke tubuh dalam jumlah sedikit, pada jangka panjang bisa menyebabkan penumpukan bahan kimia berbahaya dalam tubuh. Hal ini bisa membahayakan kesehatan, terutama mengganggu hormonmu.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kopi Bantu Maksimalkan Efek Olahraga

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ada kabar baik untuk Kamu yang gemar minum kopi. Terlebih jika Kamu sedang menjalani program menurunkan berat badan dengan berolahraga. Menurut sejumlah penelitian, Kamu bisa mendapat berbagai manfaat sehat jika minum kopi sebelum mulai olahraga. Didapati bahwa kandungan kafein pada kopi bisa mengoptimalkan sesi olahragamu.

Ingat ya, Kamu disarankan minum kopi sebelum berolahraga, bukan sesudahnya. Pasalnya, setelah olahraga, Kamu membutuhkan asupan nutrisi untuk membantu memulihkan tubuh.

Baca juga : Trik Sehat Minum Kopi

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan tentang manfaat penting minum kopi sebelum olahraga berikut ini.

1. Sirkulasi darah jadi lancar
Menurut para ahli di Jepang, minum kopi bisa melancarkan sirkulasi darahmu hingga 30%. Semakin lancar aliran darahmu, seluruh bagian tubuhmu—seperti jaringan-jaringan otot dan tulang, akan mendapat suplai oksigen dan sel darah putih yang cukup.

Dengan begitu, performa olahragamu menjadi lebih baik karena kerja otot dan tulangmu terbantukan selama berolahraga atau berolahraga.

2. Cegah nyeri otot
Berdasarkan penelitian lainnya, minum kopi kira-kira satu jam sebelum berolahraga bisa mencegah nyeri otot. Hal ini juga dibuktikan oleh penelitian serupa yang menyebutkan minum kopi satu jam sebelum olahraga akan mengurangi rasa nyeri hingga 48%.

Dari temuan tersebut, Kamu bisa pahami bahwa minum kopi bisa membuatmu lebih nyaman berolahraga karena mengurangi efek nyeri tubuh. Terlebih jika Kamu sedang menjalani latihan dengan intensitas tinggi atau olahraga dalam durasi lama.

3. Ketahanan fisik meningkat
Studi lain menunjukkan bahwa minum kopi sebelum olahraga membantu meningkatkan ketahanan fisikmu. Jadi, Kamu tak mudah lelah dan bisa menjalani olahraga setiap hari. Hal ini berkat kafein pada kopi yang membantu mampu menyegarkan pikiran dan membuatmu lebih bertenaga.

Kendati Kamu dibolehkan minum kopi sebelum olahraga, ada aturan yang harus Kamu ingat supaya mendapat manfaatnya semaksimal mungkin. Berikut ini aturan aman minum kopi sebelum berolahraga.

1. Tetap minum air putih
Kamu harus ingat bahwa kopi bersifat diuretik. Ia memicu tubuh mengeluarkan cairan, baik lewat keringat maupun lewat kencing. Jadi, Kamu disarankan tetap banyak minum air putih guna mencegah dehidrasi selama berolahraga.

2. Diminum satu jam sebelum olahraga
Perlu waktu setengah sampai satu jam bagi tubuh untuk menyerap kafein dengan sempurna. Jadi, usahakan meminum kopi satu jam sebelum olahraga.

3. Kopi tanpa tambahan susu dan gula
Susu sapi diproses lebih lama oleh tubuh. Kamu bisa berisiko mengalami gangguan pencernaan saat berolahraga jika memberi tambahan susu pada kopi.

Selain itu, kopi yang terlalu manis juga berisiko membuat gula darahmu tak stabil. Menurut penelitian, manfaat terbaik muncul bila kopi diminum tanpa susu dan gula, atau kopi hitam.

4. Minum kopi dan olahraga secara rutin
Kamu sebaiknya rutin mengawali olahraga dengan meminum kopi satu jam sebelum mulai. Dengan begitu, tubuhmu akan semakin mudah menyesuaikan diri. Tubuhmu akan membaca sinyal untuk tidak mengeluarkan cairan tubuh terlalu banyak saat berolahraga.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC