Connect with us

Hukum

Dua Hotel Milik Sonny Widjaya Disita Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Asabri

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita dua Hotel The Nyaman yang berada di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Bali milik tersangka Sonny Widjaya. Penyitaan tersebut terkait dengan penyidikan dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan, dua hotel bintang tiga tersebut diketahui terkait kepemilikannya dengan salah satu tersangka.

“Dua hotel The Nyaman yang berada di Jakarta, dan yang di Bali, sudah disita. Itu terkait dengan tersangka Sonny Widjaja,” kata Febrie, di Gedung Pidana Khusus (Pidsus), Kejakgung, Jakarta, Rabu (19/5) malam.

Baca juga: Kejagung Kembali Sita 5 Unit Mobil Mewah Milik Tersangka Korupsi Asabri 

Penyitaan aset dua usaha perhotelan tersebut menambah daftar harta yang disita Jampidsus terhadap aset direktur utama (dirut) Asabri 2016-2020 yang diduga terkait dengan hasil kejahatan di Asabri. Sebelumnya, Jampidsus juga pernah melakukan sita terhadap aset-aset Sonny Widjaja yang berada di daerah lain.

Pada Maret lalu, Jampidsus pernah menyita 17 unit armada bus pariwisata yang berada di Jawa Tengah (Jateng). Jampidsus juga pernah melakukan sita terhadap 18 sertifikat hak kepemilikan bidang tanah yang tersebar di Bogor, dan Bandung, serta di Boyolali, Karang Anyar, dan Klaten, dari mantan pangdam Siliwangi itu.

Febrie melanjutkan, sitaan dua hotel yang terkait dengan kepemilikan purnawirawan bintang tiga itu menambah nilai rampasan dari hasil penyidikan sementara kasus Asabri.

Dalam kasus ini, penyidik di Jampidsus sudah menetapkan sembilan orang tersangka. Selain Sonny Widjaja, jajaran direksi Asabri yang ditetapkan sebagai tersangka lainnya, yakni Adam Rachmat Damiri, Bachtiar Effendi, Ilham Wardhana Siregar, dan Hari Setiono. Empat tersangka dari pihak swasta, yakni Benny Tjokrosaputro, dan Heru Hidayat, serta Jimmy Sutopo, dan Lukman Purnomosidi.

Dalam proses penyidikan Asabri, penyitaan aset paling masif dilakukan terhadap dua tersangka, Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Aset yang disita dari Benny Tjokro, yakni 1.200 sertifikat kepemilikan bidang tanah, termasuk 18 unit apartemen mewah; dan resort golf; serta dua Hotel Brother Inn di Yogyakarta dan Solo; satu Hotel Goodway di Batam; Gedung Rupa Rupi seluas 7.300 meter persegi di Bandung.

Dari tersangka Heru Hidayat, penyidik menyita tiga tambang batu bara di Kalimantan dan lahan tambang nikel 23 ribu hektare di Sulawesi, serta satu unit kapal tanker, dan 19 unit tugboat.

Dari tersangka Adam Rachmat Damiri, Jampidsus sebelumnya juga menyita 12 sertifikat kepemilikan tanah di Bandung, Garut, dan Bogor, serta di Palembang. Dari tersangka Lukman Purnomosidi, sebanyak 50 sertifikat kepemilikan tanah, dan bangunan, serta 36 lukisan emas juga disita.

Sitaan lainnya, berupa belasan unit mobil mewah buatan Eropa dan Jepang. Dari penaksiran nilai aset sitaan sementara di Jampidsus mencapai sekitar Rp 11 triliun, sementara kerugian negara dalam kasus Asabri mencapai Rp 23,7 triliun.

Jampidsus Ali Mukartono mengatakan, nilai taksiran aset sitaan tersebut masih jauh dari angka penghitungan kerugian negara. Namun, ia optimistis, nilai aset sitaan bakal sesuai dengan angka kerugian negara.

Sebab, Ali memastikan, seluruh aset sitaan yang dirampas negara dan terbukti berasal dari kejahatan, nantinya akan dilelang dan dikembalikan ke negara untuk menjadi sumber pengganti kerugian negara.

“Kami akan maksimalkan (penyitaan). Tetapi, sampai sekarang belum sesuai (dari kerugian negara). Belumnya banyak,” kata Ali, Selasa (18/05).

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Pengemudi Toyota Fortuner Melepaskan Tembakan di Dekat Kompleks Pati Polri

Published

on

By

Channe9.id – Jakarta. Seorang pengemudi Toyota Fortuner melepaskan tembakan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Aksi penembakan itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @cetul.22.

Berdasarkan informsi, penembakan itu terjadi pada Sabtu 19 Juni 2021 malam di lampu lalu lintas Jalan Prof. Joko Sutono, Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel, samping kompleks perwira tinggi Polri.

“Untuk korban jiwa maupun material tidak ada,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Kompol A. Akbar kepada wartawan, Minggu 20 Juni 2021.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

“Ditemukan di TKP dua selongsong,” ucap Akbar.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Namun, Akbar tak mengungkapkan berapa saksi yang sudah dimintai keterangan.

Akbar menyampaikan pihaknya juga turut memeriksa kamera CCTV di sekitar lokasi untuk membantu proses penyelidikan.

“Kita juga cari CCTV lain yang kemungkinan menyorot peristiwa itu,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Hukum

AJI Medan Tuntut Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Pemimpin Redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap.

“Meminta Polda Sumut, Polres Pematangsiantar, Polres Serdangbedagai, dan Polres Binjai untuk melanjutkan proses penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di wilayahnya,” kata Ketua AJI Medan Liston Damanik, Minggu 20 Juni 2021.

Marsal Harahap tewas karena luka tembakan. Dia ditemukan bersimbah darah di dalam mobil yang dikendarainya, tidak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Liston Damanik menyampaikan, Media online milik Marsal Harahap kerap memberitakan dugaan penyelewangan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

Liston menambahkan, pembunuhan Mara Salem Harahap, menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, pada 29 Mei, rumah jurnalis linktoday.com, Abdul Kohar Lubis, di Kota Pematangsiantar, diteror orang tak dikenal (OTK) dengan percobaan pembakaran rumah.

Baca juga: Dewan Pers Desak Polisi Segera Selidiki Kasus Pembunuhan Mara Salem

“Pada 31 Mei, mobil jurnalis MetroTV asal Kabupaten Serdangbedagai, Pujianto Sergai, yang terparkir di depan rumahnya dibakar OTK. Pada tanggal 13 Juni, rumah orang tua jurnalis di Kota Binjai, Sofian, dibakar OTK. Sofian yang kerap memberitakan tentang maraknya perjudian di kota itu juga pernah diteror dengan bom molotov dan tembakan airsoft gun di rumahnya,” katanya.

AJI Medan mengecam aksi pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Apapun alasan yang melatarinya, kekerasan dan aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum.

AJI Medan juga meminta semua elemen masyarakat agar mendukung kebebasan pers dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.

“Meminta seluruh jurnalis di Sumatera Utara untuk mengedepankan profesionalisme dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan kerja jurnalistik,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

Hukum

Kontribusi Singapura Bantu Penangkapan Adelin Lis

Published

on

By

Oleh: Azmi Syahputra*

Channel.id-Jakarta. Ini momen bagi tepat bagi Pemerintah Singapura membantu pemerintah Indonesia terkait tertangkapnya buronan kakap kasus korupsi dan pembalakan liar Adelin Lis. Hal itu juga sekaligus membuktikan bahwa Singapura bukan surganya para koruptor.

Adelin Lis yang merupakan buron kasus pembalakan liar lebih dari 10 tahun, tertangkap di Singapura pada 2018. Kejaksaan Agung kemudian menerima surat dari ICA (Imigrasi Singapura) untuk verifikasi pada 4 Maret 2021.
Ia ditangkap karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Pemerintah Singapura dan Indonesia adalah pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) dalam masalah pidana di antara negara-negara anggota ASEAN. Sehingga sangat patut Singapura merespon dan membantu serta mendukung permintaan Jaksa Agung Indonesia agar Adelin Lis dikembalikan ke Jakarta dan dijemput serta diserahkan pada tim kejaksaan Agung.

Adelin Lis termasuk kategori buron yang berisiko tinggi. Ada beberapa catatan yang dilakukan Adelin Lies pada 2006 ketika ia hendak ditangkap di KBRI Beijing. Adelin bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli Staf KBRI Beijing dan melarikan diri. Ia juga sempat melarikan diri di LP Tanjung Gusta Medan. Melihat hal ini sangat tepat bila pemerintah Singapura medeportasi ke Jakarta melalui Kejaksaan Agung.

Kontribusi bantuan Pemerintah Singapura, Kejaksaan Agung Singapura termasuk pihak Imigrasi Singapura dan Kementerian dalam Negeri Singapura menunjukkan sinergitas dan komitmen pemberantasan korupsi dan konsekuensi tindak lanjut sebagai pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) antara Indonesia dan Singapura.

Namun bila pemerintah Singapura tidak membantu dan memudahkan proses pemulangan Adelin Lis, maka benarlah dugaan atas apa yang pernah disampailkan Deputi Penindakan KPK Karyoto. Ia mengatakan Singapura satu-satunya negara yang membuat penegak hukum sulit menangkap buron korupsi dan image Singapura sebagai surganya para koruptor.

*Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia ( Alpha)

Continue Reading

HOT TOPIC