Connect with us

Nasional

Dukung Pembubaran FPI, Pemimpin Ponpes Al Iman: Mereka Pemberontak

Published

on

Channel9.id-Jakarta. KH. Habib Hasan Agil Baabud mendukung pemerintah yang telah membuat keputusan membubarkan dan  melarang segala bentuk kegiatan serta simbol-simbol Front Pembela Islam (FPI). Menurut Wan Hasan, panggilannya, gerakan FPI bukanlah dakwah melainkan gerakan politik bahkan menjurus ke arah pemberontakan.

“Bagi saya, mereka adalah pemberontak. Masak dalam dakwah kok yang diajarkan kebencian pada pemerintah yang ada, menjatuhkan pemerintahan dan presiden yang sah,” ujar Pemimpin Pondok Pesantren Al Iman, Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (1/1) dilansir Gatra.

Baca juga:

Wan Hasan menilai gerakan mereka mirip dengan PKI  namun dengan simbol yang berbeda. Menurutnya, Islam tidak memperbolehkan pemberontakan kepada pemerintahan yang sah.

“Bughot (pemberontak) harus kita tumpas. Sebenarnya, ormas yang gerakannya sama seperti FPI banyak, yang tanpa nama juga ada. Saya menyambut gembira dibubarkannya FPI dan penghentian segala bentuk kegiatan FPI,” kata Wan Hasan.

Kyai tokoh NU tersebut melanjutkan, mengenai klaim FPI, HTI dan ormas sejenis bahwa gerakan mereka membela Islam merupakan hak ormas tersebut.

Untuk mengimbangi ajaran-ajaran sesat radikal, kata Wan Hasan, harus diimbangi dengan dakwah-dakwah dari para kyai dan mubaligh yang ada di daerah atau pedalaman atau istilahnya kyai-kyai kampung.

“Di Kabupaten Purworejo, FPI sudah membuat cabang di kecamatan-kecamatan. Mereka (pengurus FPI Purworejo) sudah pernah kemari  meminta saya menjadi anggota dewan penasihat. Katanya mereka membela mar ma’ruf nahi munkar. Tapi saya tidak tertarik,” katanya

Ia sebelumnya yakin bahwa FPI akan berganti nama, namun menurutnya sama saja jika orang dan platform organisasinya sama dengan FPI.

“Mereka (FPI) tidak mau menerima Pancasila dan UUD 45. Mereka ingin mengganti Pancasila bersyariah, NKRI bersyariah. Bagaimana bisa, untuk menyatukan sesama umat Islam saja susah, apalagi banyak agama. Pendiri negara ini mencetuskan dasar negara kita berdasar kesepakatan dan sudah final,” tegas Kyai yang lahir tahun 1958 tersebut.

Menurutnya, jika founding father bangsa ini ingin mendirikan Negara Islam,  saat itu bisa. Tetapi opsi tersebut tidak dipilih karena ulama dan kyai waktu itu berpikir ke depan.

“Bukan dasar Darul Islam negara ini berdasar darussalam negara yang damai dan aman. Bukan berdasar agama tapi mengajak menjalankan agama yang baik dan benar,” pungkas Wan Hasan.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Yasonna Laoly: Tidak Ada Sanksi Pidana Bagi Penolak Vaksin

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan, tidak ada sanksi pidana bagi masyarakat yang menolak vaksin. Namun, pemerintah tetap mengimbau supaya masyarakat ikut program vaksinasi Covid-19.

Selain itu, warga yang tidak mengikuti Vaksin Covid-19 tetap akan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif.

“Tidak ada sanksi pidana terkait sanksi ya. Mungkin perlu disampaikan juga terkait Hari Pers Nasional ini,” kata Yasonna dilansir WartaKota, Rabu 13 Januari 2021 lalu.

“Bentuknya sanksi administratif,” lanjutnya.

Yasonna menjelaskan, sanksi diperlukan untuk mendorong masyarakat supaya ikut bersama-sama dalam program vaksinasi guna mengatasi dampak pandemi Covid-19. Jika sebagian masyarakat sudah divaksin, maka akan tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kalau hanya sebagian kecil, maka herd immunity tidak akan terjadi,” kata Yasonna Laoly.

Terlebih, dengan terciptanya kekebalan komunitas maka diharapkan Indonesia bisa melanjutkan kegiatan pembangunan dan ekonomi kembali tumbuh.

HY

Continue Reading

Nasional

Tambah 14.224 Kasus Baru Covid-19, DKI Penyumbang Terbanyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kasus baru Covid-19 masih terus menunjukkan penambahan signifikan. Bahkan, di akhir pekan ini, jumlah kasus baru Covid-19 menembus angka lebih dari 14 ribu.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 data pada Sabtu, 16 Januari 2021, terdapat penambahan 14.224 orang. Sehingga total akumulatifnya ada 896.642 orang di Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Dekati 900 Ribu, Kasus Baru Covid-19 tambah 14.224

DKI Jakarta menyumbang pasien positif Covid-19 tertinggi dengan penambahan 3.536 pasien. Disusul Jawa Barat yang bertambah 3.460 kasus baru Covid-19.

Berikut 5 provinsi dengan kasus baru Covid-19 tertinggi pada Sabtu, 16 Januari 2021:

  1. DKI Jakarta: bertambah 3.536
  2. Jawa Barat: bertambah 3.460
  3. Jawa Tengah: bertambah 1.997
  4. Jawa Timur: bertambah 1.160
  5. Sulawesi Selatan: bertambah 659
Continue Reading

Hot Topic

Dekati 900 Ribu, Kasus Baru Covid-19 Tambah 14.224

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kasus baru positif Covid-19 di tanah air kembali mencetak rekor baru. Pada hari ini, Sabtu (16/01), jumlah kasus Covid-19 bertambah 14.224. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 menjadi 896.642.

Tercatat penambahan 283 orang meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona. Dengan penambahan tersebut, pasien meninggal akibat corona total menjadi 25.767 orang.

Adapun pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 8.662 orang, sehingga jumlah penderita yang sembuh mencapai 727.358 orang. Mereka dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR).

Baca juga: Rekor Baru Lagi, Kasus Baru Covid-19 Tembus 12 Ribu

Sementara itu, jumlah kasus aktif Covid-19 saat ini tercatat 143.517 orang  setelah bertambah 5.279.

Jumlah 14.224 kasus baru Covid-19 diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 63.300 spesimen dalam sehari. Dalam jangka waktu yang sama, ada 45.358 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 8.269.701 spesimen terhadap 5.521.058 orang yang diambil sampelnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC