Connect with us

Hukum

Pria Nekat Bakar Diri, Diduga Terhimpit Ekonomi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Diduga terhimpit masalah ekonomi, seorang pria berinisial IH, 40 tahun, nekat melakukan bakar diri di halaman rumah kontrakannya yang berada di Jalan Haji Senin, Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Kamis (31/12), sekitar pukul 11.30 WIB.

Kanitreskrim Polsek Pondok Aren Ajun Komisaris Sumiran saat mengatakan, IH membakar diri menggunakan bensin yang ia siram sendiri dan menyulutnya dengan korek api. Siran, 45 tahun, salah seorang saksi mengatakan bahwa awalnya tetangga tidak ada yang melihat IH menyiram tubuhnya dengan bensin.

Baca juga: Terhimpit Ekonomi, Seorang Janda Jual Narkoba

“Kita lihatnya saat api sudah menyulut tubuhnya, saya kira ada yang bakar sampah ternyata dia bakar diri sendiri, dia itu baru sekitar tiga bulan ngontrak bersama seorang istri dan tiga anaknya,” kata dia, Jumat (1/1).

Melihat ada yang bakar diri, kata Siran, sontak warga beramai- ramai membawa air untuk memadamkan api di tubuhnya, sekitar 10 menit api menyala di badan dan wajah, kemudian warga berhasil memadamkannya.

“Pakaiannya habis semua terbakar, saat kebakar itu sampai padam dia diam aja tidak ngomong atau teriak, lalu warga lapor ke petugas kepolisian,” imbuhnya. Saat ditolong, IH masih dalam kondisi hidup.

Namun karena luka bakar yang cukup parah, IH meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sumiran tak bisa memastikan besaran luka bakar yang dialami oleh IH.

Video bunuh diri IH sebelumnya sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat tubuh korban yang penuh luka bakar tergeletak di pinggir jalan.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Ditpolairud Polda Banten Tangkap Dua Pelaku Penyelundupan 24.000 Benih Lobster

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten menangkap dua pelaku penyelundupan 24.000 benih lobster. Puluhan ribu benih lobster itu hendak di bawa ke daerah Jawa Barat.

Wakil Direktur Polairud Polda Banten AKBP Abdul Majid menyatakan, kedua pelaku yakni berinisial M (26) dan CH (20) merupakan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

“Dari tangan kedua pelaku ini kita amankan benih lobster yang berjumlah 24.000 ekor yang terdiri dari 18.000 ekor benih lobster jenis pasir dan 6.000 ekor jenis mutiara,” ujar Abdul Majid dalam keterangannya, Kamis 21 Januari 2021.

Abdul Majid menyampaikan, pihaknya menangkap kedua tersangka tersebut di Muara Binuangen, Desa Malimping, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Rabu 20 Januari 2021.

Pelaku dalam melakukan penjualan benih lobster tidak mengantongi izin perkarantinaan ikan di Banten. Karena itu, kedua pelaku terjerat Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

“Semestinya yang bersangkutan mendapat lisensi. Apabila melakukan kegiatan ini harus mendapat izin dari perikanan dan sebagainya,” ujar Abdul Majid.

Abdul Majid menjelaskan, pelaku membanderol satu ekor benih lobster sebesar puluhan ribu rupiah. Jika dihitung per ekor diekspor ke luar negeri dengan harga Rp 250.000/ekor, dan jumlah bibit lobster ini sebanyak 24.000 ekor, maka pelaku meraup omzet Rp 6 miliar.

Sementara itu, Kepala Karantina Ikan di Banten, Hanafi menyatakan, tindak pidana yang dilakukan pelaku melanggar UU Perikanan. Nantinya untuk benih lobster yang diamankan akan dilepaskan lagi ke laut.

“Nanti akan kami lepaskan ke laut kembali,” ujar Hanafi.

Akibat perbuatannya, para pelaku tersebut dijerat UU Perikanan pasal 93 juncto Pasal 26 ayat 1 dengan ancaman 8 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar.

HY

Continue Reading

Hukum

Bareskrim Serahkan Berkas Rizieq Shihab ke Kejagung

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas tahap 1 kasus itu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait salah satu perkara yang mendera pentolan FPI Rizieq Shihab dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat dirawat di Rumah Sakit UMMI.

Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa berkas tersebut diserahkan pada Kejagung pada Rabu (20/1). Dijelaskannya, berkas perkara tahap 1 itu berisi hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka dalam perkara itu.

“Dalam berkas itu ada tiga tersangka yang semuanya sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya, Kamis (21/1). Mereka adalah  Rizieq Shihab,  Muhammad Hanif Alatas yang adalah menantu Rizieq, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat.

Baca juga: Rizieq Shihab Dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri 

Meski sudah menjadi tersangka, dua dari tiga tersangka tersebut belum dilakukan penahanan. Sebagaimana diketahui, baru Rizieq yang ditahan. Namun penahanan tersebut dilakukan sejak Desember 2020 silam atas kasus dugaan pelanggaran prokes di Petamburan.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasat berlapis Pertama adalah pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 6 bulan hingga 1 tahun penjara.

Kemudian, pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran. Ancaman hukuman untuk pelanggaran terhadap pasal ini adalah 10 tahun penjara.

Di samping itu, ketiganya juga dijerat dengan Pasal 216 KUHP, yakni dengan sengaja tidak mengikuti perintah yang dilakukan menurut undang-undang atau dengan sengaja menghalangi tindakan pejabat dalam menjalankan tugasnya.

IG

Continue Reading

Hukum

Kasus Korupsi BIG-LAPAN, KPK Bakal Periksa 5 Saksi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa lima saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) pada Badan Informasi dan Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun 2015. Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar sejumlah Rp 179,1 miliar.

Lima saksi yang bakal diperiksa Tim penyidik KPK tersebut, yakni Kepala Bidang Pelayanan Teknis dan Promosi Pusfaktegan LAPAN tahun 2015 Henny Sulistyawati, Direktur PT Bhumi Prasaja Rasjid A Aladdin, Kepala Bidang Pustekdata LAPAN Ayom Widipaminto, Ketua Kelompok Kerja Citra Pusat Pemetaan Rupa Bumi dan Toponim (PPRT) BIG tahun 2015 Elyta Widyaningrum, dan Fungsional Surveyor Pemetaan Muda BIG tahun 2015 Agung Indrajit.

“Para saksi akan diperiksa untuk tersangka PRK (Priyadi Kardono, Kepala BIG tahun 2014-2016),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Baca juga: KPK Akan Lelang Hasil Sitaan Negara dari Koruptor 

Diwartakan sebelumnya, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua tersangka tersebut yakni Kepala BIG 2014-2016 Priyadi Kardono (PRK) dan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara (Kapusfatekgan) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun 2013-2015 Muchamad Muchlis (MUM).

Kasus ini bermula pada 2015, saat BIG bekerja sama dengan LAPAN dalam pengadaan CSRT. Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, Priyadi dan Muchlis diduga bersepakat melakukan rekayasa yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang di tentukan oleh Pemerintah.

Keduanya telah melalukan beberapa kali pertemuan dengan pihak tertentu dan perusahaan calon rekanan sebelum proyek tersebut berjalan. Adapun perusahan rekanan yang ditentukan menerima proyek tersebut yakni PT AIP (Ametis Indogeo Prakarsa) dan PT BP (Bhumi Prasaja).

Untuk proses pembayaran kepada pihak rekanan, para tersangka diduga memerintahkan para stafnya untuk melakukan pembayaran setiap termin tanpa dilengkapi dokumen administrasi serah terima dan proses Quality Control (QC).

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC