Connect with us

Hot Topic

Harun Masiku Meninggal, KPK: Tidak Ada Informasi Valid

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang menduga mantan Caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku meninggal dunia.

KPK mengaku belum menerima informasi valid mengenai dugaan meninggalnya Harun Masiku. Harun merupakan buron dalam kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI melalui metode pergantian antar-waktu (PAW).

“Sejauh ini tidak ada informasi valid yang KPK terima terkait meninggalnya buronan tersebut,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (12/1).

Baca juga: Kapolri Perintahkan Seluruh Polda dan Polres Buru Harun Masiku

Meski sejak ditetapkan sebagai buronan sejak Januari 2020 KPK belum menemukan keberadaan Harun Masiku, Ali menegaskan masih menunggu bukti valid terkait kebenaran meninggalnya Harun Masiku.

“Semisal dokumen kematian atau setidaknya jejak kematian untuk menentukan seseorang secara hukum dinyatakan meninggal dunia,” kata Ali.

Maka dari itu, KPK menegaskan tetap akan melakukan pencarian terhadap Harun dan buronan lainnya. Menurut Ali, setidaknya ada sisa sekitar tujuh daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi kewajiban KPK untuk menuntaskannya.

“KPK tetap melakukan pencarian para DPO KPK. Sisa ada 7 DPO saat ini, Harun Masiku, Samin Tan, Surya Darmadi, Syamsul Nursalim, Itjih Nursalim, Izil Azhar, dan Kirana Kotama,” ujar Ali.

KPK gagal menangkap politikus PDIP Harun Masiku dalam waktu setahun. Harun lolos saat tim penindakan KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 8 Januari 2020.

Meski tak terjaring dalam operasi senyap, Harun Masiku dijerat sebagai tersangka penyuap Wahyu. Suap berkaitan dengan penetapan anggota DPR RI melalui metode pergantian antar-waktu (PAW). Tak lama berselang, Harun pun dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Namun hingga kini Harun masih belum juga ditemukan dan ditangkap KPK. Terkait dugaan Harun sudah meninggal dunia, KPK menyatakan tak akan percaya selama belum menemukan jenazah maupun makamnya.

“Terkait meninggal dunia atau tidak, selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, makamnya di mana, kuburannya di mana, maka kami menganggap yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup,” ujar Plt Deputi Penindakan Setyo di Gedung KPK Minggu (10/1).

Setyo memastikan, tim penyidik masih terus berusaha menemukan keberadaan Harun untuk kemudian diseret dan dimintai pertanggungjawabannya. Setyo menganggap penangkapan terhadap Harun merupakan utang tim penyidik, dan utang sudah semestinya dibayar.

“Nah apakah kemudian disembunyikan atau bersembunyi, itu adalah upaya yang akan dilakukan oleh para penyidik untuk berusaha mencari menelusuri keberadaan dari HM (Harun Masiku). Ini merupakan salah satu tanggung jawab yang harus kami selesaikan, kami tuntaskan, ya, dengan harapan bahwa ini utang daripada penyidik yang harus bisa dibayar dengan cara melakukan penangkapan kepada HM,” kata Setyo.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Doni Monardo Positif Covid, Diduga Tertular Saat Makan Bersama

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan dirinya positif Covid-19. Ia menduga terpapar virus corona saat makan bersama.

Doni mengatakan, ia dan orang-orang di sekitarnya terpaksa melepas masker saat waktu makan. Saat itulah kemungkinan terjadinya penularan Covid-19.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya, saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari,” ucap Doni dalam keterangannya, Sabtu (23/1),” ujar Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/01).

Baca juga: Ketua Satgas Doni Monardo Positif Corona 

Selama sepekan terakhir, Doni Monardo menjalani aktivitas padat dalam rangka memimpin penanganan bencana gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

Menurut Doni, pada saat berkunjung ke lokasi bencana ada beberapa momen yang membuatnya melepas masker, salah satunya ketika makan bersama.
Dia juga menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan Covid-19.

“Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain,” kata Doni.

Ia mengaku, selalu disiplin menjalankan protokol pencegahan selama masa pandemi Covid-19. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

“Namun dari semua langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus corona,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat mengambil pelajaran dari musibah sakit yang menimpa Kepala Satgas Covid-19 yang juga Ketua BNPB.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan,”ujarnya.

Continue Reading

Hot Topic

Komjen Listyo Harus Jaga Soliditas Internal Polri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas Gardi Gazarin menyampaikan, calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan.

Di bawah kepemimpinanya nanti, Polri harus mampu mencegah kejahatan konvensional hingga menangani masalah terorisme.

Namun, sebelum menghadapi itu, hal pertama yang perlu dilakukan yakni mempertahankan soliditas internal Polri. Mengingat, Komjen Listyo banyak dikritik karena dianggap terlalu muda memimpin Kapolri.

Komjen Listyo sendiri merupakan Akpol Angkatan 1991. Dia melangkahi dua angkatan setelah kapolri saat ini Jenderal Idham Azis, yang merupakan Akpol Angkatan 1988.

“Pertama, tantangan masalah aksi teror atau kelompok radikal lainnya. Tapi yang penting kalau saya cermati masalah soliditas internal Polri dengan soliditas tinggi maka apapun tantangannya, ke depan akan lancar,” kata Gardi, Sabtu 23 Januari 2021.

Gardi menilai, soliditas menjadi hal penting yang tidak bisa dilepaskan dalam tubuh polri. Terlebih, selama ini, pergantian Kapolri dalam kurun waktu setahun hingga dua tahun belakangan tidak pernah lepas dari soliditas.

Soliditas juga sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Kan apalagi era pandemi dicari soliditas internal, menyusul dengan institusi terkait. Seperti TNI kemudian dari Satgas Covid-19 termasuk dengan stake holder lain. Dari Kapolri sekarang yang dibutuhkan kekompakan. Karena dengan Kapolri ini kompak di internal maupun di luar saya yakin semua beres,” katanya.

Diketahui, setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR, Komjen Listyo Sigit Prabowo disetujui menjadi Kapolri. Keputusan itu ditetapkan dalam rapat paripurna DPR RI pada Kamis 21 Januari 2021 siang.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Kasus Laskar FPI Dilaporkan ke CAT, KontraS: Follow Up-nya Sulit

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar mengatakan kasus pelaporan tim advokasi enam anggota Laskar FPI dalam kasus penembakan anggota FPI, kemungkinan laporannya hanya akan didokumentasikan oleh Komite Anti Penyiksaan (Committee Against Torture/CAT) sebagai sebuah peristiwa.

“Kalau lapor, lalu diterima, bisa-bisa saja. Tapi follow up-nya sulit,” kata Rivanlee, Sabtu (23/01) dilansir Tempo.

Diketahui, Tim advokasi kasus kematian enam anggota Laskar FPI, mengaku telah melaporkan kejadian tersebut pada CAT yang bermarkas di Jenewa, Swiss pada 25 Desember 2020 lalu.

“CAT memang menerima individual complaints. Tapi, Indonesia belum ratifikasi Operational Protocol CAT dan 2nd Optional Protocol ICCPR,” ujar Rivanlee.

Baca juga: Komnas HAM Tepis Kabar Rumah Penyiksaan 6 Laskar FPI

KontraS diketahui kerap berhubungan dengan Komite Antipenyiksaan. Namun Rivanlee mengatakan selama ini, status Indonesia yang belum meratifikasi protokol CAT itu kerap jadi kendala bagi organisasi itu untuk menindaklanjuti laporan lewat pemantauan penuh.

“Hal itulah yang KontraS suarakan di Universal Periodic Review 2017 agar Negara segera meratifikasi dua instrumen tersebut,” kata Rivanlee.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC