Channel9.id – Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang adanya pengembangan jalur Light Rail Transit (LRT) hingga ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan terhubung ke Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, rencana ini merupakan bagian penting dalam menyempurnakan konektivitas transportasi di utara Jakarta.
“Kalau memang mau utara ini terkoneksi dengan baik, maka LRT yang sekarang ini tersambung dari Velodrome sampai Manggarai yang mudah-mudahan akan diresmikan pada bulan Agustus, kemudian dilanjutkan ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, JIS, Ancol, sampai PIK 2 dan terkoneksi ke bandara,” kata Pramono saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).
Ia menuturkan, pembangunan segmen baru dari Ancol menuju PIK 2 menjadi bagian yang masih perlu ditentukan. Sebab, secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini sudah mendapat izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.
“Yang belum adalah hanya segmen dari Ancol ke PIK 2. Kalau dari Ancol ke PIK 2 ada LRT, dan sekarang di JIS sudah ada KRL, bahkan KRL sudah berhenti di JIS, maka konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan lanjutan dapat membentuk jaringan transportasi melingkar (loop) yang menghubungkan berbagai kawasan strategis Jakarta hingga bandara.
“Kalau itu sudah bisa disambungkan, maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan. Sampai hari ini baru 93 persen,” katanya.
Pramono menyebut dirinya ingin menuntaskan sisa konektivitas transportasi yang belum tersambung selama masa kepemimpinannya.
“Sebagai gubernur saya berharap bisa memulai untuk menyelesaikan loop yang belum terselesaikan yang melalui Ancol, kemudian PIK 2 dan ke bandara,” lanjutnya.
Rencana pengembangan LRT hingga kawasan utara Jakarta dan PIK 2 diperkirakan menjadi proyek jangka panjang strategis dalam mewujudkan sistem transportasi modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan.
Saat ini, jalur LRT Jakarta yang sedang dikembangkan yaitu penyambungan dari Velodrome menuju Manggarai dengan panjang sekitar 12,2 kilometer dan 11 stasiun. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp11,5 triliun dan ditargetkan bisa diresmikan pada Agustus mendatang.
HT





