Connect with us

Lifestyle & Sport

Hati-hati, Berlebihan Olahraga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Published

on

Berlebihan Olahraga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Channel9.id-Jakarta. Apakah olahraga masuk ke dalam agenda harianmu? Jika ya, apa tujuanmu untuk berolahraga? Jika Kamu berolahraga untuk mendapat berat badan yang ideal, ada satu hal yang mesti ditanam di pikiranmu: olahraga berlebihan bisa menaikkan berat badanmu.

Lho, kok bisa?

Perlu Kamu ketahui, setiap aktivitas fisik bisa berpengaruh terhadap beragam fungsi dan proses yang terjadi dalam tubuh. Namun, pengaruh ini berbeda-beda bagi tiap orang. Salah satu penyebab perbedaan ini ialah adanya perbedaan kadar hormon, yang memengaruhi laju metabolisme.

Baca juga : Tanamkan Hal Ini Untuk Terhindar dari Rasa Malas Berolahraga

Adapun metabolisme merupakan proses bagaimana kalori pada makanan atau minuman yang dikonsumsi diubah menjadi energi, agar tubuh bisa menjalankan peran dan fungsinya. Istilah familiarnya ialah proses membakar lemak.

Nah, karena itulah hasil pembakaran lemak bagi setiap orang berbeda-beda, meski melakukan jenis dan waktu olahraga yang sama.

Kendati begitu, ada sejumlah hal lain yang membikin berat badan naik jika berlebihan berolahraga, yaitu berikut ini.

1. Makan banyak setelah olahraga
Kamu biasanya akan merasa lapar setelah olahraga. Pasalnya, energimu telah terkuras selama berolahraga.

Nah, kondisi tersebut membikin Kamu ingin makan dengan porsi yang lebih banyak. Belum lagi pilihan makanmu yang bisa saja salah, seperti makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Jika sudah demikian, jangan harap berat badanmu jadi ideal. Justru kemungkinan besar akan bertambah.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk menyeimbangkan porsi latihan dan jumlah asupan kalori.

2. Massa otot bertambah
Penambahan berat badan setelah olahraga bukan berarti karena Kamu menggemuk. Sebab bisa jadi massa ototmu bertambah. Bahkan, bisa saja massa ototmu lebih berat daripada lemak.

3. Stres
Olahraga juga bisa juga membuat tubuhmu stres, lho. Jika Kamu berolahraga secara berlebihan, keseimbangan tubuh akan hilang. Sehingga memicu munculnya masalah termasuk menaikkan berat badan.

Hal itu terjadi karena pelepasan hormon kortisol—penyebab stres, tak terkendali. Dampaknya, bisa meningkatkan pengumpulan lemak di sekitar perut sehingga berat badanmu jadi naik.

Oleh karenanya, lakukanlah olahraga secara benar dengan dukungan nutrisi yang baik, istirahat cukup, dan lakukanlah pemulihan dengan tepat.

4. Tak teratur olahraga
Kamu mungkin sudah lama berolahraga dengan intensitas tinggi. Namun, Kamu tak melakukannya secara rutin. Hal ini justru membikin usahamu sia-sia karena tubuhmu kurang tertantang dalam membentuk otot dan membakar kalori. Hal ini membuat lemak di dalam tubuhmu tetap saja menumpuk dan pada akhirnya berat badan malah menaik.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Kebanyakan Tidur Meningkatkan Risiko Terkena Demensia

Published

on

By

Kebanyakan Tidur Meningkatkan Risiko Terkena Demensia

Channel9.id-Jakarta. Salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi ialah tidur. Saat tidur, tubuh akan memperbaiki sel-sel dan mengisi ulang energi yang telah hilang karena aktivitas seharian. Untuk itu, memenuhi kebutuhannya mutlak perlu.

Jika kurang tidur, pada esok harinya Kamu bisa stres, lemas, suasana hati buruk dan lainnya. Sementara, menurut sejumlah penelitian baru-baru ini, kelebihan tidur rupanya bisa meningkatkan risiko gampang lupa hingga demensia.

Belum lama ini, sebuah penelitian yang terbit di jurnal Neurology membuktikan bahwa tidur berlebihan bisa meningkatkan risiko demensia. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Sudha Seshadri, profesor neurologi di Boston University School of Medicine (BUSM).

Dari penelitian itu, didapati bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam berisiko dua kali lipat mengalami demensia di 10 tahun kemudian, dibandingkan dengan orang yang tidur selama 9 jam atau kurang, dilansir dari Medical Today News.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam punya volume otak yang lebih kecil, dibandingkan orang yang waktu tidur selama 6-9 jam. Hal ini terjadi karena adanya penurunan fungsi otak, di mana otak kurang berhasil dalam memproses pikiran dan menyelesaikan tugas, sehingga meningkatkan risiko demensia.

“Hasil penelitian ini mungkin bisa membantu memprediksi orang yang berisiko mengalami demensia. Waktu tidur yang terlalu lama juga bisa menjadi tanda awal seseorang mengembangkan penyakit neurodegenerasi (red: penyakit yang menyerang sel otak dan sumsum tulang belakang),” ujar salah seorang tim peneliti.

Perlu Kamu ketahui, demensia bukan suatu penyakit, namun istilah yang menggambarkan beragam gejala yang berkaitan dengan penurunan ingatan atau kemampuan berpikir. Biasanya, orang yang demensia punya ingatan jangka pendek.

Adapun gejala lainnya yaitu kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan, serta mudah lupa. Selain itu, kesulitan menuntaskan aktivitas sehari-hari seperti mandi, terjadi perubahan kepribadian dan suasana hati, depresi, berhalusinasi, sulit mengontrol emosi, hingga kehilangan empati.

Rusaknya sel otak menjadi penyebab terjadinya demensia. Hal ini akan mengganggu kemampuan sel otak untuk saling berkomunikasi. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak dan kemampuan berpikir, berperilaku, dan berperasaan. Sayangnya, sebagian besar perubahan di otak yang menyebabkan demensia ini bersifat permanen dan bisa memburuk seiring waktu.

Menimbang kelebihan tidur bisa meningkatkan risiko demensia, lantas berapa lama waktu tidur yang ideal? Sejatinya, kebutuhan tidur berbeda-beda bagi setiap usia. Untuk dewasa usia 18-64 tahun, butuh 7-9 jam. Sementara lansia usia 65 tahun ke atas membutuhkan waktu tidur sebanyak 7-8 jam.

Ingat, sebagaimana kelebihan tidur, kurang tidur juga berisiko bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke, dan tekanan mental.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kedinginan Bantu Turunkan Berat Badan, Lo!

Published

on

By

Kedinginan Bantu Turunkan Berat Badan, Lo!

Channel9.id-Jakarta. Akhir-akhir ini, nampaknya cuaca di banyak wilayah Indonesia didominasi mendung dan hujan. Suhu udara tentu lebih rendah dan sensasi dingin pada tubuh kerap terasa. Iya, kan?

Nah, di tengah kondisi itu, ada kabar baik untuk kalian yang sedang mengikuti program menurunkan berat badan. Ternyata udara dingin bisa membakar kalori, lo. Hal ini bisa terjadi karena adanya respons tubuh terhadap suhu dingin, yang tak langsung bisa membakar kalori tanpa Kamu sadari. Kok bisa?

Pada 2013 lalu, sejumlah ilmuwan meneliti apakah paparan udara dingin bisa membakar kalori berlebih. Kemudian didapati bahwa, meski berada di suhu yang ‘agak’ dingin dan tubuh tak menggigil, tubuh akan membakar lebih banyak kalori, dengan meningkatkan produksi panas. Diketauhi hasil penelitian ini diterbitkan di Journal of Clinical Investigation.

Baca juga : Hati-hati, Berlebihan Olahraga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Namun, belum diketahui pasti berapa banyak kalori yang dibakar saat suhu dingin. Hal yang pasti ialah kalori akan terbakar lebih banyak saat udara dingin. Penjelasannya begini, saat berada di suhu dingin, tubuh akan membakar kalori dan memanaskan tubuh, tujuannya untuk mencegah tubuh kedinginan. Karena mekanisme ini, otot-ototmu akan bergerak-gerak demi memanaskan. Inilah alasan menagapa ototmu bergerak saat menggigil.

Nah, berangkat dari fakta tersebut, artinya kedinginan atau menggigil bukanlah suatu hal yang selalu buruk. Sebab malah bisa menguntungkan kalian yang mau membakar kalori. Jika Kamu menggigil sekitar 15 menit, paling tidak, Kamu akan kehilangan 100 kalori. Selain itu, otot pun akan mengeluarkan hormon irisin, yang berfungsi menstimulasi produksi panas dari sel-sel lemak yang disimpan dalam tubuh.

Sembari membakar kalori, tubuh pun akan membakar lemak. Pasalnya, saat dingin, lemak putih dan lemak cokelat atau brown fat pada tubuh akan bersama-sama membakar diri, dengan tujuan membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Selain itu, secara tak langsung Kamu mencoba untuk menggerakan tubuh. Ada beberapa orang yang sengaja melakukan aktivitas fisik seperti bersih-bersih hingga olahraga. Hal ini juga bisa menambah efektivitas pembakaran kalori selama suhu udara sedang dingin. Alhasil, selain karena mekanisme otomatis di tubuh, Kamu bisa membakar lebih banyak kalori dan lemak lagi dengan melakukan aktivitas tersebut.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Teknik Pernapasan 4-7-8, Bisa Bikin Cepat Tidur

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Masalah sulit tidur bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya beragam. Bisa jadi karena beban pikiran pekerjaan atau tugas hingga karena masalah kesehatan. Sehingga saat Kamu mencoba memejamkan mata dan tidur, Kamu malah tak kunjung tidur. Saat seperti ini, Kamu cenderung mencari pengalihan, misalnya, dengan menelusuri internet.

Kamu bisa lupa waktu, lalu berakhir insomnia. Kemudian pada keesokan harinya tubuhmu menjadi tak fit, karena waktu istirahatmu terpangkas.

Padahal, sebagaimana telah dipahami, bahwa tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga sangat penting untuk dipenuhi.

Nah, daripada Kamu bermain gawai, sebaiknya Kamu mencari tahu tips agar cepat terlelap dan kemudian Kamu praktikkan. Kamu bisa mencoba mendengarkan ‘white noose’, menggunakan penutup mata dan telinga, serta mematikan lampu saat menjelang tidur. Namun, selain itu, ada tips lain yang tak kalah mudah, lo, yaitu teknik pernapasan 4-7-8.

Teknik 4-7-8 bisa membantumu tidur lebih cepat dan nyenyak. Teknik ini mudah dilakukan karena tak membutuhkan alat atau ruangan khusus, jadi Kamu bisa mempraktikannya di mana pun.

Sekadar informasi, teknik tersebut dikembangkan oleh dr. Andrew Weil, seorang dokter penyakit dalam lulusan Harvard. Berkaca pada tradisi kuno yang sama, ia percaya bahwa teknik pernapasan semacam ini ampuh dalam menenangkan tubuh dan pikiran. Adapun teknik ini memang berfokus untuk menenangkan dan membikin pikiran lebih rileks.

Untuk melakukannya, pertama-tama, tempelkan ujung pada langit-langit mulut, tepat di belakang deretan gigi atas. Kamu harus menahan posisi ini hingga teknik selesai.

Kemudian hembuskan napas melalui mulut secara perlahan. Selanjutnya, katupkan bibirmu dan tarik napas dalam melalui hidung sembari menghitung sampai empat. Tahan napas hingga hitungan ketujuh. Lalu buang napas melalui mulut dalam hitungan sampai delapan. Nah, ulangi teknik ini hingga Kamu benar-benar mengantuk dan ingin terlelap.

“Teknik ini harus dilatih secara terus-menerus. Kamu mungkin tak akan langsung terlelap nyenyak dalam percobaan pertama dan kedua. Namun, semakin tubuhmu terbiasa dengan relaksasi semacam ini, lama-lama sistem sarafmu terlatih untuk cepat tidur, bahkan dalam waktu kurang dari semenit,” tutur Andrew, dikutip dari Healthline.

Teknik pernapasan ini mampu menenangkan dan meningkatkan kualitas istirahat pasien. Pun bisa membantu meredakan kecemasan, stres, depresi, serta meningkatkan fungsi kognitif otak dan sistem saraf.

Meski begitu, teknik ini bukan pengganti keseluruhan perawatan masalah tidurmu. Sebab teknik ini hanya hanya pelengkap. Untuk itu, sebaiknya Kamu konsultasikan ke dokter jika Kamu punya kondisi tertentu yang menyebabkan masalah tidur.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC