Channel9.id-Tokyo. KBRI Tokyo bersama Bank Indonesia dan Indonesia Investment Promotion Center Tokyo menggelar Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) 2026 di Tokyo, Jepang, pekan lalu.
Forum bertema “Navigating Sustainable Growth through Strategic and Priority Investment Projects” itu menjadi momentum penguatan kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang sekaligus mendorong peningkatan investasi Jepang pada sektor prioritas nasional, seperti energi hijau, agroindustri berkelanjutan, hilirisasi pangan, hingga industri berbasis teknologi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 130 pelaku usaha dan mitra strategis Jepang serta didukung sejumlah institusi, antara lain JETRO, Danantara Indonesia, ASEAN-Japan Centre, serta Japan-Indonesia Association.
Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung mengatakan Jepang bukan hanya investor utama, tetapi juga mitra strategis Indonesia dalam mendukung transformasi industri nasional.
“Indonesia terus memperkuat daya saing melalui hilirisasi industri, transisi energi, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta pengembangan industri berbasis teknologi dan bernilai tambah,” ujar Maria Renata.
Ia menilai kekuatan Jepang di bidang teknologi, inovasi, dan investasi berkualitas dapat melengkapi potensi besar Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Maria juga menegaskan KBRI Tokyo siap menjadi jembatan penghubung bagi penguatan kerja sama investasi dan bisnis jangka panjang antara Indonesia dan Jepang.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung investasi asing, mulai dari fundamental ekonomi yang kuat, reformasi struktural, hingga pengembangan ekonomi hijau dan digital.
Menurut Filianingsih, kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen menunjukkan fokus kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan.
Di sisi lain, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo menyebut realisasi investasi langsung Jepang di Indonesia pada periode 2021 hingga triwulan I 2026 mencapai USD 18,1 miliar.
“Pemerintah Indonesia terus memperkuat daya saing investasi nasional melalui percepatan layanan perizinan dan pemberian berbagai fasilitas investasi,” ujarnya.
Vice President JETRO Kenichi Hirano juga menyampaikan dukungan terhadap peningkatan investasi Jepang di Indonesia, khususnya pada sektor industri hijau, transformasi digital, ketahanan rantai pasok, dan manufaktur berteknologi tinggi.
IJIF 2026 menghadirkan dua sesi panel diskusi yang membahas kebijakan investasi Indonesia, peran transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transactions (LCT), hingga peluang investasi strategis nasional.
Dalam forum tersebut juga diperkenalkan enam proyek prioritas investasi nasional, di antaranya proyek biomassa di Grobogan, kawasan industri oleofood di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, industri hilirisasi timah di Jawa Timur, KEK Industropolis Batang, Giant Sea Wall Teluk Jakarta, dan D-HUB BSD City.
Dua perusahaan Jepang, yakni Four Pride Japan Co., Ltd. dan ONODA Inc., juga menyampaikan Letter of Intent (LoI) untuk investasi proyek energi terbarukan dan industri smart-gas meter di Indonesia.
Forum ditutup dengan sesi business matching yang mempertemukan investor Jepang dengan pemilik proyek strategis Indonesia guna mendorong realisasi investasi konkret dan berkelanjutan.
Sepanjang periode 2021-2025, realisasi investasi Jepang di Indonesia tercatat mencapai USD 17,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 13,2 persen serta menciptakan lebih dari 278 ribu lapangan kerja. Jepang saat ini menempati posisi lima besar investor terbesar di Indonesia.





