Channel9.id – Jakarta. Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (PP IKA UNJ) periode 2026-2030 membahas rencana kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pertemuan bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyusun berbagai program kolaborasi yang akan diformalkan sebagai kemitraan strategis di masa mendatang.
Ketua Umum PP IKA UNJ Sugeng Suparwoto mengatakan alumni UNJ memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan di Jakarta. Menurutnya, posisi UNJ sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri yang berlokasi penuh di Jakarta menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“UNJ siap membantu berbagai program Pemda DKI Jakarta, sehingga lebih berhasil dan mencapai tujuan. Sebagai alumni satu-satunya kampus negeri di Jakarta, PP IKA UNJ berkomitmen untuk memberikan dukungan yang luas pada berbagai program Pemda DKI Jakarta,” ujar Sugeng.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono Anung menyambut positif tawaran kolaborasi dari PP IKA UNJ. Ia menilai kerja sama dengan kalangan akademisi dan alumni perguruan tinggi dapat mendukung upaya penyelesaian berbagai persoalan perkotaan yang kompleks.
“Saya menerima baik IKA UNJ. Saya berharap kerjasama ini fokus pada isu zero waste dan konektivitas transportasi. Para penerima KJMU yang setiap tahun mencapai 4.100 orang di UNJ bisa melakukan riset mengenai lingkungan dan konektivitas. Pemprov DKI selalu mendukung UNJ, bahkan KJMU terbesar diberikan oleh Pemprov ke UNJ,” ujar Pramono.
Sebagai tindak lanjut awal, Pramono dijadwalkan menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk “Jakarta Menuju Lima Abad: Dinamika Metropolitan dan Masa Depan Indonesia” yang akan digelar IKA UNJ pada rangkaian Dies Natalis UNJ pada 27 Juni mendatang.
Selain seminar nasional, PP IKA UNJ juga menyiapkan sejumlah program yang berkaitan dengan peringatan lima abad Jakarta. Program tersebut antara lain penerbitan buku hasil riset mengenai toleransi beragama di Jakarta selama lima abad serta pengembangan satu kelurahan binaan di Kepulauan Seribu.
Kedua pihak menilai masih terdapat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan. Karena itu, rencana kerja sama tersebut akan dituangkan dalam bentuk kesepakatan kemitraan strategis agar dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
HT





