India Harap Omicron Tak Sebabkan Penyakit Parah
Internasional

India Harap Omicron Tak Sebabkan Penyakit Parah

Channe9.id-India. India berharap kalau varian Omicron tidak akan menyebabkan penyakit parah, ujar Kementerian Kesehatan India pada hari Jumat (3/12/2021). Hal ini disampaikan karena sebagian besar warga India sudah divaksin dan sekitar 70% populasinya sudah pernah terpapar varian Delta pada bulan Juli lalu.

Dokter-dokter junior mendesak kalau para pekerja kesehatan diberikan dosis tambahan karena khawatir varian baru ini akan membuat rumah sakit kelabakan lagi, walaupun sudah setengah dari 944 juta populasi orang dewasa India sudah divaksin penuh.

Hampir sebanyak 84% populasi India sudah menerima dosis pertamanya, dengan 125 juta lainnya akan menerima dosis kedua pada awal Desember ini. Pemerintah terus mendorong warganya untuk divaksin sebagai perlindungan minimum terhadap varian Omicron.

“Dengan melihat cepatnya vaksinasi di India dan paparan tinggi terhadap varian Delta … tingkat ancaman penyakit Omicron ini diantisipasikan kecil. Namun, bukti saintifik masih dikembangkan sampai saat ini,” ujar pernyataan Kemenkes.

Kedua pasien pertama Omicron dilaporkan hanya menunjukkan gejala ringan.

Namun ketakutan terhadap adanya kemungkinan gelombang ketiga kian meningkat setelah varian tersebut ditemukan pada seorang warga di negara bagian Karnataka yang sama sekali tak bepergian.

Kemenkes mengatakan kepada parlemen kalau para ahli imunisasi sedang mempertimbangkan dosis tambahan setelah banyak anggota dewan meminta diberikannya dosis ketiga kepada para pekerja kesehatan dan mereka yang rentan penyakit.

Kasus baru Covid-19 rata-rata mencapai 10,000 dalam beberapa minggu ini. Pada hari Jumat, India mencatat ada 9,216 kasus karena beberapa dokter lokal mogok kerja untuk mendesak adanya tambahan tenaga kerja kesehatan dari mahasiswa pascasarjana.

“Kami ingin keadilan,” seru unjuk rasa beberapa mahasiswa di luar Rumah Sakit Dr. Ram Manohar Lohia sambil mengangkat-angkat papan bertuliskan “Kami manusia, bukan robot”.

“Institusi kesehatan di seluruh penjuru negeri sedang krisis nakes yang kompeten. Dengan adanya kemungkinan gelombang ketiga Covid-19, situasi kedepannya bisa menjadi sangat buruk,” kutip surat kepada Kemenkes.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

47  +    =  56