Connect with us

Hot Topic

Jadi Pengacara Bambang Tri, Busyro Muqoddas: Dia Menuntut Keadilan!

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas masuk dalam tim pengacara Bambang Trihatmodjo. Busyro bakal membantu Bambang menggugat Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Busyro mengatakan, alasannya menjadi tim kuasa hukum Bambang lantaran kasus yang ditangani bukan perkara korupsi. Gugatan yang diajukan Bambang lebih kepada kasus administrasi.

“Perkara klien kami bukan perkara dugaan korupsi. Dia dicegah passport-nya oleh Pemerintah RI cq Menteri Keuangan RI. Perkaranya merupakan kasus administrasi dan menjadi kewenangan PTUN DKI,” kata Busyro, Sabtu (26/09).

Baca juga: Bambang Triharmodjo Gugat Kemenkeu, Ada Apa?

Menurut Busyro, sebagai advokat sejak tahun 1979, dirinya menjunjung tinggi kode etik tentang keadilan untuk semua dan kesetaraan di depan hukum. Oleh karena itu, ia berani menerima pinangan sebagai tim kuasa hukum Bambang.

“Dia menuntut keadilan di PTUN,” ucap Busyro.

Bambang yang juga putra Presiden RI ke-2 Soeharto itu sebelumnya mempersoalkan Keputusan Menkeu No.108/KM.6/2020 tanggal 27 Mei 2020 tentang Penetapan Perpanjangan Pencegahan Bepergian ke Luar Negeri terhadap Bambang selaku Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) SEA Games XIX-1997.

Bambang kemudian menggugat keputusan tersebut ke PTUN. Gugatan tersebut sudah didaftarkan per 15 September 2020. Dalam gugatannya, Bambang meminta PTUN membatalkan Keputusan Menkeu Sri Mulyani.

Bambang juga meminta agar Menkeu mencabut keputusan tentang pencekalan ke luar negeri tersebut.

Pihak Kemenkeu sebelumnya menyebut, alasan pencekalan Bambang ke luar negeri berkaitan masalah utang kepada negara. Staf Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo mengatakan, pencekalan bakal dicabut jika Bambang melunasi utang tersebut.

Utang yang dimaksud yakni terkait pelaksanaan SEA Games 1997. Bambang diketahui sempat menjabat sebagai Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara SEA Games XIX 1997.

Dengan posisi tersebut, Bambang bertanggung jawab menyediakan seluruh fasilitas penyelenggaraan pesta olahraga ASEAN

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Hari Santri 2020, KH Said Aqil Siradj: Santri  Harus Berjihad Melawan Wabah

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Hari Santri diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Peringatan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober merujuk pada Fatwa dan Resolusi Jihad KH Muhammad Hasyim Asy`ari pada 22 Oktober 1945 ketika berupaya keras menghalau penjajahan kembali oleh Belanda.

Dalam peristiwa tersebut, para laskar dan pejuang santri berperan besar dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini santri melalui gemblengan lembaga pendidikan pondok pesantren terus mengisi dan menggerakkan pembangunan, benteng moral bangsa, serta potret Islam ramah di tengah gempuran modernisasi asing dan perkembangan teknologi.

Dalam rangka menyambut Hari Santri 2020, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan, sebagai sebuah komunitas, jejaring organisasi dan juga pergerakan, santri terbukti mampu menjadi salah satu aktor utama dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari jerat kolonialisme.

Santri juga terbukti efektif menjadi penggerak pembangunan yang mendinamisasi kehidupan masyarakat sekaligus mampu bertindak sebagai penjaga persatuan dalam kebinekaan yang sangat harmonis. Santri hari ini dan Santri di masa yang akan datang harus mampu menjawab tantangan zaman.

“Santri diharapkan mampu memenangkan pertarungan global, mengambil peran strategis dan mendedikasikan diri untuk senantiasa siap berkorban dan memiliki kecintaan terhadap tanah air yang tinggi serta mampu mewujudkan kemandirian Indonesia dengan daya saing yang tinggi,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj berdasar keterangan tertulis, Kamis (22/10).

KH Said Aqil melanjutkan, santri juga tidak hanya mampu mengaji tetapi dituntut untuk mampu menguasai berbagai bidang strategis, produktif dan progresif dalam berbagai hal serta mampu menampilkan model kepemimpinan nasional yang mengedepankan kepentingan bangsa.

Dalam konteks Indonesia dan dunia yang sedang menghadapi pandemi ini, santri harus mengambil peran untuk berjihad memberikan sumbangsih terbaiknya untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19.

“Jika dulu, Fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari dimaksudkan untuk melawan kolonialisme dan penjajahan, maka jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan. Sehingga ”Santri Sehat, Indonesia Kuat” menjadi visi bersama untuk mengabdi pada Negeri, membangun, menjaga, dan merawat Ibu Pertiwi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ditlantas Polda Metro Jaya Kembali Gelar Operasi Zebra Senin, 26 Oktober 2020

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ditlantas Polda Metro Jaya akan kembali menggelar Operasi Zebra. Operasi Zebra kali ini akan diselenggarakan mulai Senin 26 Oktober 2020. Operasi ini akan dilaksanakan selama dua pekan.

Untuk informasi, Operasi Zebra adalah sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Polri untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas.

“Operasi Zebra 2020 tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2020,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (22/10).

Sambodo menyampaikan, pihaknya lebih banyak melakukan sosialisasi ketimbang penegakan hukum. Polisi juga akan melakukan tindakan pencegahan pelanggaran.

“Lebih banyak giat preemtif daripada penegakan hukum,” ucap Sambodo.

Karena itu, pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Pun pengendara juga harus membawa kelengkapan berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Penggunaan perangkat keselamatan seperti helm untuk pemotor dan sabuk pengaman untuk pengendara dan penumpang mobil juga harus diterapkan. Ini merupakan wujud pengendara untuk mengedepankan keselamatan berlalu lintas.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Antisipasi Demo, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja masih berlanjut. Massa buruh dan mahasiswa akan kembali berdemo di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (22/10).

Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait adanya massa aksi yang akan demo di sekitaran Istana Negara, Jakarta Pusat. Hal ini, agar masyarakat lain yang hendak melakukan aktivitasnya tidak terganggu.

Baca juga:Buruh Kembali Demo Hari Ini, Polda Akan Rekayasa Lalin

Berikut rekayasa lalu lintasnya:

  1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jalan Veteran III diluruskan ke traffic light Harmoni
  2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.
  3. Arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.
  4. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju ke Bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan ke Jalan Kebon Sirih.
  5. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalin dari Jalan Fachrudin yang akan belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis.
  6. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan. Arus lalu lintas dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.
  7. Arus lalu lintas dari l Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok ke kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada

 

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC