Kasatgas Tito Tegaskan Daerah Terdampak Bencana Dapat Kembali Tetapkan Tanggap Darurat
Nasional

Kasatgas Tito: Bencana Susulan Bisa Kembali Berstatus Tanggap Darurat

Channel9.id-Pidie Jaya. Mendagri Tito Karnavian menegaskan daerah yang kembali terdampak bencana dapat menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat.

Hal itu disampaikan Tito selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026).

Dalam keterangan yang diterima Channel9.id, Tito menjelaskan, meski penanganan bencana sebelumnya telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, daerah yang kembali mengalami bencana dengan dampak luas dapat menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini memungkinkan pemerintah daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan mempercepat dukungan kementerian/lembaga tanpa terhambat proses administrasi yang panjang.

“Khusus daerah-daerah yang terkena bencana lagi dan berdampak cukup luas di masyarakat, banjir misalnya, maka ditetapkan lagi situasi tanggap darurat,” kata Tito.

Kemendagri, lanjutnya, akan menerbitkan surat arahan bagi daerah terdampak bencana susulan agar dapat menerapkan status tersebut sesuai kondisi di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera periode 2026–2028 telah disiapkan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp100,1 triliun.

Pemerintah juga telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp10,6 triliun untuk tiga provinsi tersebut. Menurut Tito, penanganan pascabencana yang mencakup 53 kabupaten/kota harus dilakukan bertahap berdasarkan skala prioritas.

Ia meminta pemerintah daerah mendata kebutuhan yang belum tertangani. Persoalan yang bisa diselesaikan dengan anggaran daerah harus segera dikerjakan, sedangkan kebutuhan yang memerlukan dukungan pusat dapat dikoordinasikan melalui Satgas PRR.

“Yang jelas kita tidak akan meninggalkan Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-Saudara kita yang terkena dampak dari bencana November lalu ataupun yang bencana susulan. Semua kita perhatikan,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tito turut menyerahkan bantuan berupa satu kendaraan water supply multifungsi, sembilan pompa air untuk Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara, serta bantuan tunai masing-masing Rp200 juta untuk Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang di Pidie Jaya. Bantuan sembako dan logistik darurat dari Kementerian Sosial juga disalurkan.

Baca juga: Tito Tegaskan Pemulihan Pascabencana Sumatera Tak Berhenti meski Bencana Susulan Mengancam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

85  +    =  89