Connect with us

Hukum

Kebakaran Kejagung, Bareskrim Mulai Periksa Saksi di Lantai 6

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), pada hari ini, Selasa 22 September 2020 siang.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan saksi tersebut di antaranya adalah tukang bangunan atau kuli, pihak keamanan dalam dam cleaning service yang ada di lantai 6 gedung tersebut saat terbakar.

“Saksi yang ada di gedung utama saat terjadi kebakaran baik berasal dari luar kejaksaan, tukang maupun yang berasal dari dalam kejaksaan seperti pramubakti dan cleaning service,” kata Irjen Argo Yuwono, Senin (21/09).

Baca juga: Polri Sudah Kirimkan SPDP Kasus Kebakaran Kejagung

Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa adanya tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam pada gedung tersebut.

Penyidik nantinya akan kembali menggali keterangan dari sejumlah saksi yang sebelumnya sudah sempat menjalani pemeriksaan pada saat tahap penyelidikan.

“Akan dilakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang merupakan bagian dari 131 orang saksi yang pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan. Pemeriksaan akan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 13.00,” ujar Argo.

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.

Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame atau nyala api terbuka.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polisi Identifikasi Terduga Pembegal Kolonel Marinir

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku pembegal seorang anggota TNI AL, Kolonel Mar. Pangestu Widiatmoko di kawasan Jakarta Pusat. Hal ini terungkap dari kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pengamatan, pelaku diduga berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor. Terlihat dari rekaman CCTV, keempat pelaku saling berbagi tugas. Yusri menyebut ada yang mengawasi area di sekitar lokasi, dan yang merampas barang milik korban.

“Kita indentifikasi diduga ada dua motor. Ini masih kita dalami. Dua motor melintas dari arah yang sama,”  Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/10).

Baca juga: Ungkap Kasus Begal Pesepeda, polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Selain itu, lanjut Yusri, kepolisian juga telah memeriksa 3 orang saksi. Hingga saat ini pihaknya masih sulit melacak sepeda motor pelaku karena plat nomornya gelap.

“Mereka memang niat (membegal) itu. Pelat nomornya belum kelihatan,” ucapnya.

Diketahui, peristiwa penjambretan yang menimpa Anggota TNI  terjadi Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, korban tengah melintas di Jalan Medan Merdeka Barat tepat di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Pelaku menggunakan sepeda motor berusaha merampas tas yang berisi handphone milik Pangestu Widiatmoko. Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dengan pelaku. Korban pun terjatuh dari sepeda.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di bagian kepala belakang. Sementara pelaku melarikan diri ke arah Jalan Sudirman.

Sekuriti dan petugas kepolisian yang saat itu melintas langsung menolong korban. Saat ini, korban dirawat di RSAL.

Continue Reading

Hot Topic

Ungkap Kasus Begal Pesepeda, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya membentuk tim khusus guna mengungkap kasus begal yang menyasar pesepeda.

Diketahui kasus begal itu menimpa salah satunya seorang Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko di Jalan Medan Merdeka Barat, pada Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB.

“Kapolda menginstruksikan untuk membentuk tim dibawah pimpinan Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk mengungkap begal-begal yang ada”, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (27/10).

Baca juga: Kolonel Marinir Dibegal Saat Bersepeda, Polisi Buru Pelaku

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini aksi pembegalan menarget pesepada marak terjadi. Selama Oktober 2020 terdapat tujuh kasus begal sepeda. Salah satu komplotan berhasil diamankan Polres Metro Jakarta Pusat.

“7 Tempat Kejadian Perkara (TKP). 1 TKP sudh diungkap Polres Jakarta Pusat ada 3 tersangka yang diamankan,” ujarnya.

Polisi dalam hal ini telah meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi begal.

“Kita sudah petakan seperti contoh di Jalan Sudirman Thamrin mengarah ke Monas itu. Kita jaga di tempat tersebut baik pakaian seragam dan preman,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hukum

Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Akun @digeeembokFC Dipolisikan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Rekan calon wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin, David Andreasmito, mengadukan sejumlah akun media sosial ke Kepolisian Daerah Jawa Timur, dengan dugaan pencemaran nama baik dan kampanye hitam. Salah satunya, akun Twitter @digeeembokFC.

David mengatakan, dugaan kampanye hitam tersebut, berisi tentang fitnah yang menyebut dirinya adalah mafia alat kesehatan di Jawa Timur. Tuduhan tersebut kemudian dikaitkan dengan Machfud Arifin, karena kedekatannya secara personal.

“Foto saya disandingkan dengan Pak Machfud, saya ini diibaratkan mafia yang mem-backing Pak Machfud. lalu saya ini ada dijanjikan Pak Machfud, nanti setelah jadi saya akan mendapatkan apa-apa [proyek],” kata David, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10).

David dan kuasa hukumnya lalu menunjukkan beberapa bukti tangkapan layar yang memperlihatkan fitnah tersebut. Terlihat, beragam caption foto yang beredar, David dituding menjadi backing Machfud. Seperti, ‘Calon wali kota hutang jasa ke mafia alkes. Hutang jasa dibalas proyek’.

Ada juga foto Machfud dan David yang disertai caption ‘Calon Walkot Surabaya Dibekingi Mafia Alkes’, ‘Machfud Arifin siapkan karpet merah untuk mafia alkes’, ‘Mafia alkes siap rampok APBD Surabaya’ dan banyak lainnya.

David menyayangkan cara-cara fitnah dan black campaign semacam itu, yang bukan hanya menyerang dirinya secara personal tapi juga ke teman dekatnya, calon wali kota Machfud.

“Bukti-bukti ini sudah menampilkan gambar foto orang dan tulisan atau caption yang kurang pas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu menyerang secara personal dan menjurus ke fitnah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sasaran fitnah tersebut hanyalah dirinya, ia mengaku tak mengapa. Namun kali ini, ia tidak bisa tinggal diam, karena fitnah tersebut dikaitkan dengan Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.

“Saya menduga ada pihak-pihak yang ingin menyerang dan mencari-cari kesalahan Pak Machfud, tapi tidak bisa menemukan karena Pak Machfud orangnya baik, peduli pada warga. Sehingga yang diserang saya dan dikait-kaitkan dengan Pak Machfud. Ini kotor dan keji,” ujarnya.

“Selama ini saya difitnah diam saja, tapi karena ini menyangkut Pilwali, saya tidak bisa diam. Ini sudah menyerang secara personal, dan jiwa saya sebagai Arek Suroboyo sudah tidak bisa diam lagi, harus saya lawan,” tambahnya.

David yang merupakan dokter gigi dan pengusaha ini pun melaporkan akun-akun yang menyebarkan foto dan tulisan fitnah tersebut ke Polda Jatim. Menurutnya akun-akun itu telah menyebarkan fitnah, adu domba dan mencederai kampanye damai yang bermartabat.

“Saya melaporkan akun ini, karena saya lihat niatnya menyebarkan fitnah, mengadu-domba, mengganggu ketenteraman warga Surabaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam alat bukti tangkapan layar sejumlah akun yang dilaporkan tersebut antara lain, akun instagram @di._.rante, akun twitter @digeeembokFC, serta akun Facebook Rahmayanti Maya Dokter Mey.

“Kita berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku penyebar hoaks, fitnah dan mengganggu ketentraman warga Surabaya,” harapnya.

Baca juga: DPD KAI Jatim Laporkan Risma Terkait Dugaan Pidana Pemilu 

Ia lun meminta kepada semua elemen masyarakat, untuk menjaga Kota Surabaya dari gangguan-gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. David juga berharap agar warga Surabaya juga berhati-hati dan bijak memanfaatkan media sosial.

“Kita ingin Pilwali Surabaya ini sebagai pesta demokrasinya masyarakat Surabaya yang aman, damai, tenteram,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum David Andreasmito, Aulia Rachman mengatakan,  bahwa akun-akun yang menyerang secara personal calon wali kota Machfud Arifin maupun David Andreasmito adalah akun robot.

“Itu akun-akun robot, akun yang tidak jelas. Oleh karena itu, saya berharap kepada Polda Jatim untuk menangkap orang-orang yang membuat akun-akun robot, maupun orang-orang yang ikut menyebarkan informasi dan caption foto-foto hoaks,” kata Rachman.

Akun-akun itu, kata dia, disangkakan dengan Pasal 27 ayat 3 jo 45 ayat 1 Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC