Connect with us

Hukum

Lili Pintauli Dilaporkan Atas Kasus Dugaan Pembohongan Publik

Published

on

Channel.id-Jakarta. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli dilaporkan atas kasus dugaan pelanggaran etik terkait pembohongan publik oleh empat pegawai nonakftif KPK.

“Dugaan pembohongan publik ini adalah terkait konferensi pers yang dilakukan LPS (Lili) pada 30 April 2021 untuk menyangkal komunikasi dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial,” ujar pegawai nonaktif KPK Rieswin Rachwell dalam keterangannya, Senin (20/9).

Rieswin menuturkan, saat melakukan jumpa pers Lili menyangkal berkomunikasi dengan Syahrial terkait penanganan kasus sugaan suap jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai.

Baca juga: Langgar Etik, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dipotong Gaji 40% 

Namun, lanjut Rieswin, dalam putusan etik Dewas KPK menyatakan Lili terbukti berkomunikasi dengan Syahrial.

“Bahkan Lili disebut menyalahgunakan wewenangnya sebagai pimpinan KPK,”katanya.

Rieswin pun menilai jika pernyataan Lili dalam konferensi pers tersebut bertentangan dengan putusan Dewan Pengawas KPK.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dinyatakan bersalah melanggar kode etik. Lili terbukti menghubungi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial yang terlibat perkara.

“Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan,” kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Senin (30/08).

Tumpak menuturkan, Lili melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020 tantang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku. Hukuman berat dinilai pantas untuk Lili.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Ancam Debitur, Polda Jatim Amankan Tiga Pegawai Pinjol Ilegal

Published

on

By

Ancam Debitur, Polda Jatim Amankan Tiga Pegawai Pinjol Ilegal

Channel9.id-Surabaya. Terbukti telah menyebarkan ancaman dan melakukan tindakan pemerasan terhadap debitur melalui pesan elektronik, sebanyak tiga orang penagih pinjaman online (Pinjol) ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.

Ketiga orang tersebut yakni APP (27) warga Surabaya, ASA (31) warga Bogor, dan RH (28) warga Bekasi.

Baca juga: Polri Tangkap 3 Tersangka Pinjol Berkedok KSP yang Sebabkan Ibu di Wonogiri Bunuh Diri

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjelaskan, tiga pelaku tersebut berperan melakukan pengancaman terhadap debitur pinjol. Bahkan, beberapa debitur pinjol yang sudah melunasi kewajiban pembayaran pun tetap saja ditagih melalui SMS dan WhatsApp. Para penagih tersebut bekerja menagih debitur berdasarkan data yang didapat dari perusahaan pinjol.

“Mereka menebar pesan melalui SMS maupun Whatsapps. Ancaman yang disebar kepada nomor ponsel debitur bermacam-macam, ada yang mengancam akan menyebar foto KTP, hingga memaki dengan kata-kata yang tidak pantas,” katanya.

Nico juga mengungkapkan kepada polisi ketiga penagih pinjol yang ditangkap mengungkap besaran penghasilan yang diperoleh setiap bulannya.

Nico mengatakan, para penagih pinjol mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp 4.200.000. Selain gaji pokok, mereka juga masih mendapat fasilitas lain seperti paket internet.

“Ada juga fasilitas untuk membeli paket data internet Rp 90 ribu setiap bulannya,” ujar Nico di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (25/10/21)

Nico melanjutkan, para penagih Pijol juga mendapatkan bonus ketika berhasil mencapai target penagihan dalam kurun waktu tertentu. Untuk yang mencapai 65 persen dari total tagihan selama sepekan, mendapatkan bonus Rp 162.000, dan yang mencapai 70 persen mendapatkan bonus Rp 200.000. Adapun yang mencapai 75 persen tagihan selama sepekan mendapat bonus Rp 250.000.

Atas perbuatannya ketiga pelaku akan dijerat pasal 27 ayat 4 jo pasal 45 ayat 4, serta paa 29 Jo pasal 45 b UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Nico memastikan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan karena ternyata ada puluhan perusahaan pinjol di Jatim yang tidak memiliki izin resmi atau ilegal. Perusahaan-perusahaan pinjol tersebut bekerja sama dengan perusahaan pinjol resmi untuk jasa penagihan kepada debitur.

Continue Reading

Hot Topic

Polri Tangkap 3 Tersangka Pinjol Berkedok KSP yang Sebabkan Ibu di Wonogiri Bunuh Diri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap kasus pinjaman online (pinjol) ilegal berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Polisi mengamankan tiga tersangka terkait kasus ini.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyampaikan, tiga tersangka tersebut merupakan pengelola pinjol ilegal berkedok KSP Solusi Andalan Bersama (SAB) yang melakukan peneroran seorang ibu di Wonogiri hingga bunuh diri.

“Informasinya korban terlibat dengan pinjol. Setelah dilakukan pendalaman ada 23 pinjol yang terkait dengan korban di Wonogiri itu. Dari korban itu kita melakukan pendalaman dan mengamankan 3 orang itu,” kata Helmy dalam konferensi pers, Senin 25 Oktober 2021.

Baca juga: Polda Jabar Tangkap Manajer Senior Pinjol Ilegal Yogyakarta

Tiga tersangka itu yakni JS, DN, dan SR. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Helmy menyampaikan, JS berperan untuk mencari pendana dari warga negara asing.

“Saudara JS ini peran untuk mencari, merekrut, memfasilitasi warga negara asing untuk bisa ke Indonesia dan juga mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses administrasi, baik itu di pembukaan atau tanda daftar perusahaan sampai dengan pembukaan di payment gateway,” kata Helmy.

Sementara itu, kedua tersangka lain berperan sebagai direktur atau pembantu lainya. Adapun polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya akta pendirian KSP, kartu ATM dan kartu NPWP.

“Dari pengembangan atau dari penindakan ini, jajaran Dirtipideksus berhasil mengamankan barang bukti sejumlah, banyak ya berupa dokumen ini ada akta pendirian, KSP Solusi Andalan bersama kemudian dokumen-dokumen pendirian KSP yang lainnya kemudian perjanjian kerjasama dengan payment gateway,” kata Helmy.

“Jadi satu payment gateway bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan beberapa pinjol kurang lebih seperti itu, kemudian handphone, kemudian beberapa kartu ATM buku tabungan kemudian juga kartu NPWP,” sambungnya.

Helmy menambahkan, JS ternyata membuat 95 KSP lainnya terkait pinjol ilegal ini. Namun, semua KSP yang dibuat JS itu ternyata fiktif.

“Hal ini nanti kita akan koordinasikan dengan kementerian terkait untuk proses perizinannya namun informasinya ini adalah fiktif,” kata Helmy.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Polda Sumsel Tangkap 42 Tersangka Kasus Narkotika dalam Sepekan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes telah mengungkap 46 kasus narkotika dengan mengamankan 42 tersangka dalam sepekan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi menyatakan, pada Minggu III Oktober 2021 ini, pihaknya berhasil mengungkap puluhan kasus narkoba.

“Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan dalam sepekan ini yakni sabu sebanyak 190,5 gram, ganja 670, 58 gram dan ekstasi sebanyak 163 butir yang berhasil disita dari 42 tersangka yang diamankan,” kata Supriadi, Senin 25 Oktober 2021.

Surpiadi menyatakan, pihaknya tidak akan berhenti untuk memberantas kasus narkotika. Menurutnya, dengan penangkapan ini, polisi telah menyelamatkan ribuan jiwa.

Baca juga: Dittipidnarkoba Bareskrim Tak Tangani Temuan Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

“Dari ungkap kasus yang anggota kita lakukan bersama Polrestabes dan Polres jajaran, setidaknya kita berhasil menyelamatkan 2.139 jiwa generasi muda,” ujar Supriadi.

Supriadi menyampaikan, untuk pekan ini tidak ada kasus yang menonjol dan hanya Polres Pagaralam yang nihil ungkap kasus di Minggu III ini.

“Kita akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba di Sumsel, bahkan kita mengimbau kepada Polrestabes dan jajaran Polres lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dalam pemberantasan jaringan narkoba,” ujarnya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC