Connect with us

Lifestyle & Sport

Manfaat Jika Rutin Berjalan Tanpa Alas Kaki

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Umumya, seseorang mengenakan alas kaki ke mana pun melangkah, terutama saat di luar ruangan karena kotor dan bisa menyakiti kaki. Kendati demikian, berjalan tanpa alas kaki rupanya bermanfaat untuk kesehatan, lho.

Jika rutin dilakukan, berjalan tanpa alas kaki diyakini bisa meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan ini bisa mempertemukan ion negatif bumi dan ion positif dalam tubuh sehingga menciptakan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang akan memberi energi baik pada tubuh. Untuk mengetahu lebih lanjut, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapat jika rutin berjalan tanpa alas kaki.

1. Otot kaki rileks
Dengan berjalan tanpa alas kaki, kaki bisa merasakan tekstur dari tanah secara langsung. Tekstur tanah yang tak rata—karena adanya batu, pasit, dan sebagainya, bisa memberi efek terapi atau pijatan. Ketika ini terjadi, energi yang saling bertukar bisa mengalir dengan bebas ke seluruh tubuh.

Memijat kaki diketahui memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi perasaan stres dan depresi, meningkatkan kesehatan kaki, mengurangi pembengkakan di kaki, membantu melancarkan peredaran darah, menimbulkan efek relaksasi dan sebagainya.

2. Tingkatkan kemampuan penglihatan
Di dasar kaki terdapat titik yang terhubung dengan syaraf mata. Berjalan tanpa alas kaki dipercaya bisa merangsang titik tekanan ini dan membantu meningkatkan penglihatan secara tidak langsung, terlebih jika dilakukan di atas rerumputan. Selain itu, memandangi warna hijau rerumputan bisa memberi efek relaksasi dan memperbaiki suasana hati. Dengan efek ini, secara tak langsung ketegangan otot di sekitar mata turut berkurang.

Baca juga : Cara Mudah Menghindari Kerutan di Dahi

3. Tidur menjadi berkualitas
Penelitian lain menyebutkan, membiarkan kaki menyentuh tanah bisa meningkatkan kualitas tidur. Disebutkan bahwa berjalan tanpa alas kaki bisa mengubah aktivitas listrik di otak dan menimbulkan efek relaksasi. Kegiatan ini terbukti bisa mengatur pola tidur dan mengatur ulang jam biologis jika dilakukan secara rutin. Lakukanlah selama beberapa menit setiap harinya.

4. Kurangi rasa sakit dan peradangan
Biasanya, peradangan terjadi karena adanya kerusakan di sel tubuh. Jika dibiarkan kondisi ini bisa memicu komplikasi seperti kanker, jantung, dan masalah kesehatan lainnya. Berjalan tanpa alas kaki bisa membantu elektron di tanah bertindak sebagai antioksidan yang mengurangi peradangan di tubuh.

5. Kurangi risiko penyakit jantung, tingkatkan fungsi darah
Tingginya kekentalan darah menjadi salah satu penyumbang penyakit jantung. Jika darah terlalu kental, maka risiko penggumpalan di dalam sel pun meningkat.

Menurut penilitian, grounding bisa meningkatkan muatan permukaan pada sel darah merah sehingga membantu mengurangi kekentalan dan penggumpalan darah. Upaya sederhana ini bisa mengurangi risiko kardiovaskular, misalnya dengan berjalan tanpa alas kaki. Cara ini memungkinkan interaksi antara muatan tubuh dan bumi sehingga terjadi keseimbangan dengan potensial listrik yang sama.

Itu di sejumlah manfaat berjalan tanpa alas kaki. Nah, selamat mencoba berjalan tanpa alas kaki!

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Bakteri Mulut Bisa Berpindah ke Organ Lain dan Picu Infeksi, Cegah Risikonya dengan Cara Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Miliaran bakteri hidup di mulut. Ada yang baik dan asayang menyebabkan penyakit. Jika lingkungan mulut terlalu asam, lembap, dan kotor, bakteri penyebab penyakit dapat berkembang dengan pesat.

Untuk diketahui, bakteri-bakteri dalam tubuh bisa berpindah dari satu organ ke organ lainnya. Misalnya, dari mulut ke otak. Selain itu, bisa masuk ke aliran darah sehingga bisa berpindah ke jantung, usus, dan otak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah bakteri penyebab masalah gusi, pada otak penderita alzheimer lebih tinggi ketimbang otak orang yang sehat. Ini menunjukkan bahwa bakteri mulut bisa berpindah ke otak dan menyebabkan infeksi.

Perpindahan bakteri dari mulut ke bagian tubuh lainnya sejatinya proses alami. Kita tak bisa sepenuhnya mencegah proses ini. Namun, jumlah bakteri yang masuk ke dalam aliran darah bisa dikurangi. Caranya yaitu dengan merawat kebersihan gigi dan mulut.

Berikuti ini perawatan gigi dan mulut yang bisa meminimalisasi risiko perpindahan bakteri.

1. Rutin sikat gigi
Sikat gigi 2 kali sehari, yaitu sesudah makan dan sebelum tidur. Namun, menyikat gigi terlalu keras dan cepat. Paling tidak, lakukan selama 2 menit. Kemudian, bilas mulut dengan air bersih.

Selain itu, jaga kebersihan peralatan sikat gigi. Bilaslah sebelum menggunakan gigi dan simpanlah di tempat kering setelahnya.

2. Gunakan benang gigi
Bakteri bisa menyusup di celah-celah di gigi. Jika dibiarkan, bisa memicu penyakit gusi dan bakteri mulut memiliki kesempatan besar berpindah ke otak. Maka dari itu, Anda bisa membersihkannya dengan benang gigi.

3. Kumur setelah makan
Makanan bisa membuat mulut lebih asam. Jika sisa makanan menempel di gigi namun tidak dibersihkan, maka plak menumpuk. Bakteri kian betah, sehingga risiko infeksi dan penyebaran bakteri mulut ke otak semakin tinggi.

Nah, sebelum membersihkan gigi setelah makan, baiknya Anda menunggu 30 hingga 45 menit. Berkumurlah dengan air terlebih dahulu untuk membersihkan sisa makan. Sebab menggosok gigi tepat setelah makan membuat enamel gigi ikut terkikis.

4. Cek kesehatan gigi dengan rutin
Anda disarankan untuk cek kesehatan gigi ke dokter, setidaknya 6 bulan sekali. Terlebih jika Anda punya masalah gigi dan mulut.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tanpa Sadar, Kebiasaan Ini Bikin Gigi Menguning

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Banyak orang yang mengidamkan gigi putih, bersih, dan sehat. Maka dari itu, tak ayal bila ada orang yang melakukan perawatan rutin, seperti sikat gigi dan berkumur.

Kendati melakukan upaya itu, gigi bukannya memutih, justru malah menguning. Itu artinya, tanpa disadari, ada kebiasaan Anda yang bisa membuat gigi menguning. Hal ini pun diakui oleh dokter gigi Harold Katz, DDS. Menurutnya, selain faktor genetik dan penyakit tertentu, gigi kuning bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang mengikis enamel.

Untuk diketahui, gigi dilapisi oleh enamel, yang membuat gigi tampak putih kebiruan dan agak tembus pandang. Di bawah lapisan enamel, ada lapisan dentin yang berwarna kuning. Jika enamel terkikis, maka yang akan terlihat adalah dentin. Jadi, warna asli gigi bukan putih cemerlang seperti yang digambarkan iklan.

Baca juga : Bahaya Tidur Siang Terlalu Lama dalam Sehari

Oleh karenanya, kenali kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar, yang bisa membuat gigi menguning. Berikut sejumlah kebiasaan yang menyebabkan gigi kuning.

1. Sikat gigi terlalu keras dan cepat
Teknik membersihkan gigi harus benar. Menggosok gigi dengan keras bisa menekan, merusak dan mengikis lapisan enamel yang tipis. Akhirnya, lapisan dentin yang nampak, sehingga gigi terlihat menguning.

Sebaiknya sikatlah gigi dengan perlahan. Bersihkan gigi dengan rutin, yaitu dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur.

2. Terlalu sering menggunakan obat kumur
Kadar asam pada obat kumur yang dijual di toko biasanya tinggi. Jika terlalu sering digunakan justru bisa membuat mulut kering dan merusak email gigi.

Ketika mulut kering, air liur bisa tak maksimal bekerja untuk membantu menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, melumpuhkan bakteri jahat, dan mencegah noda menempel pada enamel.

3. Sering minum kopi, soda, dan teh
Kandungan kafein dalam kopi, teh, dan minuman energi bisa mengikis enamel gigi jika dikonsumsi berlebihan (2-3 kali sehari). Demikian pula asam pada soda.

Gula pada minuman ini pun membuat bakteri betah, sehingga produksi asam semakin tinggi. Kondisi ini pun menyebabkan gigi menguning, bahkan bakteri bisa membuat lubang di gigi dan menyebabkan penyakit lainnya.

Ketika enamel terkikis, noda minuman bisa menetap pada dentin sehingga gigi akan menguning jika tak dibersihkan dengan benar dan teratur.

4. Sering makan buah asam
Buah-buahan asam, seperti citrusz memang kaya akan vitamin. Namun, bisa membuat gigi menguning bila terlalu banyak dikonsumsi. Guna mencegahnya, kebutuhan air harus seimbang setelah mengonsumsi buah tersebut.

5. Merokok
Nikotin dan tar pada rokok tembakau bisa menempel pada email gigi dan membuatnya menguning. Kondisi ini bisa didapat dalam waktu singkat. Bagi perokok berat, warna gigi bisa kecoklatan bahkan hitam setelah bertahun-tahun merokok.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Khabib Menang Lawan Gaethje dan Putuskan Pensiun

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan Justin Gaethje pada UFC 254 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10) dini hari WIB.

Kedua petarung tampil hati-hati di awal ronde pertama. Baru 30 detik berselang, kedua bertarung saling berbalas pukulan.

Tendangan Gaethje mengenai telak kaki Khabib. Khabib coba melakukan bantingan tetapi bisa digagalkan Gaethje.

Khabib melakukan tendangan menggunakan lutut yang mengenai kepala Gaethje. Khabib terus dominan setelah momen itu dan menekan Gaethje. Gaethje melakukan kombinasi pukulan dan tendangan yang sempat membuat Khabib goyah.

Khabib menyergap Gaethje jelang akhir ronde pertama. Upaya Khabib untuk mengunci Gaethje dihentikan oleh bel akhir ronde pertama.

Di ronde kedua, kedua petarung sempat berbalas pukulan. Namun, Khabib lantas bisa menjatuhkan Gaethje dan mengunci Gaethje.

Tak berselang lama, Gaethje lemas tak berdaya dan wasit memutuskan menghentikan pertandingan dengan kemenangan technical submission untuk Khabib. Khabib pun berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan.

Khabib Nurmagomedov memutuskan pensiun setelah mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10) dini hari WIB.

Baca juga: Ayah Khabib Meninggal, Pelatih McGregor: Dia Sosok Jenius Beladiri 

Keputusan untuk mundur diambil Khabib setelah menang technical submission di ronde kedua atas Gaethje. Ia menyudahi pertarungan lewat teknik triangle choke saat ronde kedua berlangsung 1 menit 36 detik.

Khabib mengambil keputusan ini karena merasa tidak mungkin bertarung tanpa didampingi sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov. Abdulmanap meninggal dunia karena sakit jantung dan komplikasi dengan virus corona pada 3 Juli 2020.

“Ini pertarungan terakhir saya. Tidak mungkin saya datang ke sini tanpa ayah saya. Saat UFC menelpon saya bersama Justin [Gaethje], saya berbicara dengan ibu selama tiga hari,” ujar Khabib seusai pertandingan.

“Saya berjanji padanya ini akan jadi pertarungan terakhir saya. Saya harus menepati janji saya. Ini pertarungan terakhir,” ia melanjutkan.

Duel Khabib vs Gaethje sendiri berjalan imbang di ronde pertama. Khabib dan Gaethje sama-sama melancarkan pukulan dan tendangan untuk menggoyahkan pertahanan masing-masing.

Namun, di ronde kedua Khabib berhasil menjatuhkan Gaethje. The Eagle kemudian melakukan kuncian yang membuat Gaethje menyerah dan ia berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC